NAH...INI DIA.....
DALAM PENGANTAR TULISANNYA PADA BUKU "CHANGE" RENALD KASALI MENYEBUT 3 ORANG 
PEMBAHARU KEUANGAN NEGARA. MEREKA ADALAH PAK MULIA NASUTION, PAK SISWO DAN PAK 
HEKINUS M..
MEREKA OLEH R KASALI DISEJAJARKAN DENGAN PARA PEMBAHARU DILINGKUNGAN KORPORAT 
SEPERTI ROBBY JOHAN DENGAN TURN A ROUND GARUDA, ATAU TJACUK SUDARYANTO DI 
TELKOM...
PADA TATANAN PERUBAHAN INI...PATUT JUGA KITA BERBANGGA
ORANG SEKELAS R KASALI MEMASUKKAN PEJABAT DILINGKUNGAN DEP.KEU (DITJEN 
PERBENDAHARAAN LAGI). BAHKAN MUNGKIN SATU2NYA DILINGKUNGAN PEMERINTAHAN (NIH 
KALO KAGAK SALAH.........).
BAHWA SAMPAI SAAT INI MUNGKIN MASIH BANYAK DIANTARA KITA BELUM PUAS ATAS 
PERUBAHAN ITU ATAU MUNGKIN MARAH....(KEMBALI  KE LAPTOP..AJA DEH)
SATU CATATAN KECIL MENUJUKKAN FAKTA.........
1. BEBERAPA PEJABAT YANG MENDEKATI USIA PENSIUN TELAH DIPROMOSIKAN MENJADI 
KEPALA KANTOR/KEPALA BIDANG YANG TERSEBAR DI SELURUH INDONESIA.
2. PARA LULUSAN S2/3 BEA SISWA (NIH YG SEKOLAH BAYAR SENDIRI KAYAK GUE...HARAP 
NUNGGU ANTRIIIIIIIIIIIII HE EHE..) DIPROMOSIKAN MENJADI KASI DI KANTOR PUSAT 
DAN DI DAERAH..., KHUSUS DI DIREKTORAT PA , KASI-KASINYA 90% MUADAAA - MUDA DAN 
SUEGER ( FRESH FROM....) JADI KALO ADA YG NYARANIN SEKOLAH...BERSAINGLAH...
3. KETIKA REORG PERTAMA, DIMANA DI KANTOR PUSAT PARA PEGAWAI YG MEMEGANG POSISI 
STRATEGIS BAIK DI SEKRETARIAT MAUPUN DI PA BEDOL DESA KE DJAPK, PAK SISWO 
MAMANGGIL TENAGA PERBANTUAN DARI DAERAH KE JAKARTA BAIK MENGISI KEKOSONGAN DI 
SEKRETARIAT MAUPUN DI PA (TERMASUK PENULIS). WAKTU ITU TELAH MENDESAK 
PENYUSUNAN DIPA...
SAYA SENDIRI KAGET "KOK DIPANGGIL ORANG YANG KATRO AND NDESO KAYAK SAYA, APA 
ORANG DI JAKARTA SUDAH NDAK ADA LAGI????," KOMENTAR DARI ORANG PUSAT PUN KADANG 
SAYA DENGAR " NGAPAIN MANGGIL-MANGGIL ORANG DAERAH, KAYAK DI PUSAT INI NDAK ADA 
ORANG AJA. KAYAK DISINI NDAK MAMPU...DST" SAMPAI SEKARANG PUN SAYA TAK HABIS 
PIKIR PERTIMBANGAN APA YG MEMBUAT ADANYA TENAGA PERBANTUAN ITU....."
4. SOAL TENAGA HANDAL, SAYA SEPERTINYA TIDAK KHAWATIR DJPBN KEHILANGAN. 
BUKTINYA??? WAKTU BEDOL DESANYA PADA REORG PERTAMA DULU, DI PA KOMPUTER DAN 
PRINTER HAMPIR TIDAK ADA. SEMUA DIBOYONG KE DJAPK...., TAPI NYATANYA DIPA 
SELESAI DICETAK TEPAT WAKTU...DAN SEKRANG DALAM LIST ORANG2 PINDAH, HANYA 
SEDIKIT YANG MENURUT SAYA SANGAT HANDAL (TERUTAMA PROGRAMER)..MASIH BANYAK YANG 
TETAP, DAN BANYAK LAGI YANG CANGGIH-CANGGIH TERSEBAR DI SELURUH INDONESIA YANG 
24 JAM SIAP DIPANGGIL........
5. SAYA SANGAT OPTIMIS...., SEPERTINYA PIMPINAN SEDANG MENATA ORGANISASI UNTUK 
KE CORE BUSINESS INTI...HANYA MEMANG AKIBAT PERUBAHAN INI TENTU KONSEKUENSINYA 
RASIONALISASI (ISTILAH HALUS DARI PENGURANGAN PEGAWAI) JIKA NANTI ADA KPPN 
PRIMA DLL, MAKA GERBONG SIAP BERGERAK MENINGGALKAN PENUMPANGNYA YANG TAK KUAT 
BERSAING.
6. INILAH YANG SAYA SEBUT NAH INI DIA...., ADA SISI LAIN DARI SEKADAR SUMPAH 
SERAPAH KITA..EMOSI KITA.....TAPI TENTUNYA ADA BAIKNYA KITA MENGINGATKAN KEPADA 
PIMPINAN. IBARAT SOPIR BUS, KITA MINTA AGAR PIMPINAN JANGAN TERLALU NGEBUT, 
JANGAN MEREM MENDADAK,ATAU MAIN ZIG ZAG. INI MEMBUAT PENUMPANG SEPERTI KITA TAK 
KUAT. MUNTAH. ATAU SEPERTI SAYA MINTA TURUN DI TENGAH JALAN..CARI BUS LAIN YANG 
NYOPIRNYA MENURUT SAYA DAPAT MEMBAWA KESEJUKAN. AGAR BISALAH DALAM PERJALANAN 
DAPAT MELIHAT PEMANDANGAN DIPINGGIR JALAN...
7. MAAF YE KALO KEPANJANGAN...SAYA HANYA INGIN MENAWARKAN SISI LAIN . ATAU 
DALAM BAHASA ARIFIN....MELIHAT DARI SUDUT LAIN...

"JUNAS"....TERIMA KASIH DJPBN....


 
----- Original Message ----
From: mamat bowo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, April 20, 2007 5:36:42 PM
Subject: Re: [Perbendaharaan List] Re: Kebusukan-Kebusukan di Ditjen PBN









  


    
            Implikasinya kami disebar di seluruh Indonesia dengan biaya kami



sendiri. Bahkan kami dan beberapa orang teman sempat menjadi



"Pengemis" di kantor pusat utk sekedar mengumpulkan uang ongkos bagi



teman-teman kami yang akan berangkat ke tempat yg jauh (Irian). Pada



saat itu saya dan teman-teman (diantaranya Amir S. Yahya, Cahyo, Arif,



Rusdi)

ada yang kompalin.., Arif  yang di wamena dulu dia ngak merasa mengemis...

malah dia merasa enjoy disana buktinya dapet tambahan pasukan disana...

Arif mana wan?????



Dan mungkin ada yang terlewatkan tulisannya bang Irwan Susanto :

- Angkatan "98" adalah angkatan yang paling lama  masuk  Pulau Jawa kurang 
lebih 7-8 tahun kecuali yang ditempatkan didaerah-daerah konflik dan "pesanan 
khusus"

kebetulan mas Irwan lupa karena beliau termasuk orang yang penempatannya di 
daerah konflik (cuma 3 tahun) ya... khan....!!!!



mungkin itu aja ... sekedar menambah pengetahuan tentang penderitaan angkatan 
"98"



----- Original Message ----

From: IRWAN SUSANTO <[EMAIL PROTECTED] com>

To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com

Sent: Friday, April 20, 2007 2:42:15 AM

Subject: [Perbendaharaan List] Re: Kebusukan-Kebusukan di Ditjen PBN



Saya turut prihatin terhadap nasib Anda, pengangkatannya sampai



terlambat 2 (dua) bulan seperti itu .Akan tetapi sangatlah tidak



pantas Mas Nur menggunakan kata-kata demikian (bernada sarkastis).



Karena sebagai anak sekolahan tentu diajari pendidikan moral sampai



SMA dan di kuliahan di ajari Ilmu Budaya Dasar (jadi inget kuliah nih).



Kalau Mas Nur merasa di binatangkan dengan telatnya pengangkatan Mas



Nur sampai telat 2 bulan, dan penempatan pegawai ada yang di jawa dan



luar jawa coba bandingkan dengan angkatan 98. Beberapa point yang



dapat saya sampaikan dari angkatan 98 kepada adik-adik angkatan



tercinta (sekedar mengingatkan kembali dan bukan mengasihani diri



sendiri) adalah :



- Mereka angakatan pertama yg tidak ikatan dinas.



Para lulusan prodip angkatan 98 diberikan opsi  untuk tetap di DJA



(sebelum-djpbn) atau keluar dari depkeu tanpa harus mengembalikan uang



selama pendidikan kedinasan. (Karena memang tidak ada pengangkatan



menjadi CPNS pada tingkat 2).



- Mereka tidak diangkat menjadi CPNS ditingkat 2 sehingga tidak



menerima penghasilan seperti kakak-kakak angkatan.



- Setelah lulus pun tetap belum diangkat menjadi CPNS.



Kami ngga tahu alasannya apa yg pasti mungkin bukan karena



"pembusukan" tapi kami ber-husnuzan bahwa keadaan ekonomi lagi krisis.



- Tidak seperti adik-adik kelas yg sempat magang setahun sambil nunggu



CPNS. Penempatan kami tidak ada yg dijawa, tidak berdasarkan rangking,



semua disebar diluar jawa baik pria atau wanita.



- Implikasinya kami disebar di seluruh Indonesia dengan biaya kami



sendiri. Bahkan kami dan beberapa orang teman sempat menjadi



"Pengemis" di kantor pusat utk sekedar mengumpulkan uang ongkos bagi



teman-teman kami yang akan berangkat ke tempat yg jauh (Irian). Pada



saat itu saya dan teman-teman (diantaranya Amir S. Yahya, Cahyo, Arif,



Rusdi) mengambil inisiatif dikarenakan banyak teman-teman kami



terancam tidak berangkat ke tempat tujuan karena tidak mempunyai



biaya. Dengan proposal yang ditandatangani seorang pejabat di kantor



pusat (kami tidak bisa menyebutkan nama agar tidak riya - semoga Allah



SWT membalas kebaikannya) kami berkeliling mendatangi pejabat dan



kakak kelas  yang memang kebetulan bertugas di sana. 



- Setelah sampai ditempat tujuan karena kami bukan CPNS kami di kasih



penghasilan (bukan gaji) jika tidak salah tidak lebih banyak dari



Honorer orang asli daerah itu sambilan menunggu pengangkatan menjadi



CPNS (kurang lebih enam bulan).



- Kami juga angkatan terakhir yang golongannya ketika pengangkatan



adalah II/b dan harus menunggu pula 2 tahun untuk menjadi II/c,



sedangkan adik kelas lulus langsung golongan II/c.



