Kalo kita perhatikan dengan seksama dan dalam tempo yang sepanjang- panjangnya (ce ile kaya' teks proklamasa aja......bukan proklamasi lho...) hehehe........ sepertinya budaya SERVICE masih ada ( seperti yang dikatakan mas heryanto sijabat "Membayarkan Tagihan Hotel, Memberi Oleh-oleh, Tiket dan dilengkapi dengan Amplop Ucapan Terima Kasih atau setoran tertentu ke pimpinan.")........ biasanya terjadi di kantor Vertikal seperti KPPN yang dinilai menghasilkan... Kalo ada tamu baik dari Kanwil ato pejabat ato Pemeriksa yang datang,biasanya diminta untuk men-SERVICE......yang paling menyedihkan hal tsb inisiatif dari pejabat di KPPN sendiri, katanya biar Kantor kita dinilai baek....... ini mesti jadi perhatian juga..Karena dalam DIPA untuk menjamu Tamu tidak ada.. Hal ini yang jadinya akan menimbulkan bibit2 korupsi........ bagaimana tidak...kalo dana tidak ada trus nyarinya dari mana??!!!!! pasti akan mencari-cari sumbernya......... Bayangkan di suatu tempat di antah berantah...ada konfirmasi data aja 3 orang yang datang selama +/- 2 hari disuatu KPPN Negeri tetangga menghabiskan +/- 1,5 juta..itu baru 1 kegiatan
Semoga hal2 tsbt tidak menjadi contoh bagi generasi kita yang menginginkan adanya suatu perubahan ke arah yang lebih baik........... salam kenal untuk semua... Kalau ada tulisan saya yang kurang berkenan saya mohon maaf....... On 6/22/07, Heryanto Sijabat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dear Milist yang saya hormati dan cintai, > > Setelah kita membaca banyak tentang integritas yang ditonjolkan dalam > pelaksanaan KPPN Percontohan, ada beberapa hal yang menarik untuk disikapi > yaitu > salah satunya adalah Budaya "SERVICE" ke dalam dan ke luar Organisasi. > > Dari hasil temuan NGO yang bergerak dibidang anti corruption, ditemukan > ada "Budaya" yang tidak mendukung reformasi, mereka menyebutkan bahwa Budaya > "SERVICE" ke dalam dan ke luar Organisasi. Termasuk dalam pemerintahan. > > Pemberian "SERVICE" yang tentunya berada diluar yang telah ditetapkan > dalam DIPA > seperti Membayarkan Tagihan Hotel, Memberi Oleh-oleh, Tiket dan dilengkapi > dengan Amplop Ucapan Terima Kasih atau setoran tertentu ke pimpinan. > "SERVICE" ini secara legal biasanya sulit dibuktikan. > > "SERVICE" itu diberikan kepada oknum pegawai atau oknum pimpinan dari > Kantor Pusat, Kantor Wilayah atau Auditor. Biasanya "SERVICE" itu diberikan > katanya untuk menjaga hubungan kerjasama agar dapat terus berjalan dengan > baik. > > Tapi sepengetahuan saya di DJPBN "SERVICE" seperti ini belum ditemukan. > Semoga tetap dapat dipertahankan..... > > Kalau ada tulisan saya yang salah mohon dikoreksi. > > Siapa yang memiliki mata hendaklah dapat melihat. > Siapa yang memiliki telinga hendaklah dapat mendengar. > > God Bless You > > Salam Perubahan > > HERYANTO SIJABAT > > > > > --------------------------------- > Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who > knows. > Yahoo! Answers - Check it out. > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
