Ada kawan di Cirebon yang terbilang sudah berhasil beternak tokek. Benar kata 
dia dan juga artikel di bawah ini bahwa harganya untuk ukuran yang gede puluhan 
hingga ratusan juta. 

Tunggu ya tokek, dikau kutangkap...

Wass / Jaerony.-

**************************************************


FENOMENA TOKEK


Dikaji secara ilmu ekologi tokek ini sebenarnya mempunyai peranan yang sangat 
penting dalam membantu system pertanian karena tokek ini makanan utamanya 
adalah serangga atau dari familia insekta (seperti nyamuk, kupu-kupu, belalang, 
lalat buah, kepik, dll.). Kupu-kupu bagi petani ada sifat yang menguntungkan 
yaitu sebagai pembantu penyerbukan ketika ia mengambil sari-sari makanan dari 
bunga yang sedang mekar, namun sifat lainnya juga merugikan yaitu ketika pada 
masa larva yang berbentuk ulat yang bisa menghancurkan dedaunan sayur-sayuran. 
Namun jika serangga itu adalah belalang tentulah keberadaan tokek ini sangat 
membantu petani .

Dikaji secara ilmu kedokteran tokek juga sangat penting dalam upaya penyembuhan 
pasien yang menderita gangguan kulit seperti kudis, kurap, dan penyakit 
gatal-gatal pada kulit telah terbukti secara signifikan atau pasti. Tapi 
penulis sendiri belum pernah makan daging tokek, penulis hanya pernah tahu 
bahwa ada seseorang yang sakit kudisan yang menyerang hampir sekujur kulit 
tubuhnya yang sangat lama tidak sembuh-sembuh namun setelah diberi makan daging 
tokek lantas sembuh dan kulitnya bersih seperti kulit orang muda walaupun 
orangnya telah berusia nenek-nenek. Ketika tulisan ini disusun orang tersebut 
sudah lama meninggal dunia dan bukan karena makan daging tokek mungkin karena 
usianya memang sudah sangat tua. Namun secara ilmu psykologi suara tokek yang 
asli keluar dari mulut tokek hidup alias bukan rekaman memang suara tokek 
membuat pikiran terasa sangat senang, tenteram atau serasa damai seperti kita 
bagaikan orang yang kaya raya walaupun kita tidak
punya uang. Mungkin inilah yang disebut bahwa tokek adalah binatang yang 
membawa hoki.

MULAI JARANG DITEMUKAN DI ALAM & PERUMAHAN
Dalam bulan Desember,penulis telah melakukan survey lapangan dengan berjalan 
kaki sepanjang lima kilometer di daerah perumahan yang dekat dengan lahan 
pertanian dan kebun yang sangat luas hanya ditemukan satu jejak kotoran tokek. 
Survey kedua dengan berjalan kaki sepanjang 10 kilo meter pada daerah yang sama 
bentang alam di atas namun beda tempatnya juga hanya satu ekor dijumpai yaitu 
di gubuk daerah perkebunan mangga yang terpencil dari perumahan. Daerah survey 
tersebut di Kabupatren Kediri Jawa Timur. Survey di daerah perkotaan di Bandung 
hanya berupa laporan hanya ada satu RUMAH yang dijumpai dihuni tokek. Informasi 
yang penulis kumpulkan dari mendengarkan obrolan orang lain bahwa tokek masih 
cukup banyak dijumpai di daerah Gombong, Malang, Sumedang, Garut dan Cianjur. 
Namun fakta di lapangan bahwa komunitas tokek ini hanyalah ada sekitar 4 - 20 
ekor saja pada setiap daerah pada radius 10 km. Jadi tokek ini sebenarnya 
binatang yang mulai langka. Kelangkaan binatang ini diduga akibat adanya 
penggunaan isektisida yang berlebihan sehingga menghambat pertumbuhan populasi 
tokek. Dahulu tahun 1980-an tokek ini adalah biantang yang mudah dijumpai di 
hampir stasiun kereta api tapi sekarang ini binatang tokek sungguh sangat sulit 
dicari. Ada beberapa yang menimbulkan tokek semakin langka yaitu mungkin sering 
diburu orang untuk bahan obat, diburu oleh binatang pemangsa (predator) seperti 
kucing, anjing, garangan, dan lain-lain serta karena populasi serangga yang 
berkurang akibat insektisida atau mungkin tokeknya sendiri mati keracunan makan 
serangga yang tersemprot insektisida. Survey yang dilakukan oleh penulis pada 
bulan Desember 2007 dan Januari 2008 dengan metoda Rapid Rural Appraisal 
menunjukkan bahwa di lahan-lahan pertanian sangat sulit ditemukan serangga 
sedangkan di lahan-lahan semak belukar masih cukup banyak ditemukan serangga 
seperti kupu-kupu, belalang, kepik, enggang, dll.

EKSPOR TOKEK
Menurut laporan yang sampai terdengar penulis dari pemirsa TV kira-kira pada 
bulan Desember 2009 dari Kabupaten Jember Jawa Timur telah mengekspor daging 
tokek kering ke China. Entah berapa ton daging tokek kering yang dikirim dan 
berapa harganya tidak ada informasi yang jelas. Setidak-tidaknya tulisan ini 
mudah-mudahan bisa dijadikan referensi bagi yang ingin tahu mengenai informasi 
tokek hingga lima milyar tahun yang akan datang. Dengan teknologi computer 
tentunya untuk mencari kata tokek akan mudah bila dibandingkan bila informasi 
itu ditulis pada referensi yang berbentuk buku. Ekspor tokek ini syah-syah saja 
namun ingat dampak ekologinya, jangan-jangan nanti akan timbul wabah hama / 
penyakit dalam pertanian sehingga produksi pertanian menurun hingga membuat 
manusia banyak kelaparan. Oleh karena itu sebaiknya jangan mengekspor daging 
tokek yang berasal dari alam tapi daging tokek tersebut harus dari budidaya. 

harga TOKEK
Harga tokek ini dari Rp5000,- (beratnya sekitar 0,1 ons per ekor) hingga ada 
yang berani membeli sampai Rp100juta (beratnya di atas 3 ons per ekor).  Apa 
yang mempengaruhi harga tokek ini menjadi sangat mahal. Konon mahalnya harga 
tokek yang berukuran lebih dari 5 ons atau setengah kilo karena binatang ini 
digunakan untuk memenuhi syarat pemujaan kepada dewa yang sangat disucikan oleh 
beberapa aliran pemuja dewa di China dan Jepang karena tokek ini dianggap salah 
satu tiga dari binatang reptilia yang bisa mengeluarkan suara lantang yaitu 
cecak , tokek dan naga atau mungkin dinosaurus juga termasuk di dalamnya. Jadi 
karena binatang Naga telah punah maka tokek ini dianggap masih menyimpan 
sifat-sifat herediter atau gen Naga (mungkin suara tokek ini adalah 
dikendalikan oleh gen yang sama dimiliki oleh Naga), tokek juga punya cakar 
seperti halnya naga. 


http://id.shvoong.com/books/1962230-fenomena-tokek/

Kirim email ke