Numpang urun rembug,

Pesan moral yang ingin disampaikan penulis kisah sebenarnya adalah bahwa
sesuatu yang sebetulnya wajar menjadi sedikit "istimewa" di tengah situasi
yang abnormal seperti sekarang ini. Tidak ada salahnya mengekspose
kisah-kisah semacam ini, sebagai bahan pembelajaran bagi masyarakat,
sehingga suatu saat sesuatu yang dianggap "anomali" ini menjadi sesuatu yang
kembali dianggap wajar. Tidak usah negative thinking.

Bagi masyarakat muslim, kisah-kisah mengenai pola hidup pemimpin (baca:
pejabat) sudah begitu dikenal. Misalnya bagaimana Nabi Muhammad dan para
sahabat yang sebelumnya adalah para saudagar kaya-raya mendadak menjadi
pas-pasan finansialnya begitu mendapat amanah menjadi pejabat
publik/khalifah. Tentu saja, karena waktunya tercurah habis mengurusi umat,
sedangkan fasilitas yang disediakan pun terbatas (kalau pun tersedia mereka
sangat hati-hati dalam mengeksploitasinya).

Wallahu a'lam,
--amin

Pada 17 Desember 2010 09.05, Edwi Tobing <[email protected]> menulis:

>   Sebenarnya yang nama nya Pejabat Pemerintah adalah Pelayan Masyarakat
> hanya disebabkan di Indonesia ini termasuk Negara yang Miskin sehingga
> rakyat nya masih merasa bangga atau kagum bila seseorang jadi Pejabat.
>
> Sumpah Jabatan itu sangat berat karena menyangkut Moral dan Tanggungjawab
> kepada rakyatnya dan terlebih kepada Tuhan, jadi kalau dipikir apa enak
> nya.....kecuali yg tdk punya Moral ...(maaf).
>
> Negara-2 kaya dan rakyatnya juga makmur dan Pemerintahan nya Bersih dari
> KKN tidak terjadi hal demikian, dimana birokrasi dan kesenjangan sosial yg
> sangat jauh dari si rakyat dengan pejabatnya.........
>
> Andaikan semua Pejabat mempunyai Prinsip yang sama untuk menjadi pelayan
> masyarakat, membangun daerah nya dengan cara kerakyatan dan memajukan
> ekonomi rakyat sehingga rakyatnya makmur, maka saya pikir tidak perlu lah
> buang dana besar untuk kampanye....karena akhlak, sikap, moral dll dari si
> Pajabat atau calon Pejabat secara otomatis akan dipilih oleh Rakyat
> nya...bukan hanya sekedar bagi-2 uang....
>
> Sekarang ini kan banyak Pejabat buang duit untuk kampanye sampai artis
> seperti pedangdung juga ikutan...apa dasarnya dari hal ini, sehingga setelah
> mereka jadi pejabat maka berusaha mati-2 an supaya mengembalikan dana
> kampanye tsb, dan berujung juga akhirnya di KPK....
>
> Memang enak banget sih punya rumah mewah, mobil mewah, juga fasilitas lain
> dan deposito dll , tapi apa enak seperti Gayus....., dan banyak lagi
> contoh...yg akhirnya hanya di BUI....
>
> Memang kebutuhan ekonomi saat ini merupakan hal yang menjadi Utama, tetapi
> perlu disadari bahwa kepintaran, kekuatan dan apapun diri kita saat ini
> bukan semata hanya dari kehebatan diri kita tetapi semua karena Allah dan ke
> Iman an kita kepada Tuhan, percaya atau tidak semua diserahkan kepada kita
> masing-2.
>
> Semoga tidak ada dusta diantara kita, Merdeka.
>
> Salam
> Tobing
>
>
>
>
>
>

Kirim email ke