ngantor.........nge 'pit'??
sapa takut....??

kn ke kantornya biasane jln kaki..
he he...
kluar rumah jalan trus naik mobil (angkot) trus jln lage
he he ..

liat2 di situsnya sepeda2 kaya' itu lho ....
'nogylop' atawa 'detinu'........
yg mau berkelas ada yg diatas 10 jt kok...
jelas banget GENGSInya...
ampe ndak kesampean saya neh...

tetep PISS...
4 Oi n SlankerS
Assalamu'alaikum



On 7/30/07, Dhani Chagi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tambahan satu lagi solusi untuk menghindari Global Warming:
> Bersepeda ke kantor (bike2work <http://b2w-indonesia.or.id>).
>
>
> Selain sehat, hemat, dan juga bermanfaat:)
> Ayo jangan ragu, bersepeda mulai saat ini.
>
>
> -Dhani-
>
>
>
> On 7/30/07, Heryanto Sijabat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> >   Info dari mailist sebelah,
> > Mudah2an dapat berguna untuk kita semua.
> >
> > *Tahun 2040 : 2.000 pulau tenggelam*
> >
> > Mungkin Anda menduga, udara yang akhir-akhir ini makin panas, bukanlah
> > suatu
> > masalah yang perlu kita risaukan.
> >
> > "Mana mungkin sih tindakan satu-dua makhluk hidup di jagat semesta bisa
> > mengganggu kondisi planet bumi yang mahabesar ini?" barangkali begitulah
> > Anda berpikir.
> >
> > Baru-baru ini, Inter-governmental Panel on Cimate Change (IPCC)
> > memublikasikan hasil pengamatan ilmuwan dari berbagai negara. Isinya
> > sangat
> > mengejutkan. Selama tahun 1990-2005, ternyata telah terjadi peningkatan
> > suhu
> > merata di seluruh bagian bumi, antara 0,15 – 0,3o C. Jika peningkatan
> suhu
> > itu terus berlanjut, diperkirakan pada tahun 2040 (33 tahun dari
> sekarang)
> > lapisan es di kutub-kutub bumi akan habis meleleh. Dan jika bumi masih
> > terus
> > memanas, pada tahun 2050 akan terjadi kekurangan air tawar, sehingga
> > kelaparan pun akan meluas di seantero jagat. Udara akan sangat panas,
> > jutaan
> > orang berebut air dan makanan. Napas tersengal oleh asap dan debu.
> > Rumah-rumah di pesisir terendam air laut. Luapan air laut makin lama
> makin
> > luas, sehingga akhirnya menelan seluruh pulau. Harta benda akan lenyap,
> > begitu pula nyawa manusia.
> >
> > *Di Indonesia, gejala serupa sudah terjadi*. Sepanjang tahun 1980-2002,
> > suhu
> > minimum kota Polonia (Sumatera Utara) meningkat 0,17o C per tahun.
> > Sementara, Denpasar mengalami peningkatan suhu maksimum hingga 0,87 o C
> > per
> > tahun. Tanda yang kasatmata adalah menghilangnya salju yang dulu
> > menyelimuti
> > satu-satunya tempat bersalju di Indonesia , yaitu Gunung Jayawijaya di
> > Papua.
> >
> > Hasil studi yang dilakukan ilmuwan di Pusat Pengembangan Kawasan Pesisir
> > dan
> > Laut, Institut Teknologi Bandung (2007), pun tak kalah mengerikan.
> > Ternyata,
> > permukaan air laut Teluk Jakarta meningkat setinggi 0,8 cm. Jika suhu
> bumi
> > terus meningkat, maka diperkirakan, pada tahun 2050 daera-daerah di
> > Jakarta
> > (seperti : Kosambi, Penjaringan, dan Cilincing) dan Bekasi (seperti :
> > Muaragembong, Babelan, dan Tarumajaya) akan terendam semuanya.
> >
> > Dengan adanya gejala ini, sebagai warga negara kepulauan, sudah
> seharusnya
> > kita khawatir. Pasalnya, pemanasan global mengancam kedaulatan negara.
> Es
> > yang meleleh di kutub-kutub mengalir ke laut lepas dan menyebabkan
> > permukaan
> > laut bumi – termasuk laut di seputar Indonesia – terus meningkat.
> > Pulau-pulau kecil terluar kita bisa lenyap dari peta bumi, sehingga
> garis
> > kedaulatan negara bisa menyusut. Dan diperkirakan dalam 30 tahun
> mendatang
> > sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam. Bukan hanya itu, jutaan
> > orang yang tinggal di pesisir pulau kecil pun akan kehilangan tempat
> > tinggal. Begitu pula asset-asset usaha wisata pantai.
> >
> > Peneliti senior dari Center for International Forestry Research (CIFOR),
> > menjelaskan, pemanasan global adalah kejadian terperangkapnya radiasi
> > gelombang panjang matahari (disebut juga gelombang panas / inframerah)
> > yang
> > dipancarkan bumi oleh gas-gas rumah kaca (efek rumah kaca adalah istilah
> > untuk panas yang terperangkap di dalam atmosfer bumi dan tidak bisa
> > menyebar). Gas-gas ini secara alami terdapat di udara (atmosfer).
> > Penipisan
> > lapisan ozon juga memperpanas suhu bumi. Karena, makin tipis lapisan
> > lapisan
> > teratas atmosfer, makin leluasa radiasi gelombang pendek matahari
> > (termasuk
> > ultraviolet) memasuki bumi. Pada gilirannya, radiasi gelombang pendek
> ini
> > juga berubah menjadi gelombang panas, sehingga kian meningkatkan
> > konsentrasi
> > gas rumah kaca tadi.
> >
> > Karbondioksida (CO2) adalah gas terbanyak (75%) penyumbang emisi gas
> rumah
> > kaca. Setiap kali kita menggunakan bahan bakar fosil (minyak, bensin,
> gas
> > alam, batubara) untuk keperluan rumah tangga, mobil, pabrik, ataupun
> > membakar hutan, otomatis kita melepaskan CO2 ke udara. Gas lain yang
> juga
> > masuk peringkat atas adalah metan (CH4,18%), ozone (O3,12%), dan
> > clorofluorocarbon (CFC,14%). Gas metan banyak dihasilkan dari proses
> > pembusukan materi organic seperti yang banyak terjadi di peternakan
> sapi.
> > Gas metan juga dihasilkan dari penggunaan BBM untuk kendaraan. Sementara
> > itu, emisi gas CFC banyak timbul dari sistem kerja kulkas dan AC model
> > lama.
> > Bersama gas-gas lain, uap air ikut meningkatkan suhu rumah kaca.
> >
> > Gejala sangat kentara dari pemanasan global adalah berubahnya iklim.
> > Contohnya, hujan deras masih sering datang, meski kini kita sudah
> memasuki
> > bulan yang seharusnya sudah terhitung musim kemarau. Menurut perkiraan,
> > dalam 30 tahun terakhir, pergantian musim kemarau ke musim hujan terus
> > bergeser, dan kini jaraknya berselisih nyaris sebulan dari normal.
> Banyak
> > orang menganggap, banjir besar bulan Februari lalu yang merendam lebih
> > dari
> > separuh DKI Jakarta adalah akibat dari pemanasan global saja. Padahal
> 35%
> > rusaknya hutan kota dan hutan di Puncak adalah penyebab makin panasnya
> > udara
> > Jakarta . Itu sebabnya, kerusakan hutan di Indonesia bukan hanya menjadi
> > masalah warga Indonesia , melainkan juga warga dunia. Direktur Eksekutif
> > Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), mengatakan, Indonesia pantas
> > malu
> > karena telah menjadi Negara terbesar ke-3 di dunia sebagai penyumbang
> gas
> > rumah kaca dari kebakaran hutan dan pembakaran lahan gambut (yang diubah
> > menjadi permukiman atau
> > hutan industri). Jika kita tidak bisa menyelamatkan mulai dari sekarang,
> 5
> > tahun lagi hutan di Sumatera akan habis, 10 tahun lagi hutan Kalimantan
> > yang
> > habis, 15 tahun lagi hutan di seluruh Indonesia tak tersisa. Di saat
> itu,
> > anak-anak kita tak lagi bisa menghirup udara bersih.
> >
> > Jika kita tidak secepatnya berhenti boros energi, bumi akan sepanas
> planet
> > Mars. Tak akan ada satupun makhluk hidup yang bisa bertahan, termasuk
> > anak-anak kita nanti.
> >
> > Cara-cara praktis dan sederhana 'mendinginkan' bumi :
> >
> > 1. Matikan listrik.
> > (jika tidak digunakan, jangan tinggalkan alat elektronik dalam keadaan
> > standby. Cabut charger telp. genggam dari stop kontak.
> > Meski listrik tak mengeluarkan emisi karbon, pembangkit listrik PLN
> > menggunakan bahan baker fosil penyumbang besar emisi).
> > 2. Ganti bohlam lampu (ke jenis CFL, sesuai daya listrik. Meski harganya
> > agak mahal, lampu ini lebih hemat listrik dan awet).
> > 3. Bersihkan lampu (debu bisa mengurangi tingkat penerangan hingga 5%).
> > 4. Jika terpaksa memakai AC (tutup pintu dan jendela selama AC menyala.
> > Atur
> > suhu sejuk secukupnya, sekitar 21-24o C).
> > 5. Gunakan timer (untuk AC, microwave, oven, magic jar, dll).
> > 6. Alihkan panas limbah mesin AC untuk mengoperasikan water-heater.
> > 7. Tanam pohon di lingkungan sekitar Anda.
> > 8. Jemur pakaian di luar. Angin dan panas matahari lebih baik ketimbang
> > memakai mesin (dryer) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
> > 9. Gunakan kendaraan umum (untuk mengurangi polusi udara).
> > 10. Hemat penggunaan kertas (bahan bakunya berasal dari kayu).
> > 11. Say no to plastic.
> > Hampir semua sampah plastic menghasilkan gas berbahaya ketika dibakar.
> > Atau
> > Anda juga dapat membantu mengumpulkannya untuk didaur ulang kembali.
> > 12. Sebarkan berita ini kepada orang-orang di sekitar Anda, agar mereka
> > turut berperan serta dalam menyelamatkan bumi.
> >
> > ---------------------------------
> >
> > .
> >
> >
> >
>
>
>
> --
> -Dhani-
> http://sidhani.blogspot.com
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga.
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke