Diakui atau tidak, kalau memang hasil seleksi yang didapat jauh di bawah prediksi, seleksi tahap I dapat dikatakan "hampir" atau "belum" berhasil, kalau tidak mau dibilang gagal untuk menjaring beberapa ratus pegawai terprima di se-antero PBN. Praktek-praktek di bawah ini bisa jadi penyebab "ke-belum-berhasilan seleksi;
1. Praktek penunjukan langsung (tanpa perstujuan ybs) Ini dialami oleh para pegawai di beberapa Kanwil. Yang memliki otoritas beranggapan bahwa SIM (baca SIK) yang dimiliki sudah sempurna. Padahal, SIK tidak mampu menjawab kesediaan pegawai ybs untuk diikutkan dalam proses seleksi. Akibatnya, tingkat komitmen kandidat dalam mengikuti proses seleksi tidak terpompa sampai level yang paling tinggi dan bermunculanlah asumsi bahwa sebagian peserta seleksi tidak serius mengikuti tes, dengan beberapa alasan yang juga diasumsikan. 2. Pembatasan peserta dari segi usia Saya tidak sepenuhnya yakin bahwa pegawai di KPPN Prima akan selalu duduk sepanjang waktu dengan tumpukan kertas yang harus diselesaikan dalam dua kejap mata dan super exhausted seperti berlari maraton sehingga hanya orang-orang dengan batas usia tertentu saja yang sanggup menjalaninya. Dengan kata lain, diasumsikan bahwa pegawai berusia di atas limit tidak akan mampu bersaing dengan pegawai yang berada dalam kelompok usia di bawahnyasprint sehingga mereka. Cobalah beri kesempatan kepada semua anak bangsa di Organisasi ini untuk perperan serta dalam mewujudkan visi "baru". Biarkan mereka memilih, apakah ingin adem ayem dan mapan di tempatnya sekarang atau mencari tantangan baru. Bersambung.....
