Wajar kalo Israel makin memperketat blokade terhadap Gaza dan Westbank sebagai 
akibat serangan penyusup2 dari Sinai untuk mencegah penyusupan2.  Pemerintahan 
Abbas terpaksa menaikkan harga bahan bakar bensin 6.2%, gas untuk masak naik 
12%.  Abbas sudah mengemis ke-mana2, negara2 Arab menolak membantu, negara2 
Amerika Latin yang katanya mendukung berdirinya Palestina menjanjikan 
bantuannya nanti kalo sudah berhasil mendapatkan pengakuan, Russia menjanjikan 
bantuan kalo Abbas bisa berdamai dengan Hamas.  Dengan kata lain semua yang 
katanya negara sahabat tidak bersedia memberi bantuan.

Bagi Israel cara blokade begini betul2 murah biayanya dalam memenangkan perang 
tanpa peluru.  Pada waktu Israel diserang roket2 Palestina, angkatan perang 
Israel (IDF) memberi response yang keras dengan bomb2 dan roket2 juga.  
Tindakan membalas serangan2 roket ini menimbulkan protes keras didunia 
Internasional.  Akhirnya dalam perundingan di UN, Israel memberi alternatif 
kepada UN apakah serangan ini diteruskan atau diblokade, karena Israel harus 
bela diri terhadap ancaman roket2 ini.  Pihak UN mencari jalan netral yaitu 
memberi restu rencana Israel untuk memblokade total pihak Palestina ini.  
Dengan mandat penuh dari UN inilah Israel baru menjalankan blokade totalnya 
terhadap Abbas dan Hamas.  Dengan mandat inilah tidak lagi ada yang bisa 
protest menyalahkan tindakan israel, bahkan tidak ada yang bisa menembus 
perbatasannya untuk menyelundupkan senjata maupun makanan dan obat2an.

Harusnya pemimpin Palestina ini belajar dari pengalaman perang Jepang Amerika 
dalam perang dunia kedua.  Kalah perang tidak lagi punya harapan menyerahlah 
secara jantan jangan pengecut kayak Arab Palestina ini yang meskipun kalah 
terus saja mengobarkan perang dengan harapan dibantu Arab2 yang lain.  Ini 
memang cara Islam berperang biarpun kalah mengaku menang dan rakyat 
dikorbankannya berjihad.

Padahal Jepang dulupun berperang nekad berjibaku melawan pasukan Amerika, beda 
dengan teror jihad mereka sembunyi2 membantai rakyat jelata yang tidak 
bersenjata.  Meskipun Jepang kalah perang, mereka menyerah dengan cara2 
terhormat dan akhirnya menjadi sahabat Amerika menjadi negara paling maju 
didunia ini.

Beda dengan Abbas, meskipun kalah tidak mau ngaku kalah, terus berjihad dengan 
meminta bantuan Internasional, padahal dunia Internasional hanya mau membantu 
dalam kaitannya berdamai tapi malah oleh Abbas didorong untuk dijerumuskan 
berperang dengan Israel.  Tentu maksud2 curang seperti itu tidak bisa berhasil 
malah kehilangan simpati dan akhirnya semua yang tadinya mau membantu malah 
mundur dengan sendirinya.

Sekarang, Israel tinggal tunggu hasil panen-nya saja, tanpa perang bisa menang 
perang.  Mau keras kepala tidak mau menyerah akhirnya akan digantung rakyatnya 
sendiri seperti nasib Sadam Hussein.  Makanya, saya persilahkan ikhwan muslimin 
dari Indonesia membantu untuk saran dan ide2nya.  Cara apa yang anda tempuh 
kalo anda dalam posisi Abbas sekarang ini.  Mau perang pun tidak bisa, tapi 
tidak perang rakyat sendiri kelaparan yang akhirnya saling membantai dengan 
sendirinya dan sasaran utama tentu si pemimpin yang dijadikan kambing hitam 
yang akan digantung rame2.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke