SAYA SETUJU, PIHAK MODERATOR HARUS MENGARAHKAN TULISAN-TULISAN DALAM MILIS INI.
MENURUT PENILAIAN SAYA, TULISAN-TULISAN DALAM MILIS INI, 80 % TIDAK
BERBOBOT SEBAGAI SARANA INFORMASI, PEMBELAJARAN; YANG ADA ADALAH PEMIKIRAN
KONFRONTATIF, DAN INGAT BAHWA TEMPAT KITA INI ADALAH SAWAH LADANG KITA.
MARI KITA MEMBERI SESUATU ( PEMIKIRAN, PENDAPAT, PENILAIAN BAHKAN KELUHAN )
SECARA SANTUN, INGAT INI DUNIA MAYA , YANG PASTI DAPAT DIBACA OLEH ORANG DI
LUAR MEMBERS, SUDAH SEBEGITU DANGKALKAH KITA DALAM BERWACANA ?
YANG JELAS MEDIA INI BUKAN TEMPAT SALING MENGHUJAT.
----- Original Message ----
From: zaenal abidin <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, April 24, 2007 10:49:52 PM
Subject: RE: Balasan: [Perbendaharaan List] Kebusukan-Kebusukan di Ditjen PBN
Yup ......Pak Moderator... ......, tolong diarahkan jalannya milis ini.........
.
sebenarnya saya pernah mencoba untuk mengalihkan sudut pandang kita dalam
milist ini pada masalah-masalah aktual dan urgen yang lain, diluar "mutasi,
pecundang , renumerasi, kebusukkan, dan sejenisnya.. .....yang sepertinya
ya...begitu itu.........
Tapi rupanya Hukum Ekonomi berjalan " dimana bermain permintaan dan penawaran"
Topik agar merubah sudut pandang , sepertinya kurang "diminati" oleh
rekan-rekan dengan berbagai alasan dan pendapatnya masing-masing. .........
Memang manusia itu bersifat keluh kesah....... ....
Kadang- kadang juga melihat rumput tetangga lebih hijau...
Kadang Pelangi itu terlihat indah, diatas kepala orang lain....
Marilah kita belajar untuk dewasa.....
belajar untuk bersyukur... ..
belajar untuk menerima / Tawaddlu.... ..
belajar membaca apa yang ada disekitar kita....
Satu hal yang dibenci kadang mendatangkan kesenangan, satu hal yang disukai
kadang mendatangkan kesusahan. Janganlah merasa aman dengan kesenangan, karena
bisa saja ia menimbulkan kemudharatan. Janganlah merasa putus asa karena
kesulitan, karena bisa jadi akan mendatangkan kesenangan.
"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi
(pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui,
sedang kamu tidak mengetahui." (Al-Baqarah : 216).
Dunia ini berputar.... .kadang diatas, kadang dibawah...
mungkin saat ini kita dapat mengkritik.. .....suatu saat kita akan dikritik....
.
saat ini kita mengalami... .......suatu saat kita.......
Apa yang kita lakukan saat ini akan terekam dalam memory kita sendiri, disaat
kita menerima apa yang orang lain lakukan terhadap kita.......
Segala cobaan itu ada batasnya di sisi-Nya. Jangan mengucapkan kata-kata
makian, karena satu kata yang mengalir dari lidah, dapat membinasakan
seseorang. Seorang mukmin yang kuat akan tegar menghadapi beban berat. Hatinya
tidak akan berubah dan lisannya tidak akan mengucapkan kata-kata yang kurang
berkenan....
Ingatlah sesudah kesulitan/kesusahan itu ada kemudahan... .
Memang boleh mencurahkan isi hati dan luapan uneg-uneg dst.......tapi.
........segala sesuatu ada ukurannya... .....
Bersabarlah Saudaraku... ...
Sikapi apa yang ada.....dengan sikap yang terbaik..... ..
Mohon maaf pbila kurang berkenan
salam
jamur_kuping <[EMAIL PROTECTED] go.id> wrote:
heran saya atas yang ndak puas.
pilihannya gampang.
udah tau kan ? udah pernah di bahas.
terus "gebyah uyah" ?
jadinya lucu. kalo' ndak pernah liat ke bawah.
liatnya sama yang enak-enak mulu.
liatnya sama orang-orang di DJA, DJPU, DJP, DJBC.
cobalah lihat ke bawah.
soal ketidakpuasan penempatan pertama kalian bagi yang Prodip 2005 juga
magang bagi prodip 2006, terus nuduh sembarangan. jangan gitu lah.
nanti akan nambah rasa ketidakpuasan
capek saya.
sebagai moderator.
subjek ini di close.
sampe ada yang baru.
just info. banyak yang di kepegawaian juga monitor milis ini.
----
jamur_kuping
h4nafi [at] depkeu.go.id
ym : h4nafi
This e-mail may contain trade secrets or privileged, undisclosed, or
otherwise confidential information. If you have received this e-mail in
error, you are hereby notified that any review, copying, or distribution of
it is strictly prohibited. Please inform us immediately and destroy the
original transmittal. Thank you for your cooperation.
From: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com
[mailto:perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com] On Behalf Of Puji Sugia
Harjiman
Sent: 25 April 2007 11:34
To: perbendaharaan- [EMAIL PROTECTED] .com
Subject: Re: Balasan: [Perbendaharaan List] Kebusukan-Kebusukan di Ditjen
PBN
Kang Nurman, jangan sinis seperti itu donk sama temen-temen yang dulu
magang di Setditjen. khan Saya bacanya jadi gimanaaa gitu. Padahal
Khan Kang Nurman tahu sendiri saya dapat di Gorontalo... dan Gorontalo
itu bukan bagian dari Sumatera deh.... Gap juga di Bitung... dan
Bitung bukanlah bagian dari Sumatera juga (kecuali diselipin "el" jadi
Belitung, baru itu di Sumatera). Apa anak eks magang di KPPN yang di
Sumatera ga diitung?
kalo memang tidak merasa puas yah semua juga mungkin berperasaan sama.
Hmm, memerlukan pemikiran dan tindakan nyata untuk hal ini...
Kalo dipikir sedih, Yah saya juga sedih... tapi kalo dibuat sedih
tanpa tindakan, rasanya jadi ogah mikirin....
Puji_te@
> nurman_soldier <nurman_soldier@ ...> wrote:
> Sebenarnya terlalu kasar membuat judul seperti diatas. Bagi
> temen-temen yang merasa judul diatas terlalu kasar mohon maaf aja ya.
> Memang belum ada kata-kata yang lebih enak didengar untuk menggantikan
> istilah "pembusukan' diatas. Yang sedikit nyerempet mungkin ya
> "ketidak-adilan, kedzaliman" . Akan tetapi menurut saya sama aja. Toh
> substansinya sama.
>
> Sekali lagi saya mohon maaf. Ditjen PBN itu sangat besar, jadi
> kalaupun ada "pembusukan" tentulah tidak semuanya. Hanya bagian kecil
> saja. Tetapi perlu diingat bahwa kebusukan disatu bagian akan
> menyebabkan penyakit bagi keseluruhan, dalam hal ini adalah Ditjen PBN.
>
> Dalam kacamata wong edan seperti saya tidak terlalu penting
> berkoar-koar dengan asumsi yang merajalela, berwacana yang
> indah-indah, atau berRia-ria dengan harapan kosong. Tetapi adalah
> lebih penting bagi saya menikmati apa yang saya dapat di Ditjen PBN
> ini. Seberapun itu besarnya, atau sedemikian parahnya saya ( dan
> tentunya juga temen2 dan adik2 kelas saya juga) "dibinatangkan" oleh
> oknum-oknum pembusuk di Ditjen PBN ini. Kayaknya perlu saya jelaskan
> juga pa sih pembinatangan itu. Tentunya dalam kacamata wong edan ini
> juga. Pembinatangan dalam pandangan saya adalah menganggap manusia
> (baca: insan Ditjen PBN) layaknya binatang. Tentu temen-temen semua
> mudeng apa sih perbedaaan manusia dan binatang.
>
> kembali ke ke-edanan saya.
>
> Saya ingin sedikit curhat tentang apa-apa yang saya anggap "busuk",
> tentunya dengan niat ikhlas supaya bisa diperbaiki di masa mendatang.
>
> Pertama ketika saya lulus Prodip tahun 2005 saya tidak langsung
> magang. Tapi saya sempet nganggur dikit lah gitu. Tetapi Alhamdulillah
> akhirnya magang juga. Berkas-berkas Pengusulan CPNS kita-kita juga
> udah diserahkan ke Instansi. Kebetulan sebagian besar ke ditjen PBN.
> Saya salah satu yang ditakdirkan di Ditjen PBN. Kita udah "Tsiqoh"
> sama Ditjen ini jadi berkas yang kita kumpulkan dari bulan September
> cepet2 diusulkan sehingga seperti kakak2 kelas
> Sebelumnya, Desember kita dah mulai TMT. Tetapi apa yang terjadi
> penonton, Berkas kita hanya hanya ditumpuk. Untung temen2 yang di KPK
> selalu memantau sehingga merasa aneh dengan keganjilan yang terjadi.
> Kita dah anggap berkas dah diproses. Ternyata setelah ditelusuri oleh
> temen-temen, berkas2 kita belum diapa-apakan. Saya inget waktu itu
> bulan Februari pertengahan. Oh malang nian nasib kita. Udah terlambat
> dua bulan dari yang kita kira-kira. Akhirnya Berkas2 itu kita ambil
> dan pengusulannya kita lakukan sendiri. Saya masih inget keriuhan di
> Lantai 4 Gedung DIA. Kita rame2 input data temen2 Qta sendiri. Kita
> antar sendiri. Akhirnya berkas kita selesai juga untuk langsung
> diajukan ke Setjen Depkeu Biro Kepegawaian. Alhmadulillah kita belum
> terlambat, hampir saja karena keteledoran oknum2 "busuk" di
> kepegawaian. Kita TMT telat 2 bulan bung. Biasanya Desember waktu itu
> Februari. Yang saya bayangkan bagaimana nasib Qta2 dulu itu tanpa
> adanya KPK. Bisa2 Qta bisa seperti anak2 yang di Depdagri. Sampai
> tahun berikutnya Setelah itu aku mulai mencium aroma busuk di Ditjen
> PBN. Terutama di Setditjen.
>
> Ketiga ketika kita penempatan. Kita sangat setuju akan paradigma
> keadilan yang coba ingin kita terapkan. Tapi nanggung pemirsa. Masih
> ada aja temen2 kita yang penempatan di Jawa. Yang saya merasa aneh,
> mereka2 itu yang masih stay di Jawa adalah sebagian dari anak yang
> magang di Setditjen. Okelah mereka cewek. Tapi kenapa ga semua cewek
> penempatan di Jawa. Hati kecil saya bicara pasti ada sesuatu yang coba
> dilegalkan disini.
>
> Yang saya juga sedikit nek juga adalah tidak ada tolok ukur yang jelas
> atas penempatan kita. Maen acak aja. Pake IP keq biar kita-kita yang
> udah belajar serius mendapatkan sedikit penghargaan, bukannya
> pembinatangan. Yang dapat saya lihat temen2 kita yang di Setditjen
> bisa sedikit bernafas lega karena bisa di Sumatra. Cuma karena itu
> pemirsa. Sungguh analogi sampah dah BULSHIT. Cuma karena magang di
> Setditjen bisa penempatan di Sumatra. Bau busuk setditjen tambah
> menyengat bagi saya.
>
> Ketika saya menginjakkan kaki saya di bumi yang baru sungguh saya
> takjub dengan pola mutasi di Ditjen Perbendaharaan. Tanpa kita
> ber-lima pun pekerjaan kantor ini beres. Jadilah kita-kita ini
> pengangguran baru yang digaji oleh pemerintah. Sungguh begitu jauh
> kalau hanya untuk nganggur. Hampir semua dari kita disini jadi tukang
> jaga malam. Hidup di Kantor, makan di kantor, tidur di kantor tanpa
> guna.Yang saya heran mengapa ketika unit Eselon I lainnya di Depkeu
> begitu membutuhkan tenaga-tenaga Prodip seperti kita, begitu susahnya
> Ditjen PBN melepas kita. Tetapi justru mereka sendiri yang
> menelantarkan kita seperti KAMBING.
>
> Hati nurani sayapun menangis. Meskipun saya sendiri tidak seperti
> mereka. Saya satu-satunya anak2 pemempatan baru yang dihargai
> kinerjanya karena saya ditempatkan di salah satu seksi yang lumayan
> ada pekerjaannya.
>
> Itu mungkin sekelumit yang bisa saya sampaikan. Saya tak akan
> menceritakan kebusukan2 yang ada yang telah menimpa adik2 kelas kita
> atau senior2 kita. Biar mereka sendiri yang cerita. Toh mereka juga
> udah punya MILIS sendiri.
>
> Saya kira hal yang menimpa saya ga ada apa2nya dibandingkan apa2 yang
> telah menimpa adik2 kelas kita.
>
> Ini saja dari saya. Semoga akan ada yang menambahkan ataupun
> menyanggah. Silahkan. Ini hanya pendapat pribadi saya aja.
>
> Bagi saya untuk memberangus kebusukan di Ditjen PBN adalah dengan
> memotong oknum2 yang telah menjadikan MAFIA Ditjen ini. Lingkaran
> setan itu harus dipotong habis. Pola mutasi harus bener2 adil dan
> berjalan sehat. Penghargaan atas resiko seorang pegawai Ditjen PBN
> juga harus diwujudkan oleh Ditjen PBN. Itu kalau tidak ingin Eselon I
> ini diisi oleh orang2 dengan tekanan mental yang akut sehingga
> menjadikan kinerjanya Lemot.
>
>
>
>
>
>
> ------------ --------- --------- ---
> Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------ --------- --------- ---
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]