Babak baru di dunia teknologi informasi, mudah-mudahan berdampak positif ...


----- Original Message ----- 
From: Budhi°2010 
Sent: Thursday, December 02, 2010 9:10 AM
  

Dokumen Rahasia 
WikiLeaks: Saudi Minta AS Serang Iran 
Senin, 29 November 2010 | 13:40 WIB 

KOMPAS.com — Situs web online peniup peluit (whistle-blower) WikiLeaks mulai 
menerbitkan lebih dari 250.000 dokumen diplomatik dari kedutaan-kedutaan besar 
AS di seluruh dunia, Minggu (28/11/2010), yang mengundang kecaman tajam Gedung 
Putih dan para pemimpin Kongres AS. Dari ribuan dokumen yang dibocorkan, antara 
lain, tentang raja Arab Saudi yang secara pribadi mendesak Amerika Serikat 
untuk menyerang Iran demi menghancurkan program senjata nuklir negera republik 
Islam itu.

WikiLeaks, yang mengatakan server-nya mengalami serangan elektronik pada Minggu 
sore, mengatakan, dokumen-dokumen tersebut merupakan pengungkapan terbesar yang 
pernah ada tentang informasi rahasia dan memberikan kepada dunia wawasan yang 
belum pernah punya preseden tentang kegiatan luar negeri Pemerintah Amerika 
Serikat. "Dokumen-dokumen itu menunjukkan, AS memata-matai sekutu-sekutunya dan 
PBB; menutup mata terhadap korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia di 
'negara-negara yang menjadi klien'; mengadakan perjanjian rahasia dengan 
negara-negara yang seharusnya menjadi negara netral; dan melobi untuk kegiatan 
perusahaan-perusahaan AS," kata pemimpin redaksi dan juru bicara WikiLeaks, 
Julian Assange, dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Minggu malam, 
sebagaimana dikutip CNN.

"Pembeberan dokumen ini mengungkapkan kontradiksi antara persona publik AS dan 
apa yang dikatakannya di balik pintu tertutup, dan menunjukkan bahwa warga 
suatu negara demokrasi ingin pemerintah mereka bisa mencerminkan keinginan 
mereka, mereka meminta untuk melihat apa yang terjadi di balik layar."

Namun, Juru Bicara Gedung Putih Robert Gibbs mengecam pembeberan dokumen itu. 
"Penerbitan dokumen-dokumen tersebut akan membahayakan para diplomat kami, para 
intelijen profesional dan orang-orang dari seluruh dunia yang datang ke Amerika 
Serikat untuk upaya mempromosikan demokrasi dan pemerintahan yang terbuka. 
Dengan membeberkan dokumen-dokumen yang dicuri dan dirahasiakan, WikiLeaks 
telah menempatkan dalam bahaya tidak hanya hak asasi manusia, tetapi juga 
kehidupan dan pekerjaan orang-orang ini," kata Gibbs. "Kami mengutuk keras 
pengungkapan yang tidak sah dari dokumen-dokumen rahasia dan informasi keamanan 
nasional yang sensitif."

Bocoran dari WikiLeaks menyebutkan, pemimpin Arab Saudi sering mendesak AS 
untuk menyerang Iran demi mengakhiri program senjata nuklir Iran. Bocoran itu 
mengungkapkan, Raja Arab Saudi, Abdullah, meminta kepada Amerika untuk 
"memotong kepala ular itu (Iran)" pada sebuah pertemuan tahun 2008. Bocoran itu 
juga mengungkapkan bagaimana para pemimpin di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan 
Mesir menyebut Iran "jahat" dan sebuah kekuasaan yang "akan membawa kami ke 
dalam perang".

Bocoran itu, sebagaimana dilansir Telegraph.co.uk, juga mengungkap tindakan 
para pejabat Amerika yang memata-matai kepemimpinan Perserikatan Bangsa-Bangsa 
(PBB), termasuk Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon. Dalam dokumen-dokumen 
itu, diplomat Amerika juga membandingkan Presiden Iran Ahmadinejad dengan Adolf 
Hitler dan melabel Presiden Perancis Nicolas Sarkozy sebagai "kaisar tanpa 
busana". Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin disebut sebagai seekor "anjing 
alpha". Presiden Afganistan Hamid Karzai sebagai orang "yang didorong oleh 
paranoia" 

http://internasional.kompas.com/read/2010/11/29/13402872/Wikileaks.Saudi.Minta.AS.Serang.Iran
 

__._,_.___

Kirim email ke