Mohon maaf ikut ngomentari,
Mungkin ini tambahan dari saya, untuk help desk sangat banyak membantu
seperti apa yang diuraikan bapak dengan idenya yang sangat bagus (yang
nantinya) dengan hanya memasukan 5 digit nomor pendaftaran/register akan
diketahui dimana dokumen satker berada. Namun pak tentunya dengan cara seperti
ini akan membuat mereka bolak balik (untuk setiap saat datang) ke KPPN hanya
untuk menanyakan hal seperti ini.
Saran saya ada baiknya KPPN membuat hotline (hunting) yang kapan saja akan
diinformasikan jika diperlukan oleh stakeholder atau layanan via SMS ke Nomor
XXXX (Menanyakan berbagai hal yang diperlukan).
Tapi pak dari tadi postingan tentang KPPN Percontohan ini sebenarnya udah di
luncurkan belum pak secara resmi...diseluruh indonesia, (mohon maaf saya sudah
lama tidak mengikuti perkembangan milis ini) kok saya sendiri jadi bingung nih
katanya awal juli dan mengenai TSA bagaimana ya perkembangannya ? Dan Bagaimana
nih informasi yang simpang siur dengan reformasi birokrasi di Depkeu, saya
dapat kabar di KPPN di NTT katanya di Demo oleh Anggota dewan di sana, kali
mereka iri ya.. (mohon maaf jadi menyimpang)
Wassalam
dedi ti Mamuju
Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
terimakasih tanggapan dan sumbangan pikiran yang telah Mas Harsono
sampaikan ke saya. dan terimakasih pula atas "keyakinan" Mas Harsono
bahwa niat saya akan menggugah pejabat yang lain
Keyakinan ini tentunya menambah semangat saya.
memang selain 6 komputer di Front Office, ada lagi 2 buah komputer di pasang di
dekat pintu masuk. satu komputer untuk consulting, dan satu lagi Help desk.
maksud nya apabila stake holder merasa kurang puas dengan penolakan korpel,
maka kepala seksi akan datang ke depan duduk di komputer konsulting tadi..
menjawab sekaligus mengecek lagi kekurangan kekurangan pengajuan SPM yang
ditolak oleh Korpel.
sedangkan komputer help desk, akan memberikan informasi apa saja yang
diperlukan oleh stake holder..
kami di jawa tengah sedang mengadakan percobaan, membuat aplikasi sendiri untuk
help desk ini.. sehingga dibuat mudah sekali pengoperasian nya.. bahkan anak
kecil pun seharus nya bisa meng acces keterangan mengenai proses SPM menjadi
SP2D.. tinggal pencet 5 digit nomor register.. akan muncul keterangan satker
nya.. dan sudah di mana proses SPM menjadi SP2D nya.. hal ini kami yakini akan
dapat berjalan tanpa bantuan dari pegawai KPPN, karena kebanyakan satker
mengirim cleaning service, atau kadang menyuruh tukang becak untuk mengecek
proses SPM yang di masukkan tadi pagi..
dengan ada nya help desk tersebut, stake holder bisa mengetahui bahwa SP2D nya
sudah dikirim ke Bank.. atau masih di Bagian Umum.
dan mudah2an kalau kontrak dengan BO1 sudah di tanda tangan.. kami akan
tawarkan ke BO1 untuk buka cabang pembantu di dalam gedung KPPN Percontohan..
wah kalau sudah gitu.. pelayanan bisa SUPER PRIMA.. he he..
demikian dulu dari saya.
terimakasih mas Harsono..
masukkan nya sangat bermanfaat..
saya kebetulan akan pergi lagi ke KPPN
untuk membawa masukan masukan dari temen temen semua..
wassalam
Goodman_neverdies <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Yth. Temen temen anggota milis,
Assalamualaikum Wr.Wb, Salam Sejahtera untuk kita semua,
Selamat dan apresiasi yang setinggi tingginya atas semangat dan perhatian Bapak
terhadap KPPN Percontohan. Saya yakin niat bapak yang baik ini akan menggugah
pejabat yang lainnya.
Dari gambaran yang dipaparkan dapat saya tangkap bahwa telah terjadi
peningkatan efisiensi waktu penyelesaian SP2D. Namun demikian masih
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
[Non-text portions of this message have been removed]