Dipanggil Bung boleh koq...:-)
Kalau bang bridwan masih menunggu waktu, alam dan sejarah dalam
mengganti jargon, saya sudah menggunakan jargon yang baru....."Orang
Bersih"....okeh...? :-)
Smile..and Thanks...
Hadeer
bRidWaN wrote:
> Wah, Usul-nya bagus tuh rekan Hadeer...., thanks!
> Sayapun sebetulnya setuju bahwa mengapa kita
> tidak mau memaafkan orang yang pernah khilaf ?
> Kalau maaf sih, sebagai umat beragama pasti kita
> berikan, iya ngga ? Tapi kalau kesalahan politik
> atau perbuatan menyengsarakan rakyat, kelihatannya
> agak susah untuk di'lupa'-kan atau di 'tipp-ex'.
>
> Hanya menurut saya agak susah untuk dijalankan 100%.
> Kenapa? Coba saja kita bayangkan seandainya seorang
> bekas Menteri jaman Orba dan ex Pimpinan Golkar,
> tiba-tiba membuat partai baru dan mencalonkan diri
> menjadi Presiden dan berkoar akan memeprjuangkan
> kepentingan Rakyat banyak demi keadilan dan kemakmuran ??
> Bisa bayangkan apa komentar dari Masyarakat luas ?
>
> Jadi kalau menurut saya : "Hanya sejarah, waktu dan
> alam yang bisa mengganti jargon ORANG LAMA menjadi
> ORANG BERSIH.
>
> Salam,
> bRidWaN
>
> PS : Anda belum menjawab apakah saya harus
> memanggil Bung atau Mbak ??.......:)
> -------------------------------------------------------