Kepada adik-adik cobalah jangan selalu memandang ke atas, tapi



sekalilah tengok juga ke bawah, mungkin di bawah ada lobang yang akan



membuat adik terperosok ke dalamnya, mungkin pula ada uang/dompet



orang tercecer. Saya tidak pandai menulis, tetapi Saya paksakan



(walaupun amburadul) karena melihat komentar-komentar yang sepertinya



tidak layak. Mungkin di prodip bisa dibilang tidak ada yang lebih



buruk dari angkatan 98 tapi mereka tabah dan sabar. Kalo cuma telat 2



bulan masih dalam batas toleran. Mungkin bagian kepegawaian belum



sempat menginputnya karena tugasnya banyak. Masalah loyalitas,



angkatan 98 (yg masih di djpbn) sudah teruji ;P . Jika mau ditempatkan



di daerah (pusat penderitaan) lagi mereka pernah mengalami yang lebih



buruk. 



Jika yang mas Nur alami dikatakan sebuah "pembinatangan" entah apa



sebutan yang tepat untuk prodip angkatan 98.



--- In perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com, "nurman_soldier"



<nurman_soldier@ ...> wrote:



>



> Sebenarnya terlalu kasar membuat judul seperti diatas. Bagi



> temen-temen yang merasa judul diatas terlalu kasar mohon maaf aja ya.



> Memang belum ada kata-kata yang lebih enak didengar untuk menggantikan



> istilah "pembusukan' diatas. Yang sedikit nyerempet mungkin ya



> "ketidak-adilan, kedzaliman" . Akan tetapi menurut saya sama aja. Toh



> substansinya sama.



> 



> Sekali lagi saya mohon maaf. Ditjen PBN itu sangat besar, jadi



> kalaupun ada "pembusukan" tentulah tidak semuanya. Hanya bagian kecil



> saja. Tetapi perlu diingat bahwa kebusukan disatu  bagian akan



> menyebabkan penyakit bagi keseluruhan, dalam hal ini adalah Ditjen PBN.



> 



> Dalam kacamata wong edan seperti saya tidak terlalu penting



> berkoar-koar dengan asumsi yang merajalela, berwacana yang



> indah-indah, atau berRia-ria dengan harapan kosong. Tetapi adalah



> lebih penting bagi saya menikmati apa yang saya dapat di Ditjen PBN



> ini. Seberapun itu besarnya, atau sedemikian parahnya saya ( dan



> tentunya juga temen2 dan adik2 kelas saya juga)  "dibinatangkan" oleh



> oknum-oknum pembusuk di Ditjen PBN ini. Kayaknya perlu saya jelaskan



> juga pa sih pembinatangan itu. Tentunya dalam kacamata wong edan ini



> juga. Pembinatangan dalam pandangan saya adalah menganggap manusia



> (baca: insan Ditjen PBN) layaknya binatang. Tentu temen-temen semua



> mudeng apa sih perbedaaan manusia dan binatang.



> 



> kembali ke ke-edanan saya.



> 



> Saya ingin sedikit curhat tentang apa-apa yang saya anggap "busuk",



> tentunya dengan niat ikhlas supaya bisa diperbaiki di masa mendatang.



> 



> Pertama ketika saya lulus Prodip tahun 2005 saya tidak langsung



> magang. Tapi saya sempet nganggur dikit lah gitu. Tetapi Alhamdulillah



> akhirnya magang juga. Berkas-berkas Pengusulan CPNS kita-kita juga



> udah diserahkan ke Instansi. Kebetulan sebagian besar ke ditjen PBN.



> Saya salah satu yang ditakdirkan di Ditjen PBN. Kita udah "Tsiqoh" 



> sama Ditjen ini jadi berkas yang kita kumpulkan dari bulan September



> cepet2 diusulkan sehingga seperti kakak2 kelas 



> Sebelumnya, Desember kita dah mulai TMT. Tetapi apa yang terjadi



> penonton, Berkas kita hanya hanya ditumpuk. Untung temen2 yang di KPK



> selalu memantau sehingga merasa aneh dengan keganjilan yang terjadi.



> Kita dah anggap berkas dah diproses. Ternyata setelah ditelusuri oleh



> temen-temen, berkas2 kita belum diapa-apakan. Saya inget waktu itu



> bulan Februari pertengahan. Oh malang nian nasib kita. Udah terlambat



> dua bulan dari yang kita kira-kira. Akhirnya Berkas2 itu kita ambil



> dan pengusulannya kita lakukan sendiri. Saya masih inget keriuhan di



> Lantai 4 Gedung DIA. Kita rame2 input data temen2 Qta sendiri. Kita



> antar sendiri. Akhirnya berkas kita selesai juga untuk langsung



> diajukan ke Setjen Depkeu Biro Kepegawaian. Alhmadulillah kita belum



> terlambat, hampir saja karena keteledoran oknum2 "busuk" di



> kepegawaian.  Kita TMT telat 2 bulan bung. Biasanya Desember waktu itu



> Februari. Yang saya bayangkan bagaimana nasib Qta2 dulu itu tanpa



> adanya KPK. Bisa2 Qta bisa seperti anak2 yang di Depdagri. Sampai



> tahun berikutnya Setelah itu aku mulai mencium aroma busuk di Ditjen



> PBN. Terutama di Setditjen.



> 



> 



> Ketiga ketika kita penempatan. Kita sangat setuju akan paradigma



> keadilan yang coba ingin kita terapkan. Tapi nanggung pemirsa. Masih



> ada aja temen2 kita yang penempatan di Jawa. Yang saya merasa aneh,



> mereka2 itu yang masih stay di Jawa adalah sebagian  dari anak yang



> magang di Setditjen. Okelah mereka cewek. Tapi kenapa ga semua cewek



> penempatan di Jawa. Hati kecil saya bicara pasti ada sesuatu yang coba



> dilegalkan disini. 



> 



> Yang saya juga sedikit nek juga adalah tidak ada tolok ukur yang jelas



> atas penempatan kita. Maen acak aja. Pake IP keq biar kita-kita yang



> udah belajar serius mendapatkan sedikit penghargaan, bukannya



> pembinatangan. Yang dapat saya lihat temen2 kita yang di Setditjen



> bisa sedikit bernafas lega karena bisa di Sumatra. Cuma karena itu



> pemirsa. Sungguh analogi sampah dah BULSHIT. Cuma karena magang di



> Setditjen bisa penempatan di Sumatra. Bau busuk setditjen tambah



> menyengat bagi saya. 



> 



> Ketika saya menginjakkan kaki saya di bumi yang baru sungguh saya



> takjub dengan pola mutasi di Ditjen Perbendaharaan.  Tanpa kita



> ber-lima pun pekerjaan kantor ini beres. Jadilah kita-kita ini



> pengangguran baru yang digaji oleh pemerintah. Sungguh begitu jauh



> kalau hanya untuk nganggur. Hampir semua dari kita disini jadi tukang



> jaga malam. Hidup di Kantor, makan di kantor, tidur di kantor tanpa



> guna.Yang saya heran mengapa ketika unit Eselon I lainnya di Depkeu



> begitu membutuhkan tenaga-tenaga Prodip seperti kita, begitu susahnya



> Ditjen PBN melepas kita. Tetapi justru mereka sendiri yang



> menelantarkan kita seperti KAMBING.



> 



> Hati nurani sayapun menangis. Meskipun saya sendiri tidak seperti



> mereka. Saya satu-satunya anak2 pemempatan baru yang dihargai



> kinerjanya karena saya ditempatkan di salah satu seksi yang lumayan



> ada pekerjaannya.



> 



> Itu mungkin sekelumit yang bisa saya sampaikan. Saya tak akan



> menceritakan kebusukan2 yang ada yang telah menimpa adik2 kelas kita



> atau senior2 kita. Biar mereka sendiri yang cerita. Toh mereka juga



> udah punya MILIS sendiri. 



> 



> Saya kira hal yang menimpa saya ga ada apa2nya dibandingkan apa2 yang



> telah menimpa adik2 kelas kita. 



> 



> Ini saja dari saya. Semoga akan ada yang menambahkan ataupun



> menyanggah. Silahkan. Ini hanya pendapat pribadi saya aja. 



