Pak Eko ysh,

Sebelumnya saya senang sekali menerima perkenalan teman-temannya Pak
Eko, walaupun sebagian besar di antaranya sudah meninggal dunia. Dan
saya menghargai suatu sikap ilmiah, bila kita harus menghargai
orang-orang yang telah berpikir lebih duluan dari kita. Suatu pemikiran
itu sebenarnya tak lepas dari pemikiran yang lain dari masa-masa
sebelumnya.



Saya kira Perancis merupakan tempat banyak diproduksi ideologi dan
pemikiran kenegaraan, karena sejarah dan pengalaman kenegaraannya.
Termasuk menginspirasi pemikir-pemikir mancanegara, semacam Marx dan
Weber, dari abad dan generasi yang lampau. Kemungkinan karena kejayaan
dan `bakat' Romawi
<http://groups.yahoo.com/group/referensi/message/3810>  tersimpan di
tempat ini, dan terasa pengaruhnya sampai sekarang ini hingga ke
Indonesia.



Governmentality sepertinya bisa dibedah dari berbagai sudut keilmuan.
Dalam ilmu hukum seharusnya masuk ke dalam disiplin Hukum Administrasi
Negara, tentang bagaimana seharusnya penyelenggara Negara itu bekerja,
secara hukum formil. Kita punya rekan di milis yang pakar masalah ini,
Pak Nandang dan Hernadi. Namun secara hukum materiil, anda sudah
mendemonstrasikan keahlian anda. Salam.



-ekadj




--- In [email protected], Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Pak Wawo, Pak Eka ysh.,
>
> pertama soal filosofi Postmodern.. . yg menarik bagi saya adalah bahwa
walaupun banyak pemikir2 Prancis dikategorikan sebagai Postmo seperti
Lyotard, Baudrillard, Foucault, Derrida, tetapi di Prancis sendiri
Postmodernism, Poststructuralism, dll hanyalah dianggap sebagai label2
saja yg dititik tertentu bahkan patut dicurigai sebagai bentuk
scientific heresy... ini terjadi karena kritik terhadap Modernism adalah
hal yg wajar dan terus menerus dilakukan, sehingga sebenarnya tidak ada
itu yg disebut Postmo, tetapi mereka adalah pemikir2 Modernism yg memang
harus dan selalu melakukan kritik thd Modernism itu sendiri... jadi
apakah kita ini memang sebentuk produk dari Postmodernism? atau kita
sebenarnya masih produk Modernism? di mana sebenarnya belum ada suatu
bentuk di luar Modernism, apakah Postmodernism adalah Modernism itu
sendiri yg selalu dan harus dipertanyakan dan dikritisi?
>
> Mengenai gouvernementalité , akan sangat menarik kalau kita bisa
menelusuri link dlm pemikiran2 Foucault sejak awal, karena walaupun
istilah gouvernementalité ini digunakan selama kuliah yg dia berikan
di College de France (di tahun2 kemudian) yg banyak bahannya unpublished
(hanya dlm bentuk pita rekaman), tetapi saya kira Foucault melihat ini
sejak observasi dia ttg penyakit mental di tulisan2 awal dia... saya
kira bahwa norma2, institusi2, yg meng-govern masyarakat, termasuk
psikiatris/psikolog dlm menentukan yg mana yg disebut insane dan yg mana
yg waras, pd akhirnya berkontribusi pada pembentukan konsep
gouvernementalité tsb... sayangnya sulit memastikan adanya link tsb
tanpa membaca semua buku2 Foucault yg berat2 itu...
>
> Pak Wawo benar ketika secara semantic melihat ini dari gouverner (to
govern) dan mentalité (mentality). ..mentality utk memerintah? atau
kondisi mental dlm memerintah? banyak sekali diskusi yg memperdebatkan
apa yg Foucault mau dari istilah ini... tapi bagaimana kalau kita
melihat definisi yg diajukan oleh Foucault sendiri dari pada membaca
intepretasi2 dan pengembangan2 lebih lanjut yg banyak dilakukan orang
(terutama di US)? Saya terjemahkan:
> Gouvernementalité : "pembentukan oleh institusi2, prosedur2,
analisis2 dan refleksi2, perhitungan2, dan taktik2 yg mengijinkan
penggunaan power dari bentuk ini secara spesifik, walaupun kompleks,
dengan sasaran utama adalah untuk populasi, untuk bentuk utama
pengetahuan, ekonomi politik, dan untuk instrumen utama dari perangkat2
keamanan (les dispositifs de securité)...
>
> Karena penggunaan istilah gouvernementalité ini oleh Foucault
cakupannya mulai dari individu sampai ke government, maka saya menduga
akar dari konsep ini ada pada observasi Foucault akan insanity... dan
karena itu diposting awal saya perlu tambahkan bahwa yg saya maksud dg
governmentality di sana terbatas hanya penggunaan dlm konteks state
politics... UU adalah instrumen yg mengijinkan penggunaan power dengan
sasaran utama populasi...
>
> salam,
> Eko.
>
>
> --- On Sun, 7/6/08, Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com>
wrote:
>
> From: Hannie Waworoentoe <waworoentoehannie@ yahoo.com>
> Subject: Re: [referensi] Re: Foucault...Anti Discourse? Re:Where do we
stand?
> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
> Date: Sunday, July 6, 2008, 4:50 PM
>
>
>
>
>
> Hengky dan jelas juga Eko, hampir saya mau bilang rekan-rekan Foucauld
ian, karena saya punya firasat bahwa barangkali kita semua harus
mengakui bahwa kita  mutlak menjadi produk post modernisme, yang
barangkali bakal disangkal oleh rekan Risfan yang masih terpuruk juga
dalam 'governmentality ' atau rada lain dikit kalau di eja secara
francophile  governmentalite mestinya pake tanda ' diatas huruf e
terakhir kan Eko, tapi pasti kita harus terima kasih kalau Eko bisa
terjemahkan atau lebih baik kunyah ngemut buku Foucault
> Eko apa betul ini Michel Foucault (1926-1984) yang terutama membahas
buku-buku  'archeological' namun inaugural lecture nya adalah 'The
Discourse on Language' (1971). Yah memsaya kutip dari buku the Oxford
Companion on Philosophy, memang buku-bukunya Foucault itu rada
menggelitik (The Will to Knowledge (1976), lantas lebih ambisius History
of Sexuality . Barangkali Eko bisa jelaskan langsung context
post-modernism (tapi jangan dalam bahasa Perancislah.
>
> Diam-diam saya sungguh terkesan lihat pembebasan dan sambutan Preiden
Sarkozy untuk Ingrid Bettancourt, baru-baru ini di televisi.  Tapi kalau
terrorism di Colombia itu memang teperdaya oleh tentara Columbia, wah
itu memang merupakan prestasi, kelihatannya bisa punya pengaruh positip
di beberapa front lain.  Tapi issue-issue ekonomi atau bbm dan makanan
dan masalah lingkungan  masih lebih mencekam. Bagaimana sebetulnya
masalah kemiskinan struktural itu, bukan engga ada gunanya di entaskan,
honestly we still need poverty that will make us smart instead of
affluence that will make us stupid.  Oklah saya engga mau bikin
discourse baru lagi,  Hengky dan teman-teman sudah cukup banyak habisin
pulsa atau bytes. Tapi sebetulnya juga tidak habis cuma sekarang sudah
jadi file atau record, tinggal di edit saja itupun kan sudah ada
robotnya.
> Katanya di Argentina diketemukan film dari orang Jerman Fritz Lang
yang pernah bikin film sf (science fiction) yang menggambarkan
masyarakat yang udah bisa pakai robot yang juga bisa melayani kebutuhan
seksual, namun juga bisa diprogram menurut rumus demografi. Well ini
masih histoire cinematographique tapi entah sekarang sudah ada juga
mesin-mesinnya. Saya baca di THe Economist  June, sudah ada mesin CAD
yang baru Building Information Modelling (BIM) yang sekaligus tidak saja
bikin image bangunan yang lengkap tapi bisa juga bikin anggaran dan
kemungkinan kesalahan atau deteksi kesalahan dini.  Yah pasti ada
arsitek yang sekaligus bikin rencana yang punya strategi politiknya,
kira-kira ini mungkin yang rekan Roos Akbar mau bikin dengan jurusan
Public Policy  Design.  Ah rada cape bikin-bikin kurikulum lebih enak
kasih kepada robot. Well  udah malam nih selamat berjoang. Pak Wawo.
>


Kirim email ke