Bung Arnoldison yang saya hormati.
Dulu saya pernah bermimpi hal yang sama dengan anda. Apalagi ketika saya
masih hobi beromantika dan bernostalgia, tentang betapa hebatnya tetua-tetua
kita. Cuma sekarang pun saya tidak berani bermimpi lagi.
Kesalahan pendidikan sumbar adalah menjadi bagian pendidikan Indonesia.
Sistem pendidikan kita adalah sebuah benang kusut. Tak tahu dimana lagi kita
bisa mengurai untuk memperbaikinya.
Melihat pendidikan sebagai sebuah sistem. Permasalahan terbesarnya adalah di
proses itu sendiri. Untuk input kita tak pernah kalah. Kalaupun ITB, UI dan
UGM terlihat hebat, hanyalah karena input yang masuk sana relatively lebih baik
dibanding yang lain. Bukan proses yang membuat mereka lebih baik.
Anda bermimpi setiap kabupaten punya universitas. Sekarang pun saya rasa
sudah. Setiap kabupaten sudah memiliki perguruan tinggi. Baik berbentuk
universitas, sekolah tinggi atau sebagainya. Cuma untuk apa? Saya rasa baru
hanya untuk mengejar gelar kesarjanaan belaka, terutama para pegawai negeri.
Wassalam,
UBGB
Arnoldison <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Kalauhlah ditanya kepada saya tentang mimpi apa yang saya senangi
perihal Sumatra Barat maka saya akan jawab mimpi bila Sumatra Barat
menjadi sentra pendidikan Indonesia dan dunia.
Apakah sumatra barat memiliki potensi seperti itu ?
Modal dasarnya adalah budaya masyarakat dan konsep ABS-SBK yang saling
mendukung , dengan salah satu filosofi budaya yang unggul yaitu
alam takambang menjadi guru.
Peningkatan pendidikan akan membangkitkan sumber daya orang minang,
dengan cara mendirikan banyak sekolah, universitas-univesitas di tiap
kota provinsi bahkan kabupaten, menggalakkan masyarakatkan gemar
belajar dan membaca.
Dengan tersedianya fasilitas pendidikan yang bermutu orang-orang
minang tidak perlu merantau untuk belajar kedaerah lain, bisa belajar
di ranah sendiri dan sekaligus menghemat devisa, bahkan orang minang
yang dirantau akan cenderung mengirim anak-anaknya belajar, yang
berarti pula ada pemasukan daerah.
Juga mengurangi 'brain drain' dikalang anak-anak dan pemuda minang
yang memiliki potensial agar tidak perlu lagi belajar keluar, sehingga
bisa membangun negerinya sendiri.
Dengan mempunyai penddikan yang tinggi bagi masyarakatnay akan
membentuk ketahanan budaya dan moral, tidak mudah menjadi sasaran
penetrasi budaya asing.
Dengan tingkat pendidikan yang tinggi akan menghasilkan 'multiplier
effect' di sektor lain, meningkatkan kemampuan menciptakan lapangan
kerja, memiliki kemampuan pengelolaan wilayah, sehingga bisa memimpin
dan tidak sekedar menjadi pelayan atau pegawai orang lain.
Walaupun tidak secara perhitungan statistik tetapi tampaknya
orang-orang minang di rantau telah banyak melakukan prestasi-prestasi
dan banyak berpendiikan tinggi, sehingga dengan adanya misi menjadikan
sumbar sebagai sentra pendidikan akan banyak menarik perhatian para
perantau.
Sebagai sentra pendidikan maka sumbar bisa menjadi wisata pendidikan dan
ruhani, berbeda dengan bentuk wisata lainnya maka para pendatang
(turis) akan datang dengan rasa hormat, karena mengunjungi masyarakat
yang berbudaya dan berpendidikan tinggi.
Menjadikan sumbar sebagai pusat kajian-kajian keislaman nusantara, hal
ini dimungkinkan karena secara historis telah banyak ulama-ulama yang
lahir di tanah minang.
Saya rasa ide ini bakal lebih menarik perhatian khususnya bagi para
perantau.
Arnoldison
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---