Bangsat..

Bajingan.

Tulis nama saya dengan baik..

Saya tidak pernah mempermainkan nama anda.

Ini satu.

Kedua: mengutip tulisan orang tanpa menyebut sumbernya adalah plagiat.


--- In [email protected], "jasadlelaki" <jasadlel...@...> wrote:
>
> 
> Wakakakakkkkkk...,ente lucu juga pig.
> Kalaupun lirik lagu itu atas inspirasi mbak reza sendiri jelas kagak mungkin. 
> Kecuali kalau Taufiq Ismail itu sama dgn rezameut lain lagi ceritanya. 
> 
> Tapi, ente cukup teliti juga. 
> Abis, emang banyak orang pada suka GE-ER kalau di dunia maya.
> Seolah-olah dia, padahal bukan.
> Kalau dituding self defense-nya bukan main arogan dah...
> 
> Emang jauh lebih bagus berolah raga push-up, naik sepeda, marathon atau cukur 
> jenggot ya pig?
> Terkesan more reality or low profile.
> 
> 
> (s-one).
> 
> --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> >
> > 
> > Kapasitas berfikir rezameutia yang sudah gila dan mikir pake kontol itu 
> > jelas amat terbatas: ngedongeng, ngomong tentang sepak bola, ngoceh sedikit 
> > tentang musik,  menyebar dusta dan fitnah serta pamer fikiran yang busuk, 
> > nista lagi menjijikkan.
> > 
> > Nulis dia jelas nggak bisa.
> > 
> > Lalu dia bajak tulisan orang.
> > 
> > Tulisan dibawah dibajaknya dari karangan Taufiq Ismail.
> > 
> > http://anginsepoi.wordpress.com/2008/01/22/kisah-dibalik-lagu-ketika-tangan-dan-kaki-berkata-chrisye/
> > 
> > 
> > --- In [email protected], "rezameutia" <rezameutia@> wrote:
> > >
> > > KETIKA MULUT, TAK LAGI BERKATA
> > > 
> > > Di tahun 1997 saya bertemu Chrisye sehabis sebuah acara, dan dia berkata, 
> > > "Bang,saya punya sebuah lagu.  Saya sudah coba menuliskan kata-katanya, 
> > > tapi saya tidak puas.  Bisakah Abang tolong tuliskan liriknya?" 
> > > 
> > > Karena saya suka lagu-lagu Chrisye, saya katakan bisa. Saya tanyakan 
> > > kapan mesti selesai.  Dia bilang sebulan.  Menilik kegiatan saya yang 
> > > lain, deadline sebulan itu bolehlah. 
> > > 
> > > Kaset lagu itu dikirimkannya, berikut keterangan berapa baris lirik 
> > > diperlukan, dan untuk setiap larik berapa jumlah ketukannya, yang akan 
> > > diisi dengan suku kata.  Chrisye menginginkan puisi relijius.
> > > 
> > > Kemudian saya dengarkan lagu itu.  Indah sekali.  Saya suka betul.  
> > > Sesudah seminggu,tidak ada ide.  Dua minggu begitu juga.  Minggu ketiga 
> > > inspirasi masih tertutup. Saya mulai gelisah.  Di ujung minggu keempat 
> > > tetap buntu.  
> > > 
> > > Saya heran.  Padahal lagu itu cantik jelita.  Tapi kalau ide memang 
> > > macet, apa mau dikatakan.  Tampaknya saya akan telepon Chrisye keesokan 
> > > harinya dan saya mau bilang, "Chris, maaf ya, macet.  Sori." 
> > > 
> > > Saya akan kembalikan pita rekaman itu. 
> > > 
> > > Saya punya kebiasaan rutin baca Surah Yasin. Malam itu, ketika sampai 
> > > ayat 65 yang berbunyi, "A'udzubillahi minasy syaithonirrojim.  Alyauma 
> > > nakhtimu 'alaa afwahihim, wa tukallimuna aidhihim, wa tasyhadu arjuluhum 
> > > bimaa kaanu yaksibuun", saya berhenti. 
> > > 
> > > Maknanya, "Pada hari ini Kami akan tutup mulut mereka, dan tangan mereka 
> > > akan berkata kepada Kami, dan kaki mereka akan bersaksi tentang apa yang 
> > > telah mereka lakukan." 
> > > 
> > > Saya tergugah.  Makna ayat tentang Hari Pengadilan Akhir ini luar biasa!  
> > > Saya hidupkan lagi pita rekaman dan saya bergegas memindahkan makna itu 
> > > ke larik-larik lagi tersebut.  
> > > 
> > > Pada mulanya saya ragu apakah makna yang sangat berbobot itu akan bisa 
> > > masuk pas ke dalamnya. Bismillah.  Keragu-raguan teratasi dan 
> > > alhamdulillah penulisan lirik itu selesai. 
> > > 
> > > Lagu itu saya beri judul "Ketika Tangan dan Kaki Berkata".  Keesokannya 
> > > dengan lega saya berkata di telepon," Chris, alhamdulillah selesai".  
> > > Chrisye sangat gembira.  Saya belum beritahu padanya asal-usul inspirasi 
> > > lirik tersebut. 
> > > 
