Bung Hadeer,
Boleh saja anda menggunakannya.
Ini negara Demokrasi, kan..??
Bebas menyatakan pendapat dan
buah pikiran.....
Hanya saja kita harus siap untuk
kecewa apabila calon Pemimpin
yang kita favouritkan akan menjadi
bahan pembicaraan khalayak ramai.

Misal : Saudara-saudara,
        Inilah calon pemimpin Bangsa.
        Beliau adalah bekas Pimpinan
        Golkar yang setia dan bekas
        Menteri Orba yang sangat loyal
        selama lebih dari 10 tahun...


Tapi saya sependapat, bahwa tidak semua
Orang Lama itu kotor....., hanya keadaan
saja yang tidak menguntungkannya....:(

Salam,
bRidWaN
------------------
At 09:26 27/01/99 +0700, Hadeer wrote:
> Dipanggil Bung boleh koq...:-)
>
> Kalau bang bridwan masih menunggu waktu, alam dan
> sejarah dalam mengganti jargon, saya sudah menggunakan
> jargon yang baru....."Orang Bersih"....okeh...? :-)
>
> Smile..and Thanks...
> Hadeer
------------------
>bRidWaN wrote:
>
>> Wah, Usul-nya bagus tuh rekan Hadeer...., thanks!
>> Sayapun sebetulnya setuju bahwa mengapa kita
>> tidak mau memaafkan orang yang pernah khilaf ?
>> Kalau maaf sih, sebagai umat beragama pasti kita
>> berikan, iya ngga ? Tapi kalau kesalahan politik
>> atau perbuatan menyengsarakan rakyat, kelihatannya
>> agak susah untuk di'lupa'-kan atau di 'tipp-ex'.
>>
>> Hanya menurut saya agak susah untuk dijalankan 100%.
>> Kenapa? Coba saja kita bayangkan seandainya seorang
>> bekas Menteri jaman Orba dan ex Pimpinan Golkar,
>> tiba-tiba membuat partai baru dan mencalonkan diri
>> menjadi Presiden dan berkoar akan memperjuangkan
>> kepentingan Rakyat banyak demi keadilan dan kemakmuran ??
>> Bisa bayangkan apa komentar dari Masyarakat luas ?
>>
>> Jadi kalau menurut saya : "Hanya sejarah, waktu dan
>> alam yang bisa mengganti jargon ORANG LAMA menjadi
>> ORANG BERSIH.
>>
>> Salam,
>> bRidWaN
>>
>>      PS : Anda belum menjawab apakah saya harus
>>           memanggil Bung atau Mbak ??.......:)
>> -------------------------------------------------------

Kirim email ke