Ridha ngomongnya yang jelas aja, gak perlu ragu :-)

Point saya bahwa teknologi informasi punya peran yang cukup besar dalam 
mendukung kemajuan pendidikan.

Bukan cuma indonesia, dunia pun sudah melakukan hal itu :-)

Kalou masalah Implementasi dan next itu adalah peran dan tanggung jawab penuh 
pengelola untuk pemamfaatannya.

Kita tidak bisa cegah kemajuan teknologi ini, masalah nya cuma kapan teknologi 
itu sampai ke kita atau dalam hal ini Pendidikan Sumbar secara massal.

Masalah masalah pendampingan, asistensi itu kewenangan penuh mereka untuk 
memutuskan dan saya pun cukup yakin banyak konsultan yang mau membantu disini.

Tapi disini pendakatan saya adalah swadaya masyarakat. Mulai dari sekolah, 
murid dan mahasiswa sampai dengan perantau. Ini berguna untuk membantu menekan 
cost saat implementasi awal.

Kalou ridha baca email saya sebelumnya, akan jelas terlihat peran pemerintah 
daerah atau diknas itu kecil sekali, nah yang mempunyai peran besar adalah 
masyarakat umum mungkin diMinang (Perantau) untuk bisa membantu percepatan 
teknologi informasi ini.

Didaerah daerah lain penetrasi yang dilakukan pemerintah sangat kecil sekali, 
contoh kasus tahun 2001 penetrasi depkominfo untuk peningkatan pemakai internet 
hanya 1 juta per-tahun. Bandingkan dengan sejak dibebaskannya prekuensi 2.4 
tahun 2006  yang mencapai 16 juta per-tahun yang dilakukan oleh masyarakat 
mulai dari lingkungan terkecil sampai besar.

Itu dulu yh ridha, lagi makan nih.

Regards
Ronal Chandra



Ahmad Ridha <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
On 4/17/07, Ronal Chandra  wrote:

> Yang paling penting ada kemauan untuk memajukan pendidikan Sumbar dengan
> pendekatan teknologi dan ada kemauan untuk membangun komunikasi yang kepada
> pihak pihak yang terlibat :
>
> Saya sangat paham apa yang dikhawatirkan ridha karena itu masalah klasik,
> tapi kalou daerah lain bisa kenapa kita tidak ?
>

Nah, bagian ini yang saya terus terang ragu. Teknologi yang sama bisa
sukses atau gagal total karena seringkali sumber kegagalan datang dari
sisi manajemen atau organisasi. Harus ada yang membantu pihak sekolah
tapi juga bukan berarti pihak sekolah tidak terlibat aktif.

Mungkin kalau bisa disoroti pengembangan di daerah lain dan ada proses
berbagi informasi. Jangan hanya bagian bagus-bagusnya diekspos tapi
masalah disembunyikan. Bisa dibuat ada semacam wadah publikasi untuk
pelbagai sekolah menyampaikan pengalaman implementasi dan operasional
mereka.

-- 
Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)




       
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
 Check outnew cars at Yahoo! Autos.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke