Tambahan satu lagi solusi untuk menghindari Global Warming: Bersepeda ke kantor (bike2work <http://b2w-indonesia.or.id>).
Selain sehat, hemat, dan juga bermanfaat:) Ayo jangan ragu, bersepeda mulai saat ini. -Dhani- On 7/30/07, Heryanto Sijabat <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Info dari mailist sebelah, > Mudah2an dapat berguna untuk kita semua. > > *Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam* > > Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah > suatu > masalah yang perlu kita risaukan. > > "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa > mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah > Anda berpikir. > > Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC) > memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya > sangat > mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan > suhu > merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 0,3o C. Jika peningkatan suhu > itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari sekarang) > lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih > terus > memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga > kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas, > jutaan > orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu. > Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama makin > luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap, > begitu pula nyawa manusia. > > *Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi*. Sepanjang tahun 1980-2002, > suhu > minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun. > Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C > per > tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu > menyelimuti > satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di > Papua. > > Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir > dan > Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan. > Ternyata, > permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu bumi > terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di > Jakarta > (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti : > Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya. > > Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah seharusnya > kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara. Es > yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan > permukaan > laut bumi termasuk laut di seputar Indonesia terus meningkat. > Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga garis > kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun mendatang > sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan > orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat > tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai. > > Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR), > menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi > gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah) > yang > dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah > untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa > menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer). > Penipisan > lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan > lapisan > teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari > (termasuk > ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek ini > juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan > konsentrasi > gas rumah kaca tadi. > > Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas rumah > kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin, gas > alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun > membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang juga > masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan > clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses > pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan sapi. > Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara > itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model > lama. > Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca. > > Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim. > Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah memasuki > bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan, > dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus > bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal. Banyak > orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih > dari > separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal 35% > rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya > udara > Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi > masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif > Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas > malu > karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang gas > rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah > menjadi permukiman atau > hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang, 5 > tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan > yang > habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat itu, > anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih. > > Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas planet > Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk > anak-anak kita nanti. > > Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi : > > 1. Matikan listrik. > (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan > standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak. > Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN > menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi). > 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya > agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet). > 3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%). > 4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala. > Atur > suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C). > 5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll). > 6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater. > 7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda. > 8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang > memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon. > 9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara). > 10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu). > 11. Say no to plastic. > Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar. > Atau > Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali. > 12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka > turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi. > > --------------------------------- > > . > > > -- -Dhani- http://sidhani.blogspot.com [Non-text portions of this message have been removed] Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun. Hentikan sekarang juga. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