> 



> Bagi saya untuk memberangus kebusukan di Ditjen PBN adalah dengan



> memotong oknum2 yang telah menjadikan MAFIA Ditjen ini. Lingkaran



> setan itu harus dipotong habis. Pola mutasi harus bener2 adil dan



> berjalan sehat. Penghargaan atas resiko seorang pegawai Ditjen PBN



> juga harus diwujudkan oleh Ditjen PBN. Itu kalau tidak ingin Eselon I



> ini diisi oleh orang2 dengan tekanan mental yang akut sehingga



> menjadikan kinerjanya Lemot.



>



<!--



#ygrp-mlmsg {font-size:13px; font-family: arial, helvetica, clean, sans-serif;}

#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit; font:100% ;}

#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}

#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}

#ygrp-mlmsg * {line-height: 1.22em;}

#ygrp-text{

font-family: Georgia;

}

#ygrp-text p{

margin:0 0 1em 0;}

#ygrp-tpmsgs{

font-family: Arial;

clear:both;}

#ygrp-vitnav{

padding-top: 10px;font- family:Verdana; font-size: 77%;margin: 0;}

#ygrp-vitnav a{

padding:0 1px;}

#ygrp-actbar{

clear:both;margin: 25px 0;white-space: nowrap;color: #666;text- align:right; }

#ygrp-actbar .left{

float:left;white- space:nowrap; }

.bld{font-weight: bold;}

#ygrp-grft{

font-family: Verdana;font- size:77%; padding:15px 0;}

#ygrp-ft{

font-family: verdana;font- size:77%; border-top: 1px solid #666;

padding:5px 0;

}

#ygrp-mlmsg #logo{

padding-bottom: 10px;}



#ygrp-vital{

background-color: #e0ecee;margin- bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px;}

#ygrp-vital #vithd{

font-size:77% ;font-family: Verdana;font- weight:bold; color:#333; 
text-transform: uppercase; }

#ygrp-vital ul{

padding:0;margin: 2px 0;}

#ygrp-vital ul li{

list-style-type: none;clear: both;border: 1px solid #e0ecee;

}

#ygrp-vital ul li .ct{

font-weight: bold;color: #ff7900;float: right;width: 2em;text- align:right; 
padding-right: .5em;}

#ygrp-vital ul li .cat{

font-weight: bold;}

#ygrp-vital a {

text-decoration: none;}



#ygrp-vital a:hover{

text-decoration: underline; }



#ygrp-sponsor #hd{

color:#999;font- size:77%; }

#ygrp-sponsor #ov{

padding:6px 13px;background- color:#e0ecee; margin-bottom: 20px;}

#ygrp-sponsor #ov ul{

padding:0 0 0 8px;margin:0; }

#ygrp-sponsor #ov li{

list-style-type: square;padding: 6px 0;font-size: 77%;}

#ygrp-sponsor #ov li a{

text-decoration: none;font- size:130% ;}

#ygrp-sponsor #nc {

background-color: #eee;margin- bottom:20px; padding:0 8px;}

#ygrp-sponsor .ad{

padding:8px 0;}

#ygrp-sponsor .ad #hd1{

font-family: Arial;font- weight:bold; color:#628c2a; font-size: 100%;line- 
height:122% ;}

#ygrp-sponsor .ad a{

text-decoration: none;}

#ygrp-sponsor .ad a:hover{

text-decoration: underline; }

#ygrp-sponsor .ad p{

margin:0;}

o {font-size:0; }

.MsoNormal {

margin:0 0 0 0;}

#ygrp-text tt{

font-size:120% ;}

blockquote{margin: 0 0 0 4px;}

.replbq {margin:4;}

-->



____________ _________ _________ _________ _________ __

Do You Yahoo!?

Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 

http://mail. yahoo.com 



[Non-text portions of this message have been removed]





    
  

    
    




<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a {
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc {
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o {font-size:0;}
.MsoNormal {
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq {margin:4;}
-->







__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke