tengkyu buat tanggapannya...
sebenarnya ide ini tadinya cuma gimana sih cara mengeliminasi tingkat
korupsi, siapa tau ada cara yang lbh efektif... mungkin lebih tepat
dibilang wacana...
saya dulu teringat oleh salah 1 profesor saya yang bertanya begini:
why, in your country (indonesia), in which almost 99% of the
population have religions, has the corruption rate been high? mean
while, in some countries with most of the citizens do not believe in
god, the corruption rate is relatively low? in fact for those who
believe in god, just like most people in your country, reveal that
religion brings the truth. it means that, your country should have
lower corruption than others...

nah loh...
gimana dong jawabnya?
ya udah saat itu cuma gw bilang... because god is invisible... but the
police and other people who have powers to enforce the law and give
punishment to those who corrupt are visible...
people are not really fear of god

gimana bang maryadi, kang acep, dan milisi lainnya.. mungkin ada
masukan lain...(fraksi2 laennya kl pake istilah bang maryadi heheh)?
thanx 
wassalamualaikum

--- In [email protected], "maryadi"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Waalaikumsalam Wr.Wb.
> salam suejuk
> 
> maaf kang acep, saya tidak mengatakan bahwa bea ekstra itu dianggarkan
> di kontrak, tp dikalkulasikan. saya memang blm ahli meneliti kontrak,
> tp spengetahuan saya bahwa dlm kontrak ada yg namanya eligible cost
> dan ineligible cost. jd by ekstra ini jelas ineligible cost dan pasti
> jg diluar apbn. meskipun tdk mnutup kmungkinan by ini akan diselipkan
> dlm kontrak. bisa aja mengurangi margin keuntungan ato yg lainnya
> (sapa yg tahu?). klo pnyambutan rekanan dgn senyum manis/pahit, ini yg
> kta benahi sama2 (mulai dari diri sendiri).
> 
> mengenai adanya pergeseran pelayanan jasa publik, saya jg masih
> mikirin itu. tp apa kta jg mempermasalahkan jasa pengiriman surat yg 
> biasa, kilat, dan kilat khusus dan jembatan suramadu.
> 
> spengetahuan saya dr ide yg ptama dlontarkan, bhw penerimaan jasa ini
> akan di sharing sbg penerimaan negara dan kesejahteraan pegawai. jd ga
> smua buat diri sendiri, tp juga buat masyarakat (iya khan).
> 
> masalah tagihan listrik, air dan pam. silahkan yg ahli d
> perbendaharaan, ini kesempatan anda menunjukkan kesaktian ;-) tp masa
> sih tagihan ini pk jasa kilat, rasanya sudah ada aturannya (maklum ya
> saya blm pernah di perbend). 
> 
> saya blm bisa mengatakan setuju/tidak setuju dgn ide ini, karna masih
> menunggu pandangan dari fraksi2 (heee kaya lagi sidang)
> 
> monggo fraksi a, fraksi b, fraksi c
>


Kirim email ke