Pak Eko Budi Kurniawan, seorang pelajar dari Indonesia yang berhati mulia,


Saya terkesan dengan beberapa pandangan bapak, dan mengharapkan pencerahan
lebih lanjut, khususnya terkait 'governmentality'. Dulu pelajaran saya hanya
sampai pada pembedaan 'government' dan 'governance'.



Bila bapak berkenan, perluasan dan pendalaman hal ini akan sampai pada
rumusan Reinventing Government Jilid II untuk kasus Indonesia.



Mengenai Foucault <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/2488>,
saya kira ini semata fenomena ideologi intelektual saja, seperti dulu
seorang rekan berbicara tentang
Hab<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/593>
ermas <http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1778>, Muhammad
Yunus<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/4551>,
dan lain-lain. Saya teringat dulu pernah berkorespondensi dengan seorang
mantan guru, Pak M.
Ridwan<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1966>di Aachen;
beliau selalu mengutip Nietszhe dalam setiap postingannya.
Sepertinya saya ingat salah satu kutipan Nietszhe-nya : "… berbaring di
padang rumput yang luas tak berdinding, … alangkah nikmatnya …"



Bila berkenan, terimalah secangkir teh penghormatan saya. Bila kurang
berkenan, akan saya cukupkan dengan mengagumi Siti dan
Dian<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/1131>saja. Salam.



-ekadj



      --- On *Sun, 7/6/08, Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:
>
> From: Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [referensi] Re: Foucault...Anti Discourse? Re:Where do we stand?
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Date: Sunday, July 6, 2008, 12:06 AM
>
>     Pak Wawo ysh.,
>
>
>
> hahaha saya sangat gembira dijewer lagi oleh bapak, saya menyadari sebagai
> orang muda saya memerlukan banyak jeweran pak agar tidak salah jalan
>
> komplain saya hanya: bahwa jeweran tsb pasti menyenangkan Pak Aby hehe...
>
>
>
> Mengenai penggunaan istilah discourse dan governmentality, saya menggunakan
> istilah2 itu mengutip dari Foucault pak, orang pertama yg mengembangkan
> konsep governmentality (dari gouvernementalité ) dan banyak membicarakan ttg
>  "*le* *discours"* itu sendiri ...
>
> mengapa Foucault? Karena mengutip Foucault dan postmodernism dlm berbagai
> disiplin dalam ilmu sosial menjadi sebuah fashion di US... dan karena
> umumnya yg menjadi fashion di US juga menjadi fashion di Indonesia, termasuk
> di kalangan intelektual/ terdidik (juga di bidang planning), maka saya coba
> ikut2an sebagai sebuah bentuk ledekan halus thd penggemar fashion (ini
> sindiran umum saja Pak, bukan ke Pak Aby atau person tertentu di milis ini 
> )...
> jadi mohon maaf kalau ini hanya sebentuk kenakalan saya Pak...
>
>
>
> Saya akui bahwa saya tidak dapat melepaskan diri dari nada "sinis" thd
> penyuka fashion... tetapi sebenarnya saya hanya mencoba menerapkan Foucault
> dlm konteks "language and power"... intimidasi melalui bahasa... since I
> know some French and am studying in France, some people might be intimidated
> thinking that I know better about Foucault and postmodernism thus wouldn't
> dare to challenge me over Foucault and postmodern ideas...which actually
> isn't true, knowing some French words or learning in France doesn't make me
> an expert about Foucault altough he's French and his original books are in
> French... but who knows? I might know much or not at all ... so Pak,
> again, this is only a kind of my naughtiness
>
>
>
> selamat berhari minggu Pak..
>
>
>
> salam hangat,
>
>
>
> Eko.
>
>
>
>
>
>
>
> --- On *Sun, 7/6/08, Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com>*wrote:
>
> From: Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com>
> Subject: Re: [referensi] Re: Anti Discourse? Re:Where do we stand? Neutral
> vs Ethical SP
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Date: Sunday, July 6, 2008, 5:36 AM
>
>   Aby, Eko sekalian saya semestinya larut dalam diskussi (atau kerennya
> discourse, whatever that means, saya kira istilah itu hanya dipakai
> dikalangan sok ilmiah) tapi bolehlah untuk milis kita saya sebetulnya dalam
> keadaan yang sangat kritis karena computer saya lagi dihinggapi suatu
> program antivirus yang lebih ganas dari virusnya, wah mudah-mudahan kalian
> juga tidak akan terhinggapi, susahnya ahli computer saya hari senin engga
> kerja jadi terpaksa nunggu sampai selasa, by that time mungkin kita sudah
> ambruk semua. So forgive me my briefness:
>
>
>
> Pertama  Eko Budi KURNIAWAN wah lengkap sekarang,  istilah yang anda pakai
> adalah * governmentality *yang dalam arti singkat dimaksud  *politik
> negara , *wah ini memang a very loaded term word or issue, sebetulnya
> lebih mudah dikatakan *governance*  tetapi mungkin hal ini hanya berarti
> kemampuan untuk ber pemerintah atau kemampuan ber negara, sedangaksud Eko
> adalah  government tambah akhiran -al-ity, ini gejala yang sungguh melanda
> Indonesia  tambah-tambah akhiran yang bukan-bukan , jadi tahap demi tahap,
> dari government menjadi *government -al* (ini ajah udah mental terlempar)
> but that is an *adjective* atau nama sifat, tambahan lagi *govern ment al
> -ity*, wow that opens a very murky perspective, karena masuk  
> *ity-ity*seperti national ity,  ambigu-ity, calam-ity, curios -ity, dan 
> apalagi yang
> mau kita ciptakan ,  Tapi yang lebih hebat lagi *govern - mentality*,  itu
> lantas jadi gabungan antara *government* dan *mentality*,  ooh mungkin ini
> yang dimaksud Eko, *the (political)mentalit y of the government*, wah
> semacam  keadaan mental(semangat) pemerintah,  atau *psikologi pemerintah*or 
> whatever this can mean. Yah gitulah Eko, kan engga apa dijewer pada
> istilah? But you have to be clear, perhaps you are tapi rada sukar untuk
> menerima konsekwensi kata yang begitu sukar.
>
>
>
> Nah selanjutnya Hengky,  yah Hengky pasti sudah terkekeh-kekeh baca jeweran
> diatas, tapi saya sengaja belum akan menjatuhkan fatwa, karena dalam hati
> saya sangat setuju dengan pendirian atau prinsip Aby, walaupun rada
> terselubung. Tapi justeru selubung itu yang menyebabkan timbulnya salah
> duga, seperti dengan rekan Eko, sampai terpaksa Hengky harus membela atau
> menjelaskan diri secara panjang lebar, yang lebih-lebih lagi membikin Aby
> sasaran empuk , jadi kayanya cuma pindah-pindah selubung, akhirnya justeru
> terbuka rahasia-rahasianya.  Saya sengaja tidak mau masuk dalam discourse,
> karena sudah begitu bagus di-analisa oleh kalian  terutama dalam subyek UU
> itu. Tetapi yang Aby bisa pelihara dan kembangkanlebih hebat lagi adalah
> gaya atau style Aby,  ini saya rasa jelas unik walaupun not too efficient
> tapi cukup effective.  Rasanya gaya kelakar itu jauh lebih ampuh daripada
> gaya serius yang kebanyakan formal ningrat itu ikuti.  Sebetulnya saya ingin
> belajar lebih banyak  this particular style - apakah mungkin kita
> kembangkan  a non formal but still serious discourse that can make fun of
> those icons, and issues.
>
> Saran singkat saya coba Aby temukan :... punchline... atau kalimat kunci
> dari argumen Aby, rasanya itu yang paling jitu.
>
>
>
> Wah kelihatannya virus dan antivirus masih bergentayangan, mudah-mudahan
> kommunikasi ini bisa tembus,  Eko dan Aby, selamat berhari minggu, salam Pak
> Wawo.
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke