Ada tokek yang mahal sekali harganya terutama yang bisa mengeluarkan suara 
"Selamat pagi pak" atau"Selamat sore pak"

Best Regards,

Yoen

--- Pada Sen, 5/4/10, Chandra <[email protected]> menulis:

Dari: Chandra <[email protected]>
Judul: RE: [porsenipar] Fenomena Tokek
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 4:19 PM




 
 






Sebenarnya yang mempunyai Tokek dirumah beruntung karena bias memberi
petunjuk kepada pemilik rumah akan persoalan2 di Negara ini. 

Setiap hari bias menghitung suara Tokek tersebut dengan berbagai
persoalan yang ada.Kalau kami yang gak punya Tokek akan sibuk menduga-duga 
aja.Gak
usah lihat berita Pak…hitung suara Tokek aja…he he. 

   





From: jaerony
[mailto:[email protected]] 

Sent: Monday, April 05, 2010 2:25 PM

To: [email protected]

Subject: [porsenipar] Fenomena Tokek 





   



Ada
kawan di Cirebon yang terbilang sudah berhasil beternak tokek. Benar kata dia
dan juga artikel di bawah ini bahwa harganya untuk ukuran yang gede puluhan
hingga ratusan juta.  





  





Tunggu
ya tokek, dikau kutangkap... 





  





Wass
/ Jaerony.- 





  





************************************************** 





  





  





FENOMENA TOKEK 





  





  





Dikaji secara ilmu ekologi tokek ini sebenarnya
mempunyai peranan yang sangat penting dalam membantu system pertanian karena
tokek ini makanan utamanya adalah serangga atau dari familia insekta (seperti
nyamuk, kupu-kupu, belalang, lalat buah, kepik, dll.). Kupu-kupu bagi petani
ada sifat yang menguntungkan yaitu sebagai pembantu penyerbukan ketika ia
mengambil sari-sari makanan dari bunga yang sedang mekar, namun sifat lainnya
juga merugikan yaitu ketika pada masa larva yang berbentuk ulat yang bisa
menghancurkan dedaunan sayur-sayuran. Namun jika serangga itu adalah belalang
tentulah keberadaan tokek ini sangat membantu petani . 







Dikaji secara ilmu kedokteran tokek juga sangat penting
dalam upaya penyembuhan pasien yang menderita gangguan kulit seperti kudis,
kurap, dan penyakit gatal-gatal pada kulit telah terbukti secara signifikan
atau pasti. Tapi penulis sendiri belum pernah makan daging tokek, penulis hanya
pernah tahu bahwa ada seseorang yang sakit kudisan yang menyerang hampir
sekujur kulit tubuhnya yang sangat lama tidak sembuh-sembuh namun setelah
diberi makan daging tokek lantas sembuh dan kulitnya bersih seperti kulit orang
muda walaupun orangnya telah berusia nenek-nenek. Ketika tulisan ini disusun
orang tersebut sudah lama meninggal dunia dan bukan karena makan daging tokek
mungkin karena usianya memang sudah sangat tua. Namun secara ilmu psykologi
suara tokek yang asli keluar dari mulut tokek hidup alias bukan rekaman memang
suara tokek membuat pikiran terasa sangat senang, tenteram atau serasa damai
seperti kita bagaikan orang yang kaya
raya walaupun kita tidak

punya uang. Mungkin inilah yang disebut bahwa tokek adalah
binatang yang membawa hoki.



MULAI JARANG DITEMUKAN DI ALAM & PERUMAHAN

Dalam bulan Desember,penulis telah melakukan survey lapangan dengan
berjalan kaki sepanjang lima kilometer di daerah perumahan yang dekat dengan
lahan pertanian dan kebun yang sangat luas hanya ditemukan satu jejak kotoran
tokek. Survey kedua dengan berjalan kaki sepanjang 10 kilo meter pada daerah
yang sama bentang alam di atas namun beda tempatnya juga hanya satu ekor
dijumpai yaitu di gubuk daerah perkebunan mangga yang terpencil dari perumahan.
Daerah survey tersebut di Kabupatren Kediri Jawa Timur. Survey di daerah
perkotaan di Bandung hanya berupa laporan hanya ada satu RUMAH yang dijumpai 
dihuni tokek.
Informasi yang penulis kumpulkan dari mendengarkan obrolan orang lain bahwa
tokek masih cukup banyak dijumpai di daerah Gombong, Malang, Sumedang, Garut
dan Cianjur. Namun fakta di lapangan bahwa komunitas tokek ini hanyalah ada
sekitar 4 – 20 ekor saja pada setiap daerah pada radius 10 km. Jadi tokek
ini sebenarnya binatang yang mulai langka. Kelangkaan binatang ini diduga
akibat adanya penggunaan isektisida yang berlebihan sehingga menghambat
pertumbuhan populasi tokek. Dahulu tahun 1980-an tokek ini adalah biantang yang
mudah dijumpai di hampir stasiun kereta api tapi sekarang ini binatang tokek
sungguh sangat sulit dicari. Ada beberapa yang menimbulkan tokek semakin langka
yaitu mungkin sering diburu orang untuk bahan obat, diburu oleh binatang
pemangsa (predator) seperti kucing, anjing, garangan, dan lain-lain serta
karena populasi serangga yang berkurang akibat insektisida atau mungkin
tokeknya sendiri mati keracunan makan serangga yang tersemprot insektisida.
Survey yang dilakukan oleh penulis pada bulan Desember 2007 dan Januari 2008
dengan metoda Rapid Rural Appraisal menunjukkan bahwa di lahan-lahan pertanian
sangat sulit ditemukan serangga sedangkan di lahan-lahan semak belukar masih
cukup banyak ditemukan serangga seperti kupu-kupu, belalang, kepik, enggang,
dll. 







EKSPOR TOKEK

Menurut laporan yang sampai terdengar penulis dari pemirsa TV kira-kira pada
bulan Desember 2009 dari Kabupaten Jember Jawa Timur telah mengekspor daging
tokek kering ke China. Entah berapa ton daging tokek kering yang dikirim dan
berapa harganya tidak ada informasi yang jelas. Setidak-tidaknya tulisan ini
mudah-mudahan bisa dijadikan referensi bagi yang ingin tahu mengenai informasi
tokek hingga lima milyar tahun yang akan datang. Dengan teknologi computer
tentunya untuk mencari kata tokek akan mudah bila dibandingkan bila informasi
itu ditulis pada referensi yang berbentuk buku. Ekspor tokek ini syah-syah saja
namun ingat dampak ekologinya, jangan-jangan nanti akan timbul wabah hama /
penyakit dalam pertanian sehingga produksi pertanian menurun hingga membuat
manusia banyak kelaparan. Oleh karena itu sebaiknya jangan mengekspor daging
tokek yang berasal dari alam tapi daging tokek tersebut harus dari budidaya.  







harga TOKEK

Harga tokek ini dari Rp5000,- (beratnya sekitar 0,1 ons per ekor) hingga ada
yang berani membeli sampai Rp100juta (beratnya di atas 3 ons per ekor). 
Apa yang mempengaruhi harga tokek ini menjadi sangat mahal. Konon mahalnya
harga tokek yang berukuran lebih dari 5 ons atau setengah kilo karena binatang
ini digunakan untuk memenuhi syarat pemujaan kepada dewa yang sangat disucikan
oleh beberapa aliran pemuja dewa di China dan Jepang karena tokek ini dianggap
salah satu tiga dari binatang reptilia yang bisa mengeluarkan suara lantang
yaitu cecak , tokek dan naga atau mungkin dinosaurus juga termasuk di dalamnya.
Jadi karena binatang Naga telah punah maka tokek ini dianggap masih menyimpan
sifat-sifat herediter atau gen Naga (mungkin suara tokek ini adalah
dikendalikan oleh gen yang sama dimiliki oleh Naga), tokek juga punya cakar
seperti halnya naga.  





  





  





http://id.shvoong.com/books/1962230-fenomena-tokek/ 





  





 




      Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk 
Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka 
browser. Dapatkan IE8 di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke