He...he...he...he...

Walau ternyata mimpi kito sadonyo samo : Pendidikan Yang Berkualitas di 
Ranah !. Tapi tetap sajo kito bangsa pemimpi :)
Ambo setuju jo wan Gusman mungkin urang-urang rantau nan alah berhasil 
bisa lebih diberdayakan ke arah itu. Tanpa harus menghilangkan nan alah 
ado, ba'a ga ati kalau dibuek pulo LSM semacam MPKAS yang lebih concern 
ke dunia pendidikan.
Karano manurik hemat ambo, output dari dunia pendidikan lah nan 
jelah-jaleh punyo kontribusi 20-30 taun kamuko di ranah.

--
Afda


Mantari Sutan wrote:
> Bung Arnoldison yang saya hormati.
>  
> Dulu saya pernah bermimpi hal yang sama dengan anda.  Apalagi ketika 
> saya masih hobi beromantika dan bernostalgia, tentang betapa hebatnya 
> tetua-tetua kita.  Cuma sekarang pun saya tidak berani bermimpi lagi. 
>  
> Kesalahan pendidikan sumbar adalah menjadi bagian pendidikan 
> Indonesia.  Sistem pendidikan kita adalah sebuah benang kusut.  Tak 
> tahu dimana lagi kita bisa mengurai untuk memperbaikinya.
>  
> Melihat pendidikan sebagai sebuah sistem.  Permasalahan terbesarnya 
> adalah di proses itu sendiri.  Untuk input kita tak pernah kalah.  
> Kalaupun ITB, UI dan UGM terlihat hebat, hanyalah karena input yang 
> masuk sana relatively lebih baik dibanding yang lain.  Bukan proses 
> yang membuat mereka lebih baik.
>  
> Anda bermimpi setiap kabupaten punya universitas.  Sekarang pun saya 
> rasa sudah.  Setiap kabupaten sudah memiliki perguruan tinggi.  Baik 
> berbentuk universitas, sekolah tinggi atau sebagainya.  Cuma untuk 
> apa?  Saya rasa baru hanya untuk mengejar gelar kesarjanaan belaka, 
> terutama para pegawai negeri.
>  
> Wassalam,
>  
> UBGB
>  
--kudung-



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]

Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet
Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke