bahasa inggris tidak dilarang, tapi bahasa inggris tidak dijadikan bahasa pengantar di sekolah international. bahasa inggris diajarkan dari smp dari sejak dulu, nggak mungkin lah pelajaran bahasa inggris dilarang.
malahan, sekarang ini sekolah swasta banyak yang pake 3 bahasa (indonesia, inggris, mandarin) sebagai di sekolahnya. tapi, tentu saja bahasa itu bukan sebagai pengantar bahasa di sekolah tersebut. --- In [email protected], "ttbnice" <rparapat@...> wrote: > > Bahasa Inggris itu bahasa internasional. Kalo dilarang di sekolah > Internasional, artinya ga ngerti apa arti internasional. > > --- In [email protected], Musik hari Ini <musikhariini@> wrote: > > > > Dalam sebuah masyarakat, orang akan memakai istilah ataupun corak > > bahasa yang memenuhi keperluan mereka. Tidak dapat direkayasa para > > pejabat. Pengaruh asing tidak dapat dihapuskan begitu saja dari leksikon > > pemakaian sehari-hari. > > Sekarang perkembangan bahasa tidak dapat diarahkan. Kalau kita > > melihat dampak pemakaian internet pada kalangan muda Indonesia, jelas > > bahwa bahasa Inggris tetap mendominasi mekanisme komunikasi tersebut. > > Dalam dunia komputer pada umumnya, bahasa Inggris luar biasa besar > > dampaknya. > > Walaupun telah diciptakan istilah Indonesia untuk keyboard, software, > > hardware dsb, istilah Inggris tetap dipakai dan sering terasa lebih > > gengsi dibandingkan dengan papan ketik, peranti lunak, peranti keras, > > dsb. > > Istilah internet, seperti log-on, download, save, input, data, chat, > > relay, e-mail, domain, dan sejuta kata lagi telah membudaya dalam dunia > > internasional, apa pun bahasa ibu yang terpakai dalam kawasan tertentu. > > Pengaruh bahasa Inggris itu tidak hanya kelihatan dalam kosa kata > > komputer. Kalau menonton siaran berita di TVRI, kita akan mendengar > > istilah, seperti illegal logging, illegal fishing, mengadakan scanning, > > town square, stakeholder, reshuffle kabinet, mafia pengadilan, dan > > lainnya. Semua tanpa terjemahan Indonesia. > > Belakangan dalam koran daerah pun muncul istilah seperti kasus mark > > up pengadaan mobil dinas, cash transfer, enjoy, nomorsatukan crash > > program, aspirasi diseriusi SBY. > > Jelas disimpulkan oleh redaksi media tersebut bahwa para penonton > > ataupun pembaca mereka sudah biasa dengan istilah Inggris sehingga tidak > > perlu dijelaskan lagi. Apakah pembelajaran bahasa Inggris di sistem > > sekolah Indonesia telah begitu luas dan efektif sehingga semua penonton > > berita TVRI ataupun pembaca koran daerah sudah mengerti? > > Pengaruh seperti itu tidak hanya pada bahasa lisan, tetapi juga pada > > bahasa badan. Beberapa tahun lalu, seorang budayawan Indonesia mengeluh > > bahwa anaknya yang ABG telah mengadopsi gerak-gerik meniru apa yang > > ditonton dalam acara TV Amerika lengkap dengan sapaan âHi-5â³, bukan > > lagi jabat tangan atau sapaan yang lebih âIndonesiaâ. > > Kalau anak itu ingin mencaci-maki atau mengutuk, yang diucapkan > > âShitâ atau yang lebih kasar lagi dalam bahasa Inggris, tidak lagi > > menggunakan istilah yang sama kasarnya tapi lebih khas akar > > Indonesianya! > > > > Apakah kecenderungan itu dapat dilawan? Menurut Benedict Anderson, > > ahli kebudayaan Indonesia di Universitas Cornell, AS, (yang menulis > > dalam Ejaan Soewandi)Bahasa tidak gampang dimonopoli oleh (negara karena) > > tukang-tukang penjelundup, pengimpor gelap, maling dan bandit bahasa > > lokal, remaja-remaja jang gile, intelektual nakal, geng-geng residivis > > dan hombreng, semuanja selalu aktip menggerogoti kedikaturan negara. > > Bukan itu sadja. Polisi kamus sama sekali tidak berdaja terhadap > > bahasa-bahasa lisan jang dipakai sehari-hari oleh rakjat dan seribu satu > > variasinja. > > > > Suka atau tidak, dengan arah perkembangan bahasa Indonesia, sudah > > jelas tiada lembaga ataupun pemerintah yang dapat membendung arus > > penciptaan kata-kata ataupun struktur linguistik baru karena itu > > menyentuh aspek komunikasi yang organik. > > Barangkali justru vitalitas bahasa Indonesia inilah yang akan tetap > > mengalahkan munculnya kembali bahasa-bahasa daerah dalam konstelasi > > sosio-politik pasca-Soeharto. > > memang tidak dapat dipungkiri bahwa istilah-istilah teknologi banyak > > berasal dari negara maju yang berbahasa Inggris. Untuk itu pemerintah > > berkewajiban mendidik rakyatnya dalam mengantisipasi perubahan yang > > demikian cepat. Banyak kata-kata asing yang masih belum ada padanannya. > > Jika sudah ada padanannya pun, pemerintah harus lebih cepat melakukan > > sosialisasi. Meskipun demikian kita berusaha untuk menggunakannya dan saya > > tidak > > akan pernah malu menggunakan istilah-istilah padanan yang dihasilkan > > oleh putra-putri Indonesia. Mengunduh, tetikus, tautan, semua masih > > terasa asing, tapi kita tidak seharusnya malu menggunakan kata-kata > > tersebut. > > (Saduran bebas) > > > > > > ________________________________ > > From: muskitawati <muskitawati@> > > To: [email protected] > > Sent: Wednesday, April 25, 2012 3:59 AM > > Subject: [proletar] Bahasa Inggris Dilarang di Sekolah Internasional !!! > > > > > > Â > > Bahasa Inggris Dilarang di Sekolah Internasional !!! > > > > Melarang Bahasa Inggris disekolah Internasional sama halnya dengan melarang > > alQuran di mesjid. > > > > http://us.news.detik.com/read/2012/04/25/124018/1901077/10/bahasa-indonesia-vs-bahasa-inggris-di-persimpangan-jalan?9922032 > > > > Artinya, kalo dimesjidpun alQuran dilarang, apalagi diluar mesjid. Karena > > memang alQuran itu dibaca, dipelajari, didakwahkan ditempat utamanya adalah > > Mesjid, jadi kalo dilarang di Mesjid sama artinya dilarang disemua tempat. > > > > Demikianlah, bahasa Inggris dilarang disekolah Internasional sama artinya > > bahasa Inggris akan dilarang disemua sekolah. > > > > Gara2nya cuma satu, yaitu bahasa Arab yang diusulkan menjadi bahasa asing > > utama untuk diajarkan disemua sekolah di Indonesia telah ditolak, terutama > > ditolak oleh orang2 yang bukan beragama Islam. Akibatnya agar bahasa Arab > > bisa diterima, tidk ada taktik yang lebih jitu daripada melarang dulu > > bahasa Inggris disekolah Internasional. > > > > Larangan ini nantinya akan bergema disemua sekolah publik dan swasta bahkan > > juga pemerintahan dimana bahasa Arab akan diganti sebagai pengisi hilangnya > > bahasa Inggris. > > > > Hal ini jelas disambut gembira oleh orang2 keturunan Arab dan semua ulama > > yang ngerti sedikit2 bahasa Arab, karena dengan diwajibkan belajar bahasa > > Arab, mereka yang keturunan Arab akan panen untuk bekerja jadi guru bahasa > > Arab pengganti guru2 bahasa Inggris yang dipaksa jadi pengangguran. > > > > Memang sekarang makin susah cari kerja, jadi kalo enggak pake akal2an > > begini bisa mati kelaparan dong. > > > > Kebijaksanaan pelarangan bahasa Inggris yang tidak bijaksana ini memang > > sudah lama direncanakan, karena tindakan ini hanyalah susulan tentang > > keharusan anggauta legislatif bisa baca dan mengerti alQuran. > > > > Semua negara2 Islam rame2 belajar bahasa Inggris agar bisa cari kerjaan, > > sebaliknya di Indonesia malah melarang bahasa Inggris agar bisa digantikan > > dengan bahasa Arab. > > > > Lagi pula doktor2 lulusan IAIN yang ahli bahasa Arab dan ahli agama Islam > > dilarang mengajarkan agama Islam di Arab sebaliknya IAIN malah mengundang > > dan menggaji orang2 Arab untuk mengajar agama Islam di IAIN. > > > > Sebenarnya bahasa Inggris mutlak untuk cari kerja, dan ini disadari oleh > > orang2 Arab disana. Jelas lebih berat bagi muslim di Indonesia kalo > > diharuskan juga belajar bahasa Inggris. > > > > Orang Arab cukup berbahasa Arab dan bahasa Inggris, jadi kalo orang > > Indonesia, selain harus bisa berbahasa Indonesia, berbahasa Arab, ditambah > > lagi bahasa Inggris, jelas konyol kalo harus bisa tiga bahasa, padahal > > orang Arab sendiri cuma dua bahasa. > > > > Kenapa bahasa Indonesia tidak dipaksakan kepada orang2 Arab agar mereka > > semuanya diharuskan bisa berbahasa Indonesia sehingga tkw2 disana bisa > > meningkatkan derajatnya jadi guru bahasa Indonesia. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
