Pak Wawo, Pak Eka ysh.,
 
pertama soal filosofi Postmodern.. . yg menarik bagi saya adalah bahwa walaupun 
banyak pemikir2 Prancis dikategorikan sebagai Postmo seperti Lyotard, 
Baudrillard, Foucault, Derrida, tetapi di Prancis sendiri Postmodernism, 
Poststructuralism, dll hanyalah dianggap sebagai label2 saja yg dititik 
tertentu bahkan patut dicurigai sebagai bentuk scientific heresy... ini terjadi 
karena kritik terhadap Modernism adalah hal yg wajar dan terus menerus 
dilakukan, sehingga sebenarnya tidak ada itu yg disebut Postmo, tetapi mereka 
adalah pemikir2 Modernism yg memang harus dan selalu melakukan kritik thd 
Modernism itu sendiri... jadi apakah kita ini memang sebentuk produk dari 
Postmodernism? atau kita sebenarnya masih produk Modernism? di 
mana sebenarnya belum ada suatu bentuk di luar Modernism, apakah Postmodernism 
adalah Modernism itu sendiri yg selalu dan harus dipertanyakan dan dikritisi?
 
Mengenai gouvernementalité , akan sangat menarik kalau kita bisa menelusuri 
link dlm pemikiran2 Foucault sejak awal, karena walaupun istilah 
gouvernementalité ini digunakan selama kuliah yg dia berikan di College de 
France (di tahun2 kemudian) yg banyak bahannya unpublished (hanya dlm bentuk 
pita rekaman), tetapi saya kira Foucault melihat ini sejak observasi dia ttg 
penyakit mental di tulisan2 awal dia... saya kira bahwa norma2, institusi2, yg 
meng-govern masyarakat, termasuk psikiatris/psikolog dlm menentukan yg mana yg 
disebut insane dan yg mana yg waras, pd akhirnya berkontribusi pada pembentukan 
konsep gouvernementalité tsb... sayangnya sulit memastikan adanya link tsb 
tanpa membaca semua buku2 Foucault yg berat2 itu...
 
Pak Wawo benar ketika secara semantic melihat ini dari gouverner (to govern) 
dan mentalité (mentality). ..mentality utk memerintah? atau kondisi mental dlm 
memerintah? banyak sekali diskusi yg memperdebatkan apa yg Foucault mau dari 
istilah ini... tapi bagaimana kalau kita melihat definisi yg diajukan oleh 
Foucault sendiri dari pada membaca intepretasi2 dan pengembangan2 lebih lanjut 
yg banyak dilakukan orang (terutama di US)? Saya terjemahkan:
Gouvernementalité : "pembentukan oleh institusi2, prosedur2, analisis2 dan 
refleksi2, perhitungan2, dan taktik2 yg mengijinkan penggunaan power dari 
bentuk ini secara spesifik, walaupun kompleks, dengan sasaran utama adalah 
untuk populasi, untuk bentuk utama pengetahuan, ekonomi politik, dan untuk 
instrumen utama dari perangkat2 keamanan (les dispositifs de securité)...
 
Karena penggunaan istilah gouvernementalité ini oleh Foucault cakupannya mulai 
dari individu sampai ke government, maka saya menduga akar dari konsep ini ada 
pada observasi Foucault akan insanity... dan karena itu diposting awal saya 
perlu tambahkan bahwa yg saya maksud dg governmentality di sana terbatas hanya 
penggunaan dlm konteks state politics... UU adalah instrumen yg mengijinkan 
penggunaan power dengan sasaran utama populasi...
 
salam,
Eko.


--- On Sun, 7/6/08, Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com> wrote:

From: Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com>
Subject: Re: [referensi] Re: Foucault...Anti Discourse? Re:Where do we stand?
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Sunday, July 6, 2008, 4:50 PM





Hengky dan jelas juga Eko, hampir saya mau bilang rekan-rekan Foucauld ian, 
karena saya punya firasat bahwa barangkali kita semua harus mengakui bahwa 
kita  mutlak menjadi produk post modernisme, yang barangkali bakal disangkal 
oleh rekan Risfan yang masih terpuruk juga dalam 'governmentality ' atau rada 
lain dikit kalau di eja secara francophile  governmentalite mestinya pake tanda 
' diatas huruf e terakhir kan Eko, tapi pasti kita harus terima kasih kalau Eko 
bisa terjemahkan atau lebih baik kunyah ngemut buku Foucault 
Eko apa betul ini Michel Foucault (1926-1984) yang terutama membahas buku-buku  
'archeological' namun inaugural lecture nya adalah 'The Discourse on Language' 
(1971). Yah memsaya kutip dari buku the Oxford Companion on Philosophy, memang 
buku-bukunya Foucault itu rada menggelitik (The Will to Knowledge (1976), 
lantas lebih ambisius History of Sexuality . Barangkali Eko bisa jelaskan 
langsung context post-modernism (tapi jangan dalam bahasa Perancislah.
 
Diam-diam saya sungguh terkesan lihat pembebasan dan sambutan Preiden Sarkozy 
untuk Ingrid Bettancourt, baru-baru ini di televisi.  Tapi kalau terrorism di 
Colombia itu memang teperdaya oleh tentara Columbia, wah itu memang merupakan 
prestasi, kelihatannya bisa punya pengaruh positip di beberapa front lain.  
Tapi issue-issue ekonomi atau bbm dan makanan dan masalah lingkungan  masih 
lebih mencekam. Bagaimana sebetulnya masalah kemiskinan struktural itu, bukan 
engga ada gunanya di entaskan, honestly we still need poverty that will make us 
smart instead of affluence that will make us stupid.  Oklah saya engga mau 
bikin discourse baru lagi,  Hengky dan teman-teman sudah cukup banyak habisin 
pulsa atau bytes. Tapi sebetulnya juga tidak habis cuma sekarang sudah jadi 
file atau record, tinggal di edit saja itupun kan sudah ada robotnya. 
Katanya di Argentina diketemukan film dari orang Jerman Fritz Lang yang pernah 
bikin film sf (science fiction) yang menggambarkan masyarakat yang udah bisa 
pakai robot yang juga bisa melayani kebutuhan seksual, namun juga bisa 
diprogram menurut rumus demografi. Well ini masih histoire cinematographique 
tapi entah sekarang sudah ada juga mesin-mesinnya. Saya baca di THe Economist  
June, sudah ada mesin CAD yang baru Building Information Modelling (BIM) yang 
sekaligus tidak saja bikin image bangunan yang lengkap tapi bisa juga bikin 
anggaran dan kemungkinan kesalahan atau deteksi kesalahan dini.  Yah pasti ada 
arsitek yang sekaligus bikin rencana yang punya strategi politiknya, kira-kira 
ini mungkin yang rekan Roos Akbar mau bikin dengan jurusan Public Policy  
Design.  Ah rada cape bikin-bikin kurikulum lebih enak kasih kepada robot. 
Well  udah malam nih selamat berjoang. Pak Wawo.

 














      

Kirim email ke