Sebenarnya yang mempunyai Tokek dirumah beruntung karena bias memberi
petunjuk kepada pemilik rumah akan persoalan2 di Negara ini.

Setiap hari bias menghitung suara Tokek tersebut dengan berbagai persoalan
yang ada.Kalau kami yang gak punya Tokek akan sibuk menduga-duga aja.Gak
usah lihat berita Pak.hitung suara Tokek aja.he he.

 

From: jaerony [mailto:[email protected]] 
Sent: Monday, April 05, 2010 2:25 PM
To: [email protected]
Subject: [porsenipar] Fenomena Tokek

 

Ada kawan di Cirebon yang terbilang sudah berhasil beternak tokek. Benar
kata dia dan juga artikel di bawah ini bahwa harganya untuk ukuran yang gede
puluhan hingga ratusan juta. 

 

Tunggu ya tokek, dikau kutangkap...

 

Wass / Jaerony.-

 

**************************************************

 

 

FENOMENA TOKEK

 

 

Dikaji secara ilmu ekologi tokek <http://id.shvoong.com/tags/tokek/>  ini
sebenarnya mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu system
pertanian karena tokek ini makanan utamanya adalah serangga atau dari
familia insekta (seperti nyamuk, kupu-kupu, belalang, lalat buah, kepik,
dll.). Kupu-kupu bagi petani ada sifat yang menguntungkan yaitu sebagai
pembantu penyerbukan ketika ia mengambil sari-sari makanan dari bunga yang
sedang mekar, namun sifat lainnya juga merugikan yaitu ketika pada masa
larva yang berbentuk ulat yang bisa menghancurkan dedaunan sayur-sayuran.
Namun jika serangga itu adalah belalang tentulah keberadaan tokek ini sangat
membantu petani .


Dikaji secara ilmu kedokteran tokek juga sangat penting dalam upaya
penyembuhan pasien yang menderita gangguan kulit seperti kudis, kurap, dan
penyakit gatal-gatal pada kulit telah terbukti secara signifikan atau pasti.
Tapi penulis sendiri belum pernah makan daging tokek, penulis hanya pernah
tahu bahwa ada seseorang yang sakit kudisan yang menyerang hampir sekujur
kulit tubuhnya yang sangat lama tidak sembuh-sembuh namun setelah diberi
makan daging tokek lantas sembuh dan kulitnya bersih seperti kulit orang
muda walaupun orangnya telah berusia nenek-nenek. Ketika tulisan ini disusun
orang tersebut sudah lama meninggal dunia dan bukan karena makan daging
tokek mungkin karena usianya memang sudah sangat tua. Namun secara ilmu
psykologi suara tokek yang asli keluar dari mulut tokek hidup alias bukan
rekaman memang suara tokek membuat pikiran terasa sangat senang, tenteram
atau serasa damai seperti kita bagaikan orang yang kaya
<http://id.shvoong.com/tags/kaya-raya/>  raya walaupun kita tidak
punya uang. Mungkin inilah yang disebut bahwa tokek adalah binatang yang
membawa hoki.

MULAI JARANG DITEMUKAN DI ALAM & PERUMAHAN
Dalam bulan Desember,penulis telah melakukan survey lapangan dengan berjalan
kaki sepanjang lima kilometer di daerah perumahan yang dekat dengan lahan
pertanian dan kebun yang sangat luas hanya ditemukan satu jejak kotoran
tokek. Survey kedua dengan berjalan kaki sepanjang 10 kilo meter pada daerah
yang sama bentang alam di atas namun beda tempatnya juga hanya satu ekor
dijumpai yaitu di gubuk daerah perkebunan mangga yang terpencil dari
perumahan. Daerah survey tersebut di Kabupatren Kediri Jawa Timur. Survey di
daerah perkotaan di Bandung hanya berupa laporan hanya ada satu
<http://id.shvoong.com/tags/rumah/> RUMAH yang dijumpai dihuni tokek.
Informasi yang penulis kumpulkan dari mendengarkan obrolan orang lain bahwa
tokek masih cukup banyak dijumpai di daerah Gombong, Malang, Sumedang, Garut
dan Cianjur. Namun fakta di lapangan bahwa komunitas tokek ini hanyalah ada
sekitar 4 - 20 ekor saja pada setiap daerah pada radius 10 km. Jadi tokek
ini sebenarnya binatang yang mulai langka. Kelangkaan binatang ini diduga
akibat adanya penggunaan isektisida yang berlebihan sehingga menghambat
pertumbuhan populasi tokek. Dahulu tahun 1980-an tokek ini adalah biantang
yang mudah dijumpai di hampir stasiun kereta api tapi sekarang ini binatang
tokek sungguh sangat sulit dicari. Ada beberapa yang menimbulkan tokek
semakin langka yaitu mungkin sering diburu orang untuk bahan obat, diburu
oleh binatang pemangsa (predator) seperti kucing, anjing, garangan, dan
lain-lain serta karena populasi serangga yang berkurang akibat insektisida
atau mungkin tokeknya sendiri mati keracunan makan serangga yang tersemprot
insektisida. Survey yang dilakukan oleh penulis pada bulan Desember 2007 dan
Januari 2008 dengan metoda Rapid Rural Appraisal menunjukkan bahwa di
lahan-lahan pertanian sangat sulit ditemukan serangga sedangkan di
lahan-lahan semak belukar masih cukup banyak ditemukan serangga seperti
kupu-kupu, belalang, kepik, enggang, dll.


EKSPOR <http://id.shvoong.com/tags/ekspor/>  TOKEK
Menurut laporan yang sampai terdengar penulis dari pemirsa TV kira-kira pada
bulan Desember 2009 dari Kabupaten Jember Jawa Timur telah mengekspor daging
tokek kering ke China. Entah berapa ton daging tokek kering yang dikirim dan
berapa harganya tidak ada informasi yang jelas. Setidak-tidaknya tulisan ini
mudah-mudahan bisa dijadikan referensi bagi yang ingin tahu mengenai
informasi tokek hingga lima milyar tahun yang akan datang. Dengan teknologi
computer tentunya untuk mencari kata tokek akan mudah bila dibandingkan bila
informasi itu ditulis pada referensi yang berbentuk buku. Ekspor tokek ini
syah-syah saja namun ingat dampak ekologinya, jangan-jangan nanti akan
timbul wabah hama / penyakit dalam pertanian sehingga produksi pertanian
menurun hingga membuat manusia banyak kelaparan. Oleh karena itu sebaiknya
jangan mengekspor daging tokek yang berasal dari alam tapi daging tokek
tersebut harus dari budidaya. 


harga <http://id.shvoong.com/tags/harga/>  TOKEK
Harga tokek ini dari Rp5000,- (beratnya sekitar 0,1 ons per ekor) hingga ada
yang berani membeli sampai Rp100juta (beratnya di atas 3 ons per ekor).  Apa
yang mempengaruhi harga tokek ini menjadi sangat mahal. Konon mahalnya harga
tokek yang berukuran lebih dari 5 ons atau setengah kilo karena binatang ini
digunakan untuk memenuhi syarat pemujaan kepada dewa yang sangat disucikan
oleh beberapa aliran pemuja dewa di China dan Jepang karena tokek ini
dianggap salah satu tiga dari binatang reptilia yang bisa mengeluarkan suara
lantang yaitu cecak , tokek dan naga atau mungkin dinosaurus juga termasuk
di dalamnya. Jadi karena binatang Naga telah punah maka tokek ini dianggap
masih menyimpan sifat-sifat herediter atau gen Naga (mungkin suara tokek ini
adalah dikendalikan oleh gen yang sama dimiliki oleh Naga), tokek juga punya
cakar seperti halnya naga. 

 

 

http://id.shvoong.com/books/1962230-fenomena-tokek/

 

Kirim email ke