PESAWAT AVRO ANSON SUMBANGAN AMAI-AMAI[image: PDF]<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=21%3Akhas&id=21825%3Apesawat-avro-anson-sumbangan-amai-amai&format=pdf&option=com_content&Itemid=190>[image: Cetak]<http://harianhaluan.com/index.php?view=article&catid=21%3Akhas&id=21825%3Apesawat-avro-anson-sumbangan-amai-amai&tmpl=component&print=1&layout=default&page=&option=com_content&Itemid=190>[image: Surel]<http://harianhaluan.com/index.php?option=com_mailto&tmpl=component&link=b9471ae71870cd46e5deed7b7e8abcba5b02053c>Senin, 11 Maret 2013 01:44
*Sekitar* 5 km dari Kota Bukitinggi, tepatnya di Nagari Gadut Kecamatan Tilatang Kamang, pada pinggir jalan raya menuju Medan terdapat taman wisata seluas lapangan sepakbola. Pada taman itu dipajang sebuah replika pesawat terbang berwarna putih bertuliskan AVRO ANSON dan RI 003. Di bawah pesawat dipajang lagi sejumlah patung para pejuang. Bagi kebanyakan pengunjung keberadaan replika pesawat mengejutkan, mengundang pesona tetapi juga mengundang pertanyaan, apa hubungan pesawat itu dengan Gadut? Hubungannya, lokasi di sekitar taman wisata itu dulu merupakan lapangan terbang yang pernah didarati pesawat avro anson, sementara pesawat avro anson produk A.V.Roe and Company di Manchester yang didirikan oleh Alliot Verdon Roe juga pernah dibeli oleh amai-amai dari Bukittinggi, Agam dan sekitarnya dengan emas perhiasan mereka, berupa kalung, lontin, subang, gelang, cincin, termasuk cincin kawin. Tujuan pembelian pesawat untuk mendukung kebijakan ekonomi dan membantu perjuangan Republik Indonesia mempertahankan kemerdekaan dari ancaman penjajah. Proses pembeliannya, pada 27 September 1947 atas instruksi Wakil Presiden M.Hatta dibentuk panitia pengumpul emas untuk pembelian kapal terbang di Bukittinggi dengan ketua Mr.Abdul Karim(Direktur Bank Negara),anggota terdiri dari Suryo, R.S Suryaatmaja dan residen Sumatra Barat Mr. M. Rasyid. Selama lebih kurang 2 bulan panitia bekerja dengan bantuan tokoh masyarakat terkumpul emas perhiasan amai-amai sebanyak 1"belek” atau 1 kaleng biskuit, lalu emas itu dilebur menjadi emas batangan yang beratnya 14 kg lebih. Waktu itu mengumpulkan emas sebanyak itu tidak begitu sulit karena semangat amai-amai untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan juga bergelora, lagian amai-amai di tanah minang banyak yang memiliki emas perhiasan karena emas bagi mereka merupakan benda penyimpan kekayaan dan lambang kemuliaan seperti diungkap pepatah, “bapak kayo, mandeh baameh, mamak disambah urang pulo”. Setelah emas terkumpul dibentuk lagi panitia pembelian pesawat diketuai oleