salut saya buat nurman yang berani untuk minta maaf... tapi masih diharapkan terus pikiran-pikiran kritis lainnya untuk mengingatkan 'kita' (kita ? pede banget... wekekeke...) dan semoga kekritisan dan militansinya tidak lekang dimakan zaman dan keganasan rimba birokrasi... c u around
piss ahh... --downfromtalamauandsteppingtobukitt-- --- In [email protected], "nurman_soldier" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Emang bener c kata mas Hanafi!!! > Saya juga ngrasa agak keterlaluan. Saya sempet disindir juga ma > temen2. kamu tuch kaya orang ga berpendidikan aja. malu2in STAN yang > udah nguliahin kamu. Katanya bahasanya lebih halus dikit bisa ga sih. > > Setelah dipikir2 emang kurang baik. > > Dan sebagai tindak lanjutnya saya sekali lagi mohon maaf atas nama > etika yang baik dalam berpendapat. Saya sangat sadar bahwa kebebasan > berpikir dan mengeluarkan pendapat emang mutlak adanya. Akan tetapi > harus disertai kebijaksanaan dalam menyampaikannya. Dan saya juga > sadar telah melalaikannya. > > Sekali lagi maaf dan mulai saat ini marilah berlomba-lomba untuk > santun dalam berpendapat. > > DAN INGAT > LOYALITAS KITA BUKANLAH PADA ATASAN. > APALAGI SATKER. > LOYALITAS TERTINGGI KITA ADALAH PADA TUGAS. > PADA NEGARA. > DAN PADA TUHAN. >
