Yth Miliser,
Assalamualaikum Wr.Wb, salam sejahtera untuk kita semua.
Sebelumnya saya minta maaf jika isi tulisan ini tidak berkenan di hati. Tapi
saya percaya bahwa perbedaan sudut pandang akan menciptakan satu alternatif
solusi yang lebih baik.
Ide pembuatan/ pemasangan slogan ' Anti Suap/Pungli" menurut saya terlalu
berlebihan. Apa malah tidak membuat orang tersenyum simpul? Hmmm...ini kantor
tulisan sama kenyataannya kok beda banget. Jangan sampai slogan tersebut hanya
akan menjadi hiasan dinding saja.
Sidang miliser yang saya kasihi,
Recruitmen yang baru baru ini diadakan menghendaki bahwa perubahan pola
pelayanan dimulai dari dalam diri pegawai. Artinya tanpa slogan/ tulisan
pegawai seharusnya paham betul apa yang boleh dan apa yang tidak boleh tentu
saja sesuai kode etik Ditjen Perbendaharaan.
Saya menyadari bahwa kadang suatu kebijakan tidak sepenuhnya untuk
dilaksanakan. Sebagai ilustrasi, pungli dan sejenisnya itu sudah diharamkan
sejak dulu, tapi kadang ada saja pejabat/ pegawai pusat/instansi vertikal
(Kanwil) ketika sowan ke daerah seperti mengharapkan sesuatu. Paradigma ini
harus diubah. Untuk itu perlu di adakan komitment antara kantor daerah dengan
instansi vertikal/ pusat.
Maksud saya adalah, Kanwil (Kakanwil) didampingi kepala Kantor mengundang
KPA (dan Bendahara). Dalam forum tersebut dijelaskan/ disosialisasikan bahwa
Dep Keuangan ( khususnya DJPB ) telah mengadakan reformasi di bidang
birokrasi. Yang menekankan pada pelayanan prima. Bahwa untuk mengurus segala
sesuatu yang berkaitan dengan APBN (penelahan DIPA) dan pencairan/ penerbitan
DIPA tidak dipungut biaya apapun. Bahkan bagi pihak yang menerima ataupun
memberi uang untuk pelayanan yang diberikan Kanwil dan KPPN, kedua pelaku
dapat dijerat dengan tindak pidana korupsi. Untuk itu diharapkan kerja sama
dari KPA dan Bendahara agar dalam mengurus berkas keuangannya (DIPA/ SPM) baik
itu di Kanwil maupun KPPN untuk tidak memberikan imbalan dalam bentuk apapun.
Jika hal ini benar benar diterapkan, Insya Allah DJPB akan jauh lebih bersih
dari sekarang. Multiplier efeknya; kepercayaan stake holder akan meningkat;
wibawa DJPB (terutama pegawainya) di mata masyarakat akan terangkat; pegawai
akan semakin bersemangat dalam mengemban tugasnya; kinerja/ pelayanan Kanwil/
KPPN meningkat; tingkat kepuasan stake holder meningkat....dst.
Kiranya sekelumit pemikiran ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Salam Perubahan,
Harsono BW
Nip.060080834
---------------------------------
Take the Internet to Go: Yahoo!Go puts the Internet in your pocket: mail, news,
photos & more.
[Non-text portions of this message have been removed]