Saya punya pendapat neh buat para miliser ttg seleksi tahap II KPPN 
Prima. Kalo materi yg di ujikan atau konsep ujian sama dg tahap I 
tentunya tidak fair. krn udah banyak yg bocor & tentunya banyak para 
peserta seleksi II yg lulus.
nah buat para peserta tahap II buktikan merahmu.kan kemaren ada yg 
bilang neh kalo peserta tes thp I banyak yg ga lulus krn kurang 
integritas.Bagaimana dg anda?...tp kalo materinya sama ya sama juga 
bohong...
seleksi KPPN Prima inilah yg saya sebut 3M
1. Mulai dari diri sendiri
2. Mulai dari hal kecil
3. mulai sekarang
 
--- In [email protected], "musukhal" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Diakui atau tidak, kalau memang hasil seleksi yang didapat jauh di 
> bawah prediksi, seleksi tahap I dapat dikatakan "hampir" 
atau "belum" 
> berhasil, kalau tidak mau dibilang gagal untuk menjaring beberapa 
> ratus pegawai terprima di se-antero PBN. Praktek-praktek di bawah 
ini 
> bisa jadi penyebab "ke-belum-berhasilan seleksi;
> 
> 1. Praktek penunjukan langsung (tanpa perstujuan ybs)
> Ini dialami oleh para pegawai di beberapa Kanwil. Yang memliki 
> otoritas beranggapan bahwa SIM (baca SIK) yang dimiliki sudah 
> sempurna. Padahal, SIK tidak mampu menjawab kesediaan pegawai ybs 
> untuk diikutkan dalam proses seleksi. Akibatnya, tingkat komitmen 
> kandidat dalam mengikuti proses seleksi tidak terpompa sampai 
level 
> yang paling tinggi dan bermunculanlah asumsi bahwa sebagian 
peserta 
> seleksi tidak serius mengikuti tes, dengan beberapa alasan yang 
juga 
> diasumsikan.
> 
> 2. Pembatasan peserta dari segi usia
> Saya tidak sepenuhnya yakin bahwa pegawai di KPPN Prima akan 
selalu 
> duduk sepanjang waktu dengan tumpukan kertas yang harus 
diselesaikan 
> dalam dua kejap mata dan super exhausted seperti berlari maraton 
> sehingga hanya orang-orang dengan batas usia tertentu saja yang 
> sanggup menjalaninya. Dengan kata lain, diasumsikan bahwa pegawai 
> berusia di atas limit tidak akan mampu bersaing dengan pegawai 
yang 
> berada dalam kelompok usia di bawahnyasprint sehingga mereka. 
> Cobalah beri kesempatan kepada semua anak bangsa di Organisasi ini 
> untuk perperan serta dalam mewujudkan visi "baru". Biarkan mereka 
> memilih, apakah ingin adem ayem dan mapan di tempatnya sekarang 
atau 
> mencari tantangan baru.
> 
> Bersambung.....
>


Kirim email ke