Jadi, mengulang pertanyaan Bung Yanu, apa yang waktu itu dilakukan Ahlul Halli wal Aqdi ketika sang pemimpin "berdosa"?
--- Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...> > Mesin itu pada prinsip kerjanya sama kapanpun jg. Yg beda bagaimana > menjawab kebutuhan terkini. Ada yg mau bunyinya halus dll. > Bangunan sistem yg diturunkan Allah dijamin kesempurnaannya. Dimana > setiap problematika kehidupan dapat ditemukan solusinya di dalam > Islam. > > Syariat Islam bukan mesin tua. Syariat Islam adalah aturan hidup > sepanjang masa. Itu tidak bisa/cukup dianalogikan dengan mesin. > Walaupun sdh lama diturunkan Al Quran tdk hanya mengatur umat masa > lampau, tapi jg mengatur umat masa kini dan esok hingga bumi > berakhir. > > Powered by Telkomsel BlackBerry® > > From: ajeg <ajegilelu@...> > > > Bukannya Anda sudah mengutip pendapat Imam Suyuthi > > bahwa keseluruhan prosedur itu berujung pada bentuk > > kekuasaan monarkhi? > > > > Keliatannya, para ulama pada jaman itu memang > > tidak punya alasan untuk menolak, membatalkan, apalagi > > memakzulkan pemimpin pilihan mereka sendiri walau sang > > pilihan ternyata tidak melaksanakan isi sumpah / baiat > > (Dimas malah menyebutnya "melakukan dosa" -- lucu, > > berdosa tapi dibiarkan tetap berkuasa hanya lantaran > > seremoni pelantikannya mengucap lafaz tauhid; miriplah > > dengan membiarkan SBY berdosa & tetap berkuasa lantaran > > mengucap sumpah dengan santun :) Sebab, para ulama yang > > berkedudukan sebagai Ahlul Halli wal Aqdi saat itu > > memang tidak punya kewenangan lain di luar memilih & > > mengambil sumpah si pemimpin. > > > > Tapi ya begitulah. Namanya juga jaman doeloe. Ahlul > > Halli wal Aqdi yang sangat modern pada masa itu tentu > > tidak memadai lagi untuk situasi & kondisi masakini. > > Meminjam analogi mesin mobil yang perlu diperbaiki terus > > teknologinya agar sesuai kebutuhan / tuntutan fungsional, > > maka ikhtiar manusia sejauh ini sudah mencapai apa yang > > sekarang dikenal sebagai parlemen. > > > > Mau mundur lagi ke mesin tua? Monggo. Yang pasti, > > tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia pada jaman ini > > pastilah menolak jika MPR hanya diisi ketum-ketum partai. > > Tanpa melalui pemilu dan semata hanya karena menjabat > > ketum partai. > > > > Pendeknya, dari uraian opini tentang sistem kekhalifahan > > selama ini pada akhirnya toh kelihatan juga bahwa faktor > > manusialah yang menentukan sistem berjalan baik atau buruk. > > > > --- jcmk <justcallme@...> wrote: > > > > > bung dimas, > > > yg Anda tulis dibawah adalah pendapat Anda. > > > > > > tapi yg saya penasaran itu sikap para ulama yg hidup di masa > > > itu. > > > apa sikap mereka jika "syarat sah" sebagai khilafah (termasuk > > > prosedur baiat dsb) itu tidak terpenuhi ? > > > > > > apakah mereka menerima, setuju, menolak negara itu, pasrah, > > > abstain atau bagaimana? > > > > > > > > > 2012/8/7 Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>: > > > > Pada masa pemerintahan Bani-bani itu... > > > > Statusnya mereka melakukan dosa dengan mewariskan kekuasaan > > > > pada anaknya atau saudaranya. > > > > > > > > Akan tetapi praktek baiat pengangkatan tetap dilakukan dengan > > > > lafaz kalimat-kalimat tauhid. Semacam sumpah setia menjalankan > > > > syariah Islam dst.... Maka barangsiapa yang hidup saat itu > > > > akan ingat hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh > > > > Muslim melalui `Auf bin Malik: "Sebaik-baik para imam kalian > > > > adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai > > > > kalian, kalian berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk > > > > kalian. Dan seburuk-buruk para imam kalian adalah yang kalian > > > > membenci mereka dan mereka membenci kalian, kalian melaknat > > > > mereka dan mereka melaknat kalian." > > > > Dikatakan: > > > > "Wahai Rasulullah, tidakkah kami harus memerangi mereka dengan > > > > pedang?" > > > > Beliau berkata: "Tidak, selama mereka menegakkan shalat di > > > > antara kalian. Dan jika kalian melihat dari para pemimpin > > > > kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah perbuatannya > > > > itu, dan janganlah kalian melepaskan tangan dari ketaatan." > > > > Para ulama menjelaskan makna menegakkan sholat sebagai kinayah > > > > (kiasan) dari penegakan agama dan berhukum kepadanya. > > > > Maka dari itu, keberadaan pemerintahan Bani-bani itu adalah > > > > tetap sah sepanjang akad baiat dilakukan. Dan kaum muslim > > > > tetap wajib taat kepada khalifah itu sepanjang khalifah masih > > > > menerapkan hukum-hukum Islam. > > > > > > > > Memang ada cacat dalam pemerintahan Bani-bani tersebut, tetapi > > > > tidak menggugurkan kenyataan mereka tetap bertahkim pada > > > > kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Artinya tidak bisa > > > > menggugurkan kenyataan bahwa mereka adalah khilafah Islam, > > > > apalagi kita membaca betapa gigihnya mereka memperjuangkan > > > > dakwah Islam menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia > > > > (ilal 'alam). > > > > Namun akankah kita meneladani khalifah yang buruk-buruk itu? > > > > Tentu tidak. > > > > Kita harus meneladani yang terbaik pelaksanaannya, yakni pada > > > > masa Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin > > > > Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz, Kegigihan muhammad Al Fatih, > > > > Sulaiman Al Qonuni, dan banyak lagi khalifah yang bisa kita > > > > teladani. > > > > > > > > Melalui penggalian hukum yang mendalam dan jernih memandang > > > > persoalan kekinian, maka perlu adanya sistemisasi penerapan > > > > Islam secara utuh dan totalitas (kaaffah). Hukum - hukum itu > > > > digali dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW, Ijma' > > > > Shahabat dan Qiyas. Dengan modal dasar ke-4 itu para ulama > > > > hendaknya mampu menjawab berbagai permasalahan terkini dimana > > > > mereka yakin hanya Islam-lah solusi atas permasalahan yang > > > > terjadi saat ini. > > > > > > > > Salam, > > > > Dimas > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
