Dear Amir yang hebat dan menyengat,

Amir, saya jujur merinding membaca tulisan kamu. Speechless! "You are is one of 
the extraordinary people that we have". Sebenarnya, dari awal kamu menulis, 
"radar" saya sudah bisa menangkap bahwa kamu "bukan sembarang pria". Namun 
sayang, kita belum saling mengenal. 

Pesan saya kepada Amir dan seluruh insan DJPB, "katakanlah yang hak, walau itu 
pahit" (qullil haqqo walau kaana murron). Tentu saja, yang tidak ada unsur 
fitnah dan disertai solusi yang implementatif seperti ini.

Pesan buat para pembuat keputusan, hal-hal seperti ini seharusnya dicatat, di 
copy-paste, di-save, dan diolah kembali. Termasuk usul milist yang baik-baik 
terdahulu, maupun yang akan muncul ke depan. Bila sangat sibuk dengan tugas 
rutin, bisa didelegasikan kepada "anak magang" atau volunteer yang ikhlas 
kerjanya. Kita punya banyak "free reseachers" di milist ini.

Soekarno pernah berkata, "Berilah aku sepuluh orang pemuda, maka aku akan 
membangun dunia.". Karena saya tidak sekelas Soekarno,  maka saya hanya bisa 
berkata, "Berilah aku 6000 pemuda, maka aku akan membangun DJPB!" 

Warm regards,
Kobir


----- Original Message ----
From: amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, 4 May, 2007 9:08:52 PM
Subject: [Perbendaharaan List] Hayalan KPPN Prima:)

KPPN PRIMA

Kabar mengenai akan dibentuknya KPPN Prima telah membuat warga DJPBN 
merasa gembira dan harap-harap cemas. Gembira karena dengan 
dibentuknya KPPN Prima ada harapan akan diikuti dengan pemberian 
tunjangan khusus yang benar-benar lebih dari cukup, dan harap-harap 
cemas karena mengetahui bahwa dalam waktu dekat tidak semua KPPN 
menjadi KPPN Prima sehingga timbul pertanyaan bagaimana rekrutmen SDM 
bagi KPPN Prima percobaan? Apakah melalui serangkaian tes kompetensi 
dan keahlian seperti yang diterapkan pada KPP Modern di Ditjen Pajak 
ataukah melalui rekrutmen “siluman”, KKN, sajen, pedekate dan 
sebagainya yang tentu saja sudah sangat familiar di kalangan warga 
DJPBN:)

Terlepas dari hal-hal di atas saya mencoba berhayal bagaimanakah KPPN 
Prima nantinya. Berikut hayalan itu:
Struktur KPPN Modern

Struktur KPPN tidak perlu banyak berubah, yang perlu diubah mungkin 
hanyalah Seksi Bank Persepsi di gabungkan dengan Seksi Bank dan Giro 
Pos, dengan pemisahan tugas masing-masing di level Koordinator 
Pelaksana. Hal ini demi efektifitas dan efisiensi kerja KPPN. Seksi-
seksi lainnya tetap yaitu sub bagian umum, dua seksi perbendaharaan 
dan seksi vera. Yang perlu ditambah adalah Account Representatif 
(Konsultan) dan seksi TI/data base. Seksi TI dan data base berisi 
personel yang ahli dibidang TI dan Data Base baik hardware maupun 
software untuk memantau TI yang dipakai operasional KPPN dan bergerak 
cepat jika mencurigai adanya aktivitas yang akan menjadi kendala 
seperti virus/hacker dan sejenisnya serta kerusakan-kerusakan 
lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan menempatkan jabatan 
fungsional TI dan Data Base. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah 
personel di masing-masing seksi disesuaikan dengan beban kerja yang 
telah dihitung secara cermat hingga tidak menciptakan pengangguran 
terselubung yang digaji besar oleh rakyat.

Account Representatif (Konsultan)
Selain memudahkan pencairan dana APBN, ada satu fungsi 
penting yang diemban KPPN yang kelihatannya dianaktirikan atau 
dikesampingkan. Fungsi itu adalah sebagai pembina/asistensi bagi 
satker-satker di daerah dan pemda dalam rangka penerapan sistem 
akuntansi pemerintah (SAP) sesuai dengan standar akuntansi pemerintah 
yang ditetapkan dalam PP No.24/2005. Fungsi AR hendaknya dipisahkan 
dari seksi Vera di KPPN dan bidang Aklap di Kanwil yang tugasnya 
lebih berkonsentrasi pada penyelesaian laporan rutin/periodik. 
Personil yang menjadi AR harus mempunyai kompetensi pemahaman 
akuntansi pemerintah khususnya standar akuntansi pemerintah, software 
dan mekanisme pencairan APBN. Singkatnya yang menjadi AR sebisa 
mungkin pegawai yang memahami tugas2 di seksi perbendaharaan dan 
seksi vera. Fungsi ini sangat penting karena dapat memperlancar tugas 
Departemen Keuangan dalam rangka membuat laporan keuangan pemerintah 
(Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Catatan atas 
laporan keuangan). Dengan adanya tenaga AR ini diharapkan kedepan 
dalam waktu dekat laporan keuangan pemerintah tidak lagi diberikan 
opini disclaimer oleh BPK.

Tata Cara Kerja
Yang harus diubah drastis cara kerjanya adalah seksi 
perbendaharaan karena merupakan ujung tombak pelayanan. Seksi-seksi 
lainnya harus disesuaikan dalam rangka mewujudkan aparat pemerintah 
yang profesional dan melayani yang bekerja secara efektif dan efisien.

Seksi perbendaraan yang selama ini beban kerjanya dibagi 
berdasarkan departemen/lembaga diubah total. Setiap seksi 
perbendaharaan dengan segenap personil yang telah disesuaikan dengan 
kebutuhan berdasarkan beban kerja KPPN harus siap stand by setiap 
saat untuk melayani setiap Bendaharawan dalam rangka pelaksanaan 
APBN. Tidak perduli dari departemen apa, satker mana, belanja apa, 
setiap ada bendaharawan yang akan memproses SPM menjadi SP2D maka 
akan dilayani oleh setiap pegawai yang sedang “off” (tidak sedang 
melayani) sehingga setiap pegawai mempunyai kesempatan yang sama 
untuk melayani. Hal ini berbeda dengan cara kerja sebelumnya yang 
dibagi per satker/departemen yang konsekwensinya setiap hari ada 
pegawai yang sangat sibuk melayani satker dan di sisi lain ada yang 
tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali karena satkernya tidak 
mengajukan SPM. Setiap pekerjaan mempunyai standar waktu masing-
masing berdasarkan tingkat kesulitan dan kerumitannya. Kepala seksi 
dibantu korlak bertugas mendistribusikan pekerjaan sehingga terjadi 
pemerataan beban kerja dan setiap pegawai dapat bekerja secara 
efektif dan efisien dan kalau perlu sesuai dengan target (setiap 
pegawai beberapa SP2D per hari). SPM yang masuk dibatasi waktunya 
sehingga dapat dipisahkan beban kerja hari ini dan hari berikutnya.

Tata cara kerja seperti ini membutuhkan persyaratan sebagai 
berikut:
SDM handal dan kompeten
Setiap pegawai KPPN Prima harus mengerti dan memahami tata 
cara pencairan dana semua Departemen/Satker yang menjadi beban kerja 
KPPN, demikian juga dengan tata cara kerja diseksi lainnya. Jadi 
tidak ada lagi pegawai KPPN dengan pengetahuan yang setengah-
setengah/tanggung, misalnya hanya ahli menangani Satker Departemen PU 
tetapi kalang kabut ketika menangani Satker Departemen Luar Negeri, 
atau ahli menangani SPM gaji/rutin tetapi kalang kabut menangani SPM 
Belanja Modal ataupun pinjaman luar negeri - vice versa. Hal ini akan 
memberi pengaruh positif bagi pegawai KPPN untuk terus mengupgrade 
pengetahuannya sehingga terjadi persaingan yang sehat dalam 
melaksanakan tugas. Pegawai-pegawai yang malas, pilih-pilih, 
tanggung, tidak berkualitas dan tidak memiliki kompetensi tidak akan 
dapat bekerja dengan baik meskipun bergelar SE, MM, MSc dan 
sebagainya:) 

Mutasi internal secara berkala
Karena penghasilan pegawai semuanya sama dan lebih dari 
cukup, maka tidak ada alasan logis untuk menghindari terjadinya 
mutasi. Mutasi harus dilakukan secara berkala (2-3 tahun sekali) 
dalam rangka menjaga integritas dan memelihara pengetahuan pegawai 
terhadap semua pekerjaan di setiap seksi KPPN. Semua pegawai 
seoptimal mungkin pernah merasakan bekerja di seksi yang berbeda. Dan 
bila menolak mutasi ke seksi lain, yang bersangkutan dimutasikan ke 
luar KPPN Prima (ke unit yang tidak memiliki tunjangan khusus).

Teknologi Informasi dan Data Base 
Syarat utama berjalannya KPPN Prima adalah tersedianya 
dukungan TI dan Data Base yang handal, baik SDM, hardware maupun 
software. Dengan dukungan TI dan Data Base ini setiap informasi 
(Peraturan, juklak, juknis, SE, dsb.) yang dibutuhkan pegawai dalam 
rangka menyelesaikan tugasnya dapat diperoleh dan diakses dengan 
cepat.

Gugus Kendali Mutu
KPPN Prima harus mempunyai mekanisme yang efektif dalam 
menginformasikan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan tugas dan 
pekerjaan KPPN. Selain itu harus dibuka peluang bagi setiap pegawai 
KPPN Prima untuk memberikan ide, saran, gagasan, terobosan atau 
apapun namanya yang dapat membantu kelancaran tugas-tugas dan 
pekerjaan dalam rangka melayani klien. Jaman dahulu pernah ada 
kegiatan “GKM” (gugus kendali mutu) untuk mengupdate pengetahuan 
karena adanya mekanisme/peraturan baru. Mungkin hal semacam ini perlu 
dibangkitkan kembali secara berkala.

Evaluasi serta reward & punishment
Harus disusun kode etik pegawai serta standar dan pedoman 
evaluasi kinerja bagi setiap pegawai KPPN Prima. Berdasarkan standar 
dan pedoman tersebut setiap pegawai dapat dinilai kinerjanya secara 
fair dan terbuka (transparan) dalam waktu tertentu agar dapat 
ditentukan apakah akan diberikan reward ataupun punishment. Diberikan 
reward bila kinerja baik, sesuai target apalagi melebihi target.. 
Reward dapat berupa plakat pegawai terbaik, kesempatan utama diklat, 
kenaikan angka kredit, hingga usulan kenaikan pangkat istimewa 
ataupun rekomendasi/ catatan khusus untuk mendapatkan peluang utama 
untuk suatu jabatan (korlak, kepala seksi ataupun kepala kantor). 
Punishment dapat berupa teguran, mutasi keluar KPPN Prima, hingga 
hukuman berat lainnya sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku.

Mekanisme Feed Back
Diperlukan suatu mekanisme yang memungkinkan aparat pengawas 
di luar KPPN Prima mendeteksi suatu ketidakberesan yang terjadi 
walaupun ditutupi oleh internal KPPN Prima. Salah satu contohnya 
adalah seperti yang diterapkan di KPK, dengan memeriksa setiap 
pengaduan yang masuk meskipun tidak disertai nama dan identitas 
pelapor (surat kaleng) serta membuat berita acara pengaduan dan 
tindak lanjutnya yang dapat diketahui, diakses ataupun dilaporkan 
kepada publik secara berkala (transparant) .

Sekian dulu hayalan saya tentang KPPN Prima. Dan mudah-mudahan 
hayalan ini bukan cuma mimpi sehingga harapan agar DJPBN menjadi 
instansi membanggakan dan dibanggakan dengan mengedepankan 
profesionalisme, pelayanan dan good governance.

Apa teman-teman yang lain punya hayalan dan mimpi yang sama atau ada 
hayalan dan mimpi yang lain? Coba di sharing, siapa tahu ada malaikat 
yang mendengarkan dan bisa menjadi masukan:)




Send instant messages to your online friends http://au.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]



 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke