Hmmm....yg ini juga bagus utk di reply......

Djoko Brewok Lebat Banget <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Hehehehe.....emang kenyataan di (hampir) semua kantor seperti itu mas
Firbana. Jangankan kepala Seksi, Kepala kantor saja kadang kagak
ngarti siapa bawahannya yang seharusnya mengerjakan sesuatu tugas yang
sifatnya insidentil, seperti Laporan yang tiba2 kantor pusat dengan
seenak udelnya sendiri minta harus hari itu juga. Nah, pada saat itu
kepala kantor dan kepala seksi kita langsung main tunjuk! Yang capek
pasti kita2 juga khan? 

"......yg dya tau cuma yg rajin "setor" ya.....??? he...4x....:D

Sebenarnya kalo mereka ikut memahami dan membantu mengawasi jalannya
pekerjaan secara komprehensif tentu sakit hati kita tidak berlebihan. 

Apalagi mereka menunggu dengan setia (memang ada beberapa saya temui
kadang2 ikut2 mencari dokumen pendukung yang kita butuhkan pada saat
melakukan tugas mendadak seperti itu, tapi jumlahnya masih langka). 
Yang ada banyak adalah ketakutan para pejabat kita dilampiaskan dengan
menekan kita.

Nah, apalagi yang bikin kesel adalah 'kabarnya' kita dipemeringkatan
awal ini harus di Grade yang rendah. Seolah2 dengan pangkat yang sama
kita sama2 BODOH!!! lalu akhir semester 2 ini kita akan dinilai
ke-BODOH-an kita. (Bayangkan mas, seandainya kita Gol 2c udah sejak 3
tahun yang lalu, kemudian ada adik kelas kita baru datang tahun 2006
juga gol 2c grade terendah khan sama???) 

Huakkakakakakakak.....sebenarnya cara berfikir bos-bos kita gimana
saya juga gak tahu.  

Kasihan Kakak2 kelas kita yang pintar2 itu, mereka Gol 3B dan jadi
korpel. Karena job grading ini, mereka di-Pelaksana-kan tanpa ada
kompensasi dan (belum ada) SK! Mereka kemudian berada di level
terendah pada Pangkat-nya. kalah sama (mantan) Korpel yang tidak
pernah UPKP/DPI tapi udah III/c, padahal sehari2 nya gak pernah kerja
dengan becus! Hanya bisa mondar-mandir dan kayak mandor, tapi
berdasarkan JOB GRADING dari tiap2 Kanwil menghendaki grade mereka
dengan grade terendah adalah satu tingkat diatas yang III/b.
Huakkakakakaka....mari kita ketawa.

Kenapa kita tertawa? Karena kata PERIHBAHASA : "TAK ADA GRADING YANG
TAK RETAK". Karena job grading ini, kadang2 kita merasa retak.

Sebenarnya tentu semua ke-retakan ini tidak kita inginkan bukan? Siapa
bilang Adil itu relatif??? Yang relatif itu yang menerima, tapi yang
memberi harus memberi kepastian. 

Ingat kata sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a. "Adil itu menempatkan
sesuatu pada tempatnya!"
    
Tapi itulah kenyataan dari keinginan Reformasi kita yang lagi
bergulir. Jadi JOB GRADING.... siapa yang harus adil???
    
Dulu EMPU GRADING juga mati dibunuh oleh KEN ANGKROK karena CITA2
REFORMASI di kerajaan TUMAPEL terasa terhambat dengan dg kinerja EMPU
GRADING dalam membuat Keris. Mungkin waktu itu KEN ANGKROK melihat
kinerja TUNGGUL AMENTHUNG gak mampu Memanjakan KEN DEDES yang kenes
dan manis, sehingga perlu merasa Membuat KERAJAAN PERCONTOHAN! Nah,
reformasi model Ken Angkrok inikah yang bagus???
    
Tapi tetaplah semangat, karena kerja kita diawali dengan Niat!!! Niat
yang ikhlas tentunya, walaupun kadang2 sebel, ya itu manusiawi mas. 

Oke, semoga kita tetap tabah!!! kalau ada yang salah, semoga saya yang
salah kata. Amin yaa robbal alamiin!!!

"....sedikitpun anda ga salah ko.....   he..4x :D
 


m firbana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Saya setuju banget mas brewok, soalnya kita semua udah kenyang dengan
perlakuan seenaknya, atasan yang kagak ngerti aturan, eeeee malah kita
yang digoblok2in, mau nerangin sesuai aturan, malah makin marah, terus
nanti kita dinilai sebagai pegawai yang tidak mampu. 

Saya kira temen2 udah banyak yang ngerasain gimana bos kita yang
kurang memahami filosopi peraturan perundang-undangan malah marah2
waktu kita jelaskan dengan amat sangat luar biasa sopannya tentang
gimana sih maunya UU yang baru (terutama terkait dengan paket UU
Keuangan Negara). 

Belum lagi kalau penentuan grade itu berdasarkan keinginan bos di
daerah, wah gawaaaaat, soalnya orang2 yang DUK (Daftar Urutan
Kedekatan) -nya bagus bisa aja dapat grade bagus, padahal kagak ngerti
UU, sebaliknya kita yg kerja terus dan mati2an belajar tuh UU malah
dikesampingkan, kayaknya jadi mubazir deh ngumpulin UU, ngebaca, trus
berusaha memahami (termasuk dgn cara nanya ke senior2 yang lebih
pengalaman). 

 
Salam PBN
 

Kirim email ke