Menurut hasil penerawangan loesi setelah 'nglajengaken mlampah' ke KPPN2 tetangga dapat loesi simpulkan(ini subyektif lho) memang terjadi penurunan semangat kerja. Pengaruh yang terbesar adalah pada KPPN yang akan dijadikan percontohan. Mereka yang gikut seleksi n yg gagal test pada bingung akan nasibnya nanti yang g jelas(karena belum ada satu peraturan yang mengatur tentang nasib mereka, yang ada cma gosip, wacana, etc lah yang ndak punya payung hukum). Untuk KPPN lainnya gak ada pengaruh yang besar(yang jelas kerjaan masih lancar, yang datang terlambat masih banyak, yang numpang absen doang jga ada) soalnya dah pada nothing to lose.
Tapi yang jelas apapun putusan sing mbaurekso, kita mah nderek mawon. Abdi dalem kadus manut dumateng kanjeng sultan DJPB. --- In [email protected], "Poetoe Bagoes Permana" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > ada pendapat teman kantor saya yang ingin disampaikanb pd milis ini. > dengan semua atensi para pegawai Ditjen PBN diseluruh indonesia pada > proses pembentukan kppn percontohan, terdapat beberapa hal yang perlu > juga diperhatikan. > pertama, bnyk pegawai yang menurun semangat kerjanya, karena sedang > bingung mikirin kemana dirinya akan terdampar dengan adanya kppn > percontohan di tiap provinsi. jangankan lulus seleksi, mau ngikut aja > ga bisa karena tdk memenuhi syarat. > hal ini juga dirasakan bagi pegawai kppn provinsi yang tidak lulus tes > tahap pertama. > kedua, hal2 seperti penyusunan LKPP tidak lagi terdengar gaungnya > padahal baru aja RAKOR. gimana tindak lanjut LKPP yang disclaimer? > LKPP minta di"prima"in juga tuh..... > > salam. >
