--- In [email protected], bintang timur <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Aduh,
> Susah sekali sih buat Anda berpikir positif sedikit.
> Kenapa Anda melihat kalau bantuan harus datang dari
> saudara sendiri, dari orang2 yang tidak kafir, dari
> orang-orang 'tulus' (dalam persepsi Anda, siapakah mereka???)

Mbak Uly,

Barangkali yang dimaksud Mochtar R.T adalah 'kemungkinan' pamrihnya
pemerintah atau perusahaan yang dekat dengan pemerintah amrik.. 
Jadi bukan orang-per-orang WN amrik, misalnya..
Coba baca berita di bawah.. kita bisa lihat dalam waktu dekat ini..
benar atau tidaknya berita tersebut.. 

Wallahu a'lam.. CMIIW..

"..
http://cybernews.cbn.net.id/detil.asp?kategori=Business&newsno=9707

'Halliburton ingin terlibat dalam rekonstruksi Aceh'
Business: Monday, 3 Jan 2005 7:37:14 WIB

Jakarta - Halliburton, perusahaan jasa perminyakan AS, ingin terlibat
dalam proyek pemulihan Nanggroe Aceh Darussalam pascagempa dan
tsunami, serta didukung pula oleh Grup Bakrie dan Bukaka dari
kalangan swasta nasional.

Sumber Bisnis mengungkapkan sebagai negara besar yang ikut membantu
Indonesia dalam proyek rekonstruksi Aceh, AS ingin menunjukkan 
kepada dunia bahwa hal itu bukan sekadar ungkapan diplomatis,
melainkan komitmen yang harus dipenuhi agar perekonomian Indonesia
maupun negara korban gempa dan tsunami lainnya bisa pulih secepatnya.

"Cukup banyak perusahaan AS yang berminat untuk ikut membantu
pemulihan Aceh. Salah satunya yang saya dengar adalah Halliburton
yang banyak menangani proyek perminyakan," ujarnya pekan lalu.

Menurut dia, sejauh ini belum diketahui apakah kesediaan raksasa
minyak dari AS tersebut sudah disampaikan secara resmi kepada
Pemerintah Indonesia.

Sumber menjelaskan perusahaan Amerika tersebut-yang dekat dengan
Wapres AS Dick Cheney-sudah berpengalaman menangani proyek pemulihan
di negara yang mengalami krisis hebat, termasuk di Irak pascajatuhnya
Presiden Saddam Hussein.

"Saya tidak tahu bagaimana tanggapan Indonesia karena kan begitu
banyak tawaran bantuan dari luar negeri," tandasnya.

Meski diperkirakan juga melibatkan sejumlah perusahaan asing, 
kata sumber tadi, swasta nasional akan lebih banyak terlibat 
dalam proyek rekonstruksi Aceh yang ditaksir menelan dana 
Rp 10 triliun.

Karena pemulihan tersebut perlu waktu cepat, dia memperkirakan
rekonstruksi korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut tidak 
melalui tender sebagaimana lazimnya.

Jika demikian, menurut sumber, jaringan bisnis yang dekat dengan
kekuasaan berpotensi dilibatkan dalam proyek tersebut, seperti
kelompok Bakrie yang kuat di sektor konstruksi dan Bukaka.

Kemanusiaan

Menanggapi adanya informasi bahwa Kalla Group masuk ke Aceh dalam
rangka proyek pemulihan kembali pascagempa dan tsunami, Halim Kalla,
salah satu komisaris kelompok usaha tersebut, dengan tegas
membantahnya.

"Kami masuk ke Aceh dalam rangka menyampaikan bantuan kemanusiaan,"
ungkapnya ketika dihubungi Bisnis tadi malam.

Apabila muncul isu seolah-olah Kalla Group telah memperoleh
kepercayaan ikut serta dalam proyek konstruksi dalam rangka 
pemulihan Aceh, Halim mengatakan isu itu muncul akibat perbuatan
orang iseng.

Dia menggarisbawahi bahwa sejauh ini Kalla Group tidak memikirkan
hal-hal yang berbau proyek pascagempa dan tsunami.

Sementara, Juru Bicara Bakrie Group Lalu Mara Satriawangsa mengatakan
pihaknya tidak pernah membahas soal proyek bersama itu.

"Nggak ada. Yang pasti itu, Bakrie Group menyumbang Rp10 miliar 
untuk membantu korban Aceh," katanya menjawab Bisnis kemarin.

Menurut dia, tidak tepat membicarakan proyek semacam itu pada 
saat ini karena pemerintah masih dalam tahap tindakan darurat 
untuk memperbaiki keadaan di Aceh.

Mara mengatakan kalaupun nanti proyek itu ada, mungkin masih 
beberapa tahun lagi, sehingga proyek itu dianggap masih jauh.
(irs/mnk/iz)

Sumber: Bisnis Indonesia
.."

> Seorang teman dari AS mengirim email pada saya. Dia
> minta saya mencarikan tempat menyalurkan bantuan. Dia
> tergerak mengirim bantuan sekitar US$ 10.000 dari
> kantong pribadinya karena tersentuh hatinya, tak bisa
> tidur dihantui gambar-gambar di televisi. Menurut
> kamu, apa ya, pamrih yang dia harapkan? Soalnya dia
> asli orang Amerika. Ooooh... saya tahu. Dia membunuh
> orang Palestina dan Irak!! (meskipun dia setengah mati
> benci dengan kebijakan pemerintahnya) Dia bertanggung
> jawab untuk menebus kesalahan.

Wah.. repot donk kalo seseorang mesti menanggung dosa pihak lain..
Di luar konsekuensi/hukuman atas tindakan fitnah yang dilakukan 
seseorang kepada orang lain tanpa dasar yang dapat dibenarkan,
misalnya.. :-p
 
> Nurani itu datang dari dalam hati. Hati siapa saja.
> Hati orang kafir Amerika, hati saudara-saudara di Arab
> dan Palestina. Hati dari seorang preman di pasar Induk.

Untuk hal ini.. akuurrr dehh... kalo bisa 1500% gpp koq..

> Salam,
> Uly Siregar

Wassalam,

Irwan.K

ps: Buat Saudara Mohammad R.T, udah mau mencabut fitnah yang
    anda tulis ke saya belum? Kalo belum dan masih punya malu..
    ya, ente tahu-lah konsekuensinya.. 
    Saya berserah kepada Allah atas apa yang sedang dan telah
    terjadi..

====== 
> --- Mohammad-Riyadi Tampubolon <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > Jelas perlu di cermati..
> > apa lagi logika kapitalis tidak ada yang gratis di dunia ini..
> > judulnya bantuan tapi pamrihnya jauh lebih besar..
> > waktu yang akan membuktikan..
________________________________________________________________________
> > Message: 22        
> >    Date: Tue, 4 Jan 2005 15:12:33 -0800 (PST)
> >    From: Sirikit Syah <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: Re: [jurnalisme] Re: PBB akan 'menduduki' Aceh?
> > 
> > Salam,
> > 
> > Saya ingin teman-teman, terutama para jurnalis di
> > lapangan dan para penentu pemuatan berita,
> > memperhatikan dengan seksama: bebda pemberian bantuan
> > oleh tentara/relawan asing dan yang dikoordinir oleh
> > pemerintah/aparat/relawan Indonesia.
> > 
> > Asing: mereka datang langsung ke pusat-pusat
> > pengungsian atau ke wilayah terisolasi, menjatuhkan
> > bantuan (kalau heli tak bisa mendarat) kepada yang
> > membutuhkan. setiap kapet satu kotak (saya bayangkan
> > isinya lengkap: makanan, selimut, obat-obatan). Bila
> > seorang kepala keluarga (saya lihat di TV dan di foto
> > berita yang berebut bapak-bapak) dapat satu kotak, bagus.
> > 
> > Indonesia: orang disuruh datang berbondong-bondong ke
> > posko-posko bantuan (berapa kilometer ya mereka
> > berjalan ke situ?), lalu baris berdesak-desakan, lalu
> > ketika sudah antre berjam-jama, diberi satu kaleng
> > biskuit! Padahal di latar belakang ada bantuan
> > menggunung! Pellit amat sih? Mengapa tidak memberikan
> > satu kotak besar berisi segala kebutuhan: obat,
> > makanan, pakaian/selimut, dll, kepada setiap
> > pengantre? menngapa cuma satu kaleng biskuit? 
> > 
> > Mohon diinvestigasi mengapa demikian, dan bantuan yang
> > menggunung itu mau diapakan kalau memberinya pelit begitu?
> > 
> > Sirikit Syah
> > --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > 
> > > Mbak Astien,
> > > Mungkin yang dimaksud bukan menduduki, tapi
> > > penanganannya akan diambil alih oleh salah satu
> > > badan yang di bawah naungan di PBB. Memang bencana
> > > ini berskala internasional,
> > > rasanya kalau ditangani pihak Indonesia saja tidak
> > > bakal kepegang. Seperti Mas Farid bilang,
> > > sudah 9 hari tapi masih banyak daerah yang belum
> > > tertolong.
> > > 
> > > astien kumalasari <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Terimakasih informasinya Mas Faried, informasi ini
> > > sangat membantu buat kita, untuk dibagi-bagikan ke
> > > pendengar kok. 
> > >  
> > > Yang kami ingin ketahui hanya kelengkapan berita
> > > ini, apakah benar atau tidak? Dan darimana
> > > sumber-nya? Agar kita menyampaikannya juga tidak
> > > asal-asalan (baca: gosip)
> > >  
> > > Begitu loh... :) 
> > >  
> > > Jadi memang tidak ada berita seperti yang saya
> > > tanyakan sebelumnya kan ya? 
> > >  
> > > regards,
> > >  
> > > astin
> > >  
> > > faridgaban <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > 
> > > Saya tak pernah mendengar berita seperti itu
> > > Namun, satu hal yang jelas, kita tak perlu tersinggung 
> > > jika ada wartawan asing yang membuat berita negatif 
> > > tentang negeri kita.
> > > 
> > > Pemerintah Indonesia memang telah gagal menangani
> > > masalah Aceh dengan sigap dan efektif.
> > > 
> > > Sampai tadi malam, sembilan hari setelah bencana,
> > > masih banyak desa di pesisir barat Aceh belum tersentuh
> > > sukarelawan, bantuan masih sedikit, dan derah itu masih
> > > terisolasi. 
> > > 
> > > Alfian Hamzah, wartawan Pena Indonesia, hanya satu-satunya
> > > wartawan di Teunom (utara Meulaboh). Bahkan mliter yang
> > > selamat di situ tak bisa mengontak atasannya. Mereka minta
> > > bantuan Alfian untuk mengontak markas.
> > > 
> > > Sembilan hari setelah bencana!!! 
> > > 
> > > [stoppres: baru saja Alfian melaporkan, tetap belum
> > > ada komunikasi dengan dunia luar sampai hari ini kecuali
> > > lewat HP yang dibawa Alfian]
> > > 
> > > Sejak awal, saya sendiri menyarankan Indonesia menyatakan
> > > bencana ini sebagai darurat nasional dan meminta pertolongan
> > > PBB untuk mengkoordinasikan penanganan.
> > > 
> > > Indonesia sendirian saja tidak akan sanggup.
> > > 
> > > Gengsi untuk minta tolong? 
> > > 
> > > Tanyakan gengsi pada orang-orang Aceh yang sampai
> > > hari ini belum memperoleh pertolongan...
> > > 
> > > salam,
> > > fgaban
> > > 
> > > --- In [EMAIL PROTECTED], astien kumalasari
> > > <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > Teman semilis,
> > > >  
> > > > kok saya mendengar kabar kalau teman2 media asing
> > > memberitakan hal2 yang negatif tentang negara kita. 
> > > > Diantaranya: 
> > > > - Bantuan Indonesia gak ada.. justru Australia yang ada 
> > > > - ada nya beberapa permintaan agar PBB datang utk
> > > >   menggantikan pemerintah indonesia di aceh 
> > > > - dst 
> > > >  
> > > > Benarkah ada berita demikian? Mohon pencerahan...
> > > >  
> > > > terimakasih
> > > >  
> > > > regards,
> > > >  
> > > > astin





------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Forum IT PPI-India: http://www.ppiindia.shyper.com/itforum/
5. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
6. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
7. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke