Assalamualaikum, Untuk menghemat kilobyte (abis ngenet pake flexi mahal) reply ini sekaligus ngasih comment thread2 lain...
1. Seperti pak kobir bilang, pak budisan memang sangat informatif dan progresif revolusioner (?/%$!** asal ngomong he3x) intinya saya setuju sekali, supaya setiap kebijakan dan pengambilan keputusan ada logical dan empirical reason yang cukup ilmiah sebagai backgroundnya. Saya pribadi sangat senang kalo bisa bergabung disitu (kalo ada lowongan saya pasti apply) kalo perlu berperan sebagai west wing-nya Dirjen, Menkeu aja punya Pushaka masa DJPBN nggak boleh. Mungkin ide pak budisan lebih bermanfaat dari pada para pimpinan DJPBN bikin "sayap politik" dengan think tank masing-masing. Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah dukungan dari unit teknis kepada R&D, karena mereka punya primary resource-nya. 2. Soal reorganisasi, pak hari bilang soal tupoksi kita sebagai kasir, that's true but may not complete. Menurut saya selain PDI dan BLU, core bisnis kita adalah manajemen kas dan akunting. Pak Heki dengan Akunting "gang"-nya sudah mulai unjuk gigi dengan pengembangan sistem dan enforcement standar akuntansi kepada dept.teknis, pokoke tinggal diasah giginya biar nancepnya kuat. Tinggal manajemen kas nih, menurut saya SPN atawa T-bills (hutang jangka <3 bln or 1 thn)itu tidak seharusnya di DJPU karena itu instrumen manajemen kas (kurang-lebih kas) bukan manajemen hutang (debt). Kalo baca presentasinya piyush desai (konsultan GFMRAP kalo gak salah) future-nya Dit PKN nanti ada front office yang melaksanakan deal dengan pihak ketiga dalam rangka investasi jangka pendek. Ada middle office yang melakukan settlement transaksi sekaligus input kebijakan investasi yang senjata utamanya adalah "cash forecasting". Dan back office yang mendukung tugas didepannya sekaligus pelaksanaan akunting dan reporting. Dugaan saya Dit.PKN (sori ya, pendapat pribadi) mungkin belum mempersiapkan formulasi (sistem dan kelembagaan) untuk middle office-nya. Jadi masih banyak PR yang perlu dikerjakan oleh pegawai DJPBN yang hebat2 (sayangnya ada yang menganggap/dianggap sampah). Intinya selain pengembangan/reformasi tupoksi DJPBN dan KPPN sebagai wajahnya, masih banyak yang bisa kita kerjakan. 3. Kepada mas RZ, saya memang ada di program S3 linkage, tapi sampai saat mengetik imil ini, program ini masih belum jelas skema-nya (gimana, dimana, kapan masih gelap) kita cuma kursus TOEFL IBT, academic bridging dan sedikit budaya/bahasa jepang. Teman sekamar saya, Pak Suminto, sampai berkomentar bahwa lebih enak kalo nunggu beasiswa dari worldbank saja yang lebih fleksibel. However, seperti kata temen sejawat saya yang sudah ngerasa tua dan kesepian (mas iwan dargombes) kita terima saja dengan lapang dada dan berpikir positif, kita ini lemah dan sok tau padahal nggak tau apa-apa koq, hasbunallah wa ni'mal wakiil, ni'mal mawla wa ni'man natsiir (mudah2an tidak salah quote). 4. Untuk mas kobir, saya selalu senang membaca imil sampeyan, walopun panjang tapi selalu saya baca sampai selesai, isinya selalu "dalam", memperkaya wawasan dan memberi semangat bagi pembacanya. so, stay in touch. sekian dulu sebelum kehabisan pulsa. kalo kepanjangan skip aja, tapi untuk menyenangkan hati saya mbok dibaca semua walopun cuma scanning aja, he.. he... wassalam best rgds, moudy __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com
