ada yg panas ya baca tulisan ane & bang nizami haha
ane ksh tau yg no, neraka itu jauh lebih panas ketimbang kuping & hati ente 
waktu baca tulisan ane
mending ente delete aje mail2 ane haha
dah tua kaga sadar2..

lagian yg diributin soal kemajuaan aje, aduh yg namanya kejayaan itu berputar 
trus kaya' roda, ngarti kaga ente?
norak ah, eropa & amerika br maju aje sombong nye minta ampyuuun, emang ente 
orang eropa? haha
neh baca biar wawasannya tambah luassss..



INDUSTRI PANGAN DI ERA KEKHALIFAHAN  Sistem
pertanian modern merupakan ‘jantung’ kehidupan per ekonomian masyarakat
Muslim di zaman keemasan. Sejak awal abad ke-9 M, peradaban kota-kota
besar Muslim yang tersebar di Timur Dekat, Afrika Utara, dan Spanyol
telah ditopang dengan sistem pertanian yang sangat maju, irigasi yang
luas, serta pengetahuan pertanian yang tinggi.

Itulah yang
membuat dunia Islam di era kekhalifahan memiliki ketahanan pangan yang
begitu kuat. Sejarah mencatat bahwa peradaban Muslim telah berhasil
melakukan transformasi fundamental di sektor pertanian yang dikenal
sebagai Revolusi Hijau Abad Pertengah an atau Revolusi Pertanian
Muslim. Revolusi Hijau yang dirintis umat Islam telah memungkinkan
transfer beragam tanaman berikut teknik menanamnya ke berbagai penjuru
dunia Islam.

Pada era itu, dunia Islam menguasai beragam
komoditas pertanian yang awal nya justru berasal dari peradaban lain.
Beberapa komoditas pertanian dan perkebunan penting yang dikuasai umat
Islam antara lain gula tebu dan gandum. Sejatinya, gula tebu
berasaldari peradaban masyarakat India, sedangkan gandum berasal dari
Benua Hitam—Afrika.

Dengan globalisasi pertanian yang dirajut
peradaban Islam, tanaman yang sangat penting itu dikembangkan masya
rakat Muslim. Berkembang pesatnya sektor pertanian yang dibarengi
perdagangan serta teknologi telah mendorong munculnya industri pangan.
Pada era kekhalifahan, industri pangan, seperti gula dan tepung, telah
berkembang pesat di dunia Islam.

Salah satu industri yang
berkembang pesat di dunia Islam adalah industri gula. Sejatinya,
tanaman gula tebu memang berasal dari anak benua India. Konon,
masyarakat India telah menemu kan cara untuk mengkristalkan gula ketika
Dinasti Gupta berkuasa ekitar tahun 350 M. John F Robyt (1998) me ng u
ngkap kan, ada dua tempat asal ta namangula tebu, yakni Pasifik Selatan
danTimur India. Tanaman gula tebu te lahdikembangkan sejak 10 ribu
tahun SM.

Ketika revolusi pertanian Muslim terjadi, para
enterpreneur Muslim mengadopsi teknik produksi gula dari India.
Industri gula mulai berkembang pesat seiring dibangunnya penyulingan
gula oleh para insinyur Muslim. Pabrik penyulingan gula yang tersebar
di Pa kistan, Afghanistan, dan Iran itu mulai ber operasi sejak abad
ke-9 M. Pabrik pe nyu lingan gula pertama dalam peradaban Islam itu
digerakkan oleh energi yang berasal dari kincir air dan kincir angin.

Peradaban
Islam yang diwakili masyarakat Arab dicatat sebagai peletak dasar
industri gula. Masyarakat Muslim tak cuma menguasai penggilingan dan
penyulingan gula saja. Pabrik dan per kebunan gula dunia di era
keemasan didominasi umat Islam. Menurut Ensiklopedia Tematik Dunia
Islam terbitan Ichtiar Baru Van Hoeve (IBVH), catatan seputar geliat
industri gula di era keemasan terekam dalam risalah bertajuk Nihaya
Al-Arab fi Funun Al-Adab (Puncak Kemahiran dalam Seni Adab).

Risalah
karya Ahmad An Nuwairi (wafat 1332 M) itu, selain mengupas teknik dan
cara pembuatan gula, kitab itu juga membahas tata cara menanam gula
tebu. Sebelum tebu ditanam, menurut An Nuwairi, lahan yang akan
ditanami harus diolah dengan menggunakan bajak berat (maharit kibar).

Pengolahan
gula pada masa itu tidaklah mudah. Dibutuhkan penguasaan dan keahlian
teknologi dalam mengembang kan tebu hingga mengolahnya men jadi gula.
Sebab, pengolahan tebu menjadi gula harus menempuh proses kimia.
Untunglah, peradaban Islam pada era itu telah menguasai teknologi kimia.

Penanaman
tebu membutuhkan areal yang sangat luas. Selain itu, juga membutuhkan
jaringan irigasi yang baik. Tak heran, jika pada masa itu, pengembang
an industri gula tak bisa dilakukan oleh petani berskala kecil.
Karenanya, pena nam an dan pengolahan komoditas pertanian yang vital
itu ditangani oleh pe merintah.

Pada awalnya, industri gula
ditopang perkebunan tebu di Faris dan Al Ahwaz. Setelah itu, berkembang
ke wilayah La ut Tengah. Pada akhir abad ke14 M, per kebunan gula tebu
juga telah ber kem bang luar biasa di Andalusia dan Al garve. Spanyol
Muslim memang sa ngat termahsyur dalam mengembangkan sektor pertanian.
Dari kawasan itulah, lahir para ahli botani Muslim ter kemuka.

Menurut
Bapak Sejarah Sains, George Sarton, sumbangsih pemikiran dan de dikasi
Muslim di Spanyol pada bidang tumbuh-tumbuhan membuat ilmu bota ni,
pertanian, dan perkebunan berkembang sangat pesat. “Dunia perkebunan
dan pertanian mengalami kemajuan. Para ahli botani Muslim membuktikan
bahwa sumbangsih peradaban Islam sangat berarti bagi dunia,” ujar
Sarton.

Tahukah Anda bahwa kata ‘sugar’ yang digunakan bahasa
Inggris untuk me nyebut gula berakar dari bahasa Arab? Ya, ‘sugar’
berasal dari kata shakar. Sebagai komoditas yang begitu penting, pada
tahun 1420-an, produksi gula telah sampai ke Kepulauan Kanari, Madeira,
dan Azores.. Gula mulai dikenal masyarakat Inggris melalui jalur Pran
cis, Spanyol, dan Italia—komoditas per kebunan yang berasa manisitu
berawal dari dunia Islam.

Perkebunan dan industri gula di Benua
Amerika juga berasal dari peradaban Islam. Sejarawan Paul Lunde
mengungkapkan, perkebunan tebu yang begitu luas di kawasan
Andalusia—ter utama sekitar Motril—begitu produktifpa da abad ke-14 dan
15 M. Saat itu, industri gula dikuasai Dinasti Mamluk. Na mun, begitu
Granada jatuh ke tangan pe nguasa Nasrani, industri gula yang di kuasai
peradaban Islam gulung tikar.

Umat Islam yang terusir dari
Spanyol pada abad ke-15 M bermigrasi ke Benua Amerika yang disebut
Columbus sebagai ‘Dunia Baru’. Pada tahun 1550 M, terca tat ada
sebanyak 3.000 penggilingan gu la skala kecil di Benua Amerika.Industri
gula di Amerika dibangun dengan ban tuan para ahli Muslim yang berasal
dari Kepulauan Kanari—tentunya mengguna kan teknologi yang telah
dikembang kan selama berabadabad di dunia Islam.

‘’Dengan
memperkenalkan industri gula ke ‘Dunia Baru’, produk lainnya yang
awalnya dimonopoli dunia Islam akhirnya mulai diproduksi di lingkungan
baru di luar dunia Islam,’‘ papar Lunde yang juga seorang sarjana yang
meneliti Arab. Begitulah, industri gula berkembang di dunia Islam dan
kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Kini, Brasil tercatat
sebagai produsengula terbesar di seantero jagad.Selain industri gula,
pada era keemas an Islam juga berkembang pesat in dustri tepung yang
berasal dari gandum. Pada zaman itu, industri penggilingan bahan
makanan pokok itu berkembang pesat. Industri penggilingan tepung
dibangun para insinyur Muslim di hampir seluruh kota Islam.

Salah
satu contohnya, pada abad ke10 M, industri penggilingan tepung di
Baghdad dapat memproduksi 10 ton tepung per hari.. Industri penggilingan
tepung pertama di Eropa berdiri pada abad ke-12 M di Spanyol Muslim.
Pencapaian umat Islam dalam industri pangan tercatat lebih awal dari
peradaban Barat. Masyarakat Inggris baru m engembangkan industri tepung
pada 1600 M. heri ruslan






----- Original Message ----
From: RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, August 19, 2008 5:16:45 PM
Subject: [ppiindia] Re: Surga Bukan Monopoli Muslim (Asghar Ali Engineer)


--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, A Nizami <[EMAIL PROTECTED] .> wrote:
>

> Agama yang diridhai Allah hanya Islam:
> 
>
**** Horrreeee, karena itulah bangsa bangsa beragama Muslim yang 
termaju didunia: yang menciptakan pesawat terbang, kapal, mesin 
mesin, computer, software dan teknologi canggih...

Yang paling makmur dan tertata didunia, yang tinggalnya paling 
nyaman, jauh dari pinggiran sungai, got got kotor, yang paling tinggi 
pendidikannya, penghuni Kapuk, PI, Kemang, Kuningan, dan hunian mewah 
keatas...

Horreeee, yang militernya memiliki kapal induk, kapal selam, rudal, 
heli raksasa, horrreee

Nabi nabi kata si Pitung semua Islam, jadi sudah baca Qoran, sebelum 
Qoran terbit horreeee... sebelum nabi Muhammad lahir horeee

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke