Bung Nasrul, rasanya anda mau komentar apa saja kepada saya juga tidak
apa-apa. Sebetulnya saya kurang tertarik untuk secara langsung bicara
masalah wakil rakyat. Sudah sempat saya posting (dulu) bagaimana ada wakil
rakyat TK-II di Jateng (Kalau tidak salah di Kab. Semarang deh) yang buta
huruf.
Bagaimana beliau-beliau seperti ini mampu bicara masalah UU? Kita tidak
perlu orang yg hanya paham bicara tentang keperluan rakyat. Dengan kata lain
cuman penyambung lidah rakyat. Tetapi kita juga perlu wakil-wakil yg mampu
memahami bagaimana implikasi dari suatu RUU yang mau mereka buat kepada
rakyat, misalnya. Untuk itu, DPR/MPR periode mendatang akan memberi
keuntungan yg berlebih kepada wakil/wakil yg berpendidikan cukup. Para wakil
yang hanya bermodalkan 'Usia' yg tua (dituakan oleh masyarakat) dan bermodal
'Warisan karisma' (misal dari orangtua) tidak akan mampu berbuat apa-apa,
dan mereka akan menyerahkan sepenuhnya kepada para kolega yg punya
pendidikan cukup. Dengan kata lain, akan terjadi distribusi kerja yang
'njomplang' atau tidak seimbang. Sebagian cuma tidur dan ngrumpi sekedar
jadi parasit atau penggembira, sebagian lagi kerja keras (dan mungkin dapat
mengambil keuntungan baik untuk partai atau untuk pribadi).
Tapi rasanya kualitas overall DPR/MPR mendatang tidak akan turun dari yg
kemarin-kemarin. Kemarin dipenuhi ibu-ibu Dharma Wanita yg cuman bisa
ngrumpi, yang akan datang juga banyak yg cuma bisa ngrumpi saja karena tidak
punya kapabilitas.
Mengenai wakil rakyat yg lulusan AS, saya tidak tahu banyak dan tidak ingin
tahu. Jumlahnya tidak signifikan. Munculnya Agus Gumiwang adalah akibat dari
Nepotisme yg masih dihalalkan. Namun demikian kita tidak dapat menyalahkan
Golkar, misalnya. Toh partai-partai yg katanya reformis juga tak kalah
garang dalam mempraktekkan nepotisme. Saya juga tidak tahu sama sekali
tentang keaktifan Agus tsb. Cuma saya rasa sih yah...aktif sih mungkin saja.
Mungkin aktif menyediakan fasilitas kali? Lebih dari itu sih kayaknya enggak
deh. Kalau nggak salah dulu di Chicago juga ya? Tahu ah gelap...
Yang jelas, kayaknya Megawati jadi presiden. Dengan kata lain presidennya
kurang, MPR-nya kurang, walhasil Indonesia tidak akan beranjak dari status
saat ini yaitu NEGARA YANG SALAH URUS. Tapi jangan pesimis dulu, 5 tahun
lagi jelas jauh lebih baik.
+jeffrey anjasmara
--------------------------
>From: Nasrul Indroyono <[EMAIL PROTECTED]>
>Sebenarnya anggota permias (terutama yang hobi berkoar disini)
>bisa aja membantu rakyat yang tidak berpendidikan dengan membuat
>"underground evaluation" terhadap para orang Indonesia lulusan amerika
>yang
>sekarang ternyata berhasil menjadi wakil rakyat.
>Jadi bantulah rakyat jelatamu dengan informasi yang lebih akurat
>tentang kehidupan wakil-wakilnya.
>Bagaimana bung Anjasasmara ? Abis mencaci CW coba dong tolong
>cari info ttg anggota MPR jebolan negeri paman sam.
>Saya soalnya belum bosan membaca tulisan anda.
>Saya belum tahu harus komentar apa sama anda ini.
>Terima kasih semua atas perhatiannya.
>
>Nasruli
>
>When the state is afraid of the people...Liberty!
>When the people are afraid of the state... Tyranny !!!
> -Thomas Jefferson
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com