Democracy is like a casino, everyone has a chance of winning...
1% of people is rich (''winners''), 99% of people are poor (''losers'')
________________________________
From: ajeg <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, August 7, 2012 11:10 PM
Subject: [proletar] Re: HTI dan Ormas Islam akan Gelar Aksi Besar untuk Rohingya
Jadi, mengulang pertanyaan Bung Yanu, apa yang waktu itu
dilakukan Ahlul Halli wal Aqdi ketika sang pemimpin "berdosa"?
--- Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>
> Mesin itu pada prinsip kerjanya sama kapanpun jg. Yg beda bagaimana
> menjawab kebutuhan terkini. Ada yg mau bunyinya halus dll.
> Bangunan sistem yg diturunkan Allah dijamin kesempurnaannya. Dimana
> setiap problematika kehidupan dapat ditemukan solusinya di dalam
> Islam.
>
> Syariat Islam bukan mesin tua. Syariat Islam adalah aturan hidup
> sepanjang masa. Itu tidak bisa/cukup dianalogikan dengan mesin.
> Walaupun sdh lama diturunkan Al Quran tdk hanya mengatur umat masa
> lampau, tapi jg mengatur umat masa kini dan esok hingga bumi
> berakhir.
>
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> From: ajeg <ajegilelu@...>
>
> > Bukannya Anda sudah mengutip pendapat Imam Suyuthi
> > bahwa keseluruhan prosedur itu berujung pada bentuk
> > kekuasaan monarkhi?
> >
> > Keliatannya, para ulama pada jaman itu memang
> > tidak punya alasan untuk menolak, membatalkan, apalagi
> > memakzulkan pemimpin pilihan mereka sendiri walau sang
> > pilihan ternyata tidak melaksanakan isi sumpah / baiat
> > (Dimas malah menyebutnya "melakukan dosa" -- lucu,
> > berdosa tapi dibiarkan tetap berkuasa hanya lantaran
> > seremoni pelantikannya mengucap lafaz tauhid; miriplah
> > dengan membiarkan SBY berdosa & tetap berkuasa lantaran
> > mengucap sumpah dengan santun :) Sebab, para ulama yang
> > berkedudukan sebagai Ahlul Halli wal Aqdi saat itu
> > memang tidak punya kewenangan lain di luar memilih &
> > mengambil sumpah si pemimpin.
> >
> > Tapi ya begitulah. Namanya juga jaman doeloe. Ahlul
> > Halli wal Aqdi yang sangat modern pada masa itu tentu
> > tidak memadai lagi untuk situasi & kondisi masakini.
> > Meminjam analogi mesin mobil yang perlu diperbaiki terus
> > teknologinya agar sesuai kebutuhan / tuntutan fungsional,
> > maka ikhtiar manusia sejauh ini sudah mencapai apa yang
> > sekarang dikenal sebagai parlemen.
> >
> > Mau mundur lagi ke mesin tua? Monggo. Yang pasti,
> > tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia pada jaman ini
> > pastilah menolak jika MPR hanya diisi ketum-ketum partai.
> > Tanpa melalui pemilu dan semata hanya karena menjabat
> > ketum partai.
> >
> > Pendeknya, dari uraian opini tentang sistem kekhalifahan
> > selama ini pada akhirnya toh kelihatan juga bahwa faktor
> > manusialah yang menentukan sistem berjalan baik atau buruk.
> >
> > --- jcmk <justcallme@...> wrote:
> >
> > > bung dimas,
> > > yg Anda tulis dibawah adalah pendapat Anda.
> > >
> > > tapi yg saya penasaran itu sikap para ulama yg hidup di masa
> > > itu.
> > > apa sikap mereka jika "syarat sah" sebagai khilafah (termasuk
> > > prosedur baiat dsb) itu tidak terpenuhi ?
> > >
> > > apakah mereka menerima, setuju, menolak negara itu, pasrah,
> > > abstain atau bagaimana?
> > >
> > >
> > > 2012/8/7 Dimas H. Pamungkas <dims_stk36@...>:
> > > > Pada masa pemerintahan Bani-bani itu...
> > > > Statusnya mereka melakukan dosa dengan mewariskan kekuasaan
> > > > pada anaknya atau saudaranya.
> > > >
> > > > Akan tetapi praktek baiat pengangkatan tetap dilakukan dengan
> > > > lafaz kalimat-kalimat tauhid. Semacam sumpah setia menjalankan
> > > > syariah Islam dst.... Maka barangsiapa yang hidup saat itu
> > > > akan ingat hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh
> > > > Muslim melalui `Auf bin Malik: "Sebaik-baik para imam kalian
> > > > adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka mencintai
> > > > kalian, kalian berdoa untuk mereka dan mereka berdoa untuk
> > > > kalian. Dan seburuk-buruk para imam kalian adalah yang kalian
> > > > membenci mereka dan mereka membenci kalian, kalian melaknat
> > > > mereka dan mereka melaknat kalian."
> > > > Dikatakan:
> > > > "Wahai Rasulullah, tidakkah kami harus memerangi mereka dengan
> > > > pedang?"
> > > > Beliau berkata: "Tidak, selama mereka menegakkan shalat di
> > > > antara kalian. Dan jika kalian melihat dari para pemimpin
> > > > kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah perbuatannya
> > > > itu, dan janganlah kalian melepaskan tangan dari ketaatan."
> > > > Para ulama menjelaskan makna menegakkan sholat sebagai kinayah
> > > > (kiasan) dari penegakan agama dan berhukum kepadanya.
> > > > Maka dari itu, keberadaan pemerintahan Bani-bani itu adalah
> > > > tetap sah sepanjang akad baiat dilakukan. Dan kaum muslim
> > > > tetap wajib taat kepada khalifah itu sepanjang khalifah masih
> > > > menerapkan hukum-hukum Islam.
> > > >
> > > > Memang ada cacat dalam pemerintahan Bani-bani tersebut, tetapi
> > > > tidak menggugurkan kenyataan mereka tetap bertahkim pada
> > > > kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW. Artinya tidak bisa
> > > > menggugurkan kenyataan bahwa mereka adalah khilafah Islam,
> > > > apalagi kita membaca betapa gigihnya mereka memperjuangkan
> > > > dakwah Islam menyebarluaskan Islam ke seluruh penjuru dunia
> > > > (ilal 'alam).
> > > > Namun akankah kita meneladani khalifah yang buruk-buruk itu?
> > > > Tentu tidak.
> > > > Kita harus meneladani yang terbaik pelaksanaannya, yakni pada
> > > > masa Abu Bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin
> > > > Abi Thalib, Umar bin Abdul Aziz, Kegigihan muhammad Al Fatih,
> > > > Sulaiman Al Qonuni, dan banyak lagi khalifah yang bisa kita
> > > > teladani.
> > > >
> > > > Melalui penggalian hukum yang mendalam dan jernih memandang
> > > > persoalan kekinian, maka perlu adanya sistemisasi penerapan
> > > > Islam secara utuh dan totalitas (kaaffah). Hukum - hukum itu
> > > > digali dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah SAW, Ijma'
> > > > Shahabat dan Qiyas. Dengan modal dasar ke-4 itu para ulama
> > > > hendaknya mampu menjawab berbagai permasalahan terkini dimana
> > > > mereka yakin hanya Islam-lah solusi atas permasalahan yang
> > > > terjadi saat ini.
> > > >
> > > > Salam,
> > > > Dimas
> >
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/