> > > Berikutnya hal tidak biasa terjadilah.  Ketika berlatih di kamar 
> > > menyanyikannya baru dua baris Chrisye menangis, menyanyi lagi, menangis 
> > > lagi, berkali-kali.
> > > 
> > > Di dalam memoarnya yang dituliskan Alberthiene Endah, Chrisye ?  Sebuah 
> > > Memoar Musikal, 2007 (halaman 308-309), bertutur Chrisye: Lirik yang 
> > > dibuat Taufiq Ismail adalah satu-satunya lirik dahsyat sepanjang karier, 
> > > yang menggetarkan sekujur tubuh saya. 
> > > 
> > > Ada kekuatan misterius yang tersimpan dalam lirik itu.  Liriknya 
> > > benar-benar mencekam dan menggetarkan.  Dibungkus melodi yang begitu 
> > > menyayat, lagu itu bertambah susah saya nyanyikan! 
> > > 
> > > Di kamar, saya berkali-kali menyanyikan lagu itu.  Baru dua baris, air 
> > > mata saya membanjir.  Saya coba lagi.  Menangis lagi.  Yanti sampai syok! 
> > >  Dia kaget melihat respons saya yang tidak biasa terhadap sebuah lagu. 
> > > 
> > > Taufiq memberi judul pada lagu itu sederhana sekali, Ketika Tangan dan 
> > > Kaki Berkata.  Lirik itu begitu merasuk dan membuat saya dihadapkan pada 
> > > kenyataan, betapa tak berdayanya manusia ketika hari akhir tiba. 
> > > 
> > > Sepanjang malam saya gelisah.  Saya akhirnya menelepon Taufiq dan 
> > > menceritakan kesulitan saya.  "Saya mendapatkan ilham lirik itu dari 
> > > Surat Yasin ayat 65..." kata Taufiq. 
> > > 
> > > Ia menyarankan saya untuk tenang saat menyanyikannya.  Karena sebagaimana 
> > > bunyi ayatnya, orang memang sering kali tergetar membaca isinya.  Walau 
> > > sudah ditenangkan Yanti dan Taufiq, tetap saja saya menemukan kesulitan 
> > > saat mencoba merekam di studio. 
> > > 
> > > Gagal, dan gagal lagi.  Berkali-kali saya menangis dan duduk dengan 
> > > lemas.  Gila!  Seumur-umur, sepanjang sejarah karir saya, belum pernah 
> > > saya merasakan hal seperti ini.  Dilumpuhkan oleh lagu sendiri!
> > > 
> > > Butuh kekuatan untuk bisa menyanyikan lagu itu.  Erwin Gutawa yang sudah 
> > > senewen menunggu lagu terakhir yang belum direkam itu, langsung 
> > > mengingatkan saya, bahwa keberangkatan ke Australia sudah tak bisa 
> > > ditunda lagi. 
> > > 
> > > Hari terakhir menjelang ke Australia, saya lalu mengajak Yanti ke studio, 
> > > menemani saya rekaman. Yanti sholat khusus untuk mendoakan saya.  Dengan 
> > > susah payah, akhirnya saya bisa menyanyikan lagu itu hingga selesai. 
> > > 
> > > Dan tidak ada take ulang!  Tidak mungkin.  Karena saya sudah menangis dan 
> > > tak sanggup menyanyikannya lagi.  Jadi jika sekarang Anda mendengarkan 
> > > lagu itu, itulah suara saya dengan getaran yang paling autentik, dan tak 
> > > terulang! 
> > > 
> > > Jangankan menyanyikannya lagi, bila saya mendengarkan lagu itu saja, 
> > > rasanya ingin berlari!  Lagu itu menjadi salah satu lagu paling penting 
> > > dalam deretan lagu yang pernah saya nyanyikan.  Kekuatan spiritual di 
> > > dalamnya benar-benar meluluhkan perasaan.  Itulah pengalaman batin saya 
> > > yang paling dalam selama menyanyi.
> > > 
> > > Penuturan Chrisye dalam memoarnya itu mengejutkan saya. 
> > > 
> > > Penghayatannya terhadap Pengadilan Hari Akhir sedemikian sensitif dan 
> > > luarbiasanya, dengan saksi tetesan air matanya.  Bukan main.  Saya tidak 
> > > menyangka sedemikian mendalam penghayatannya terhadap makna Pengadilan 
> > > Hari Akhir di hari kiamat kelak. 
> > > 
> > > Mengenai menangis ketika menyanyi, hal yang serupa terjadi dengan Iin 
> > > Parlina dengan lagu Rindu Rasul. Di dalam konser atau pertunjukan, Iin 
> > > biasanya cuma kuat menyanyikannya dua baris, dan pada baris ketiga Iin 
> > > akan menunduk dan membelakangi penonton menahan sedu sedannya.  Demikian 
> > > sensitif dia pada shalawat Rasul dalam lagu tersebut.
> > > 
> > > 
> > > http://www.youtube.com/watch?v=sHOQHgOtBfc&feature=related
> > > 
> > > 
> > > 
> > > =================
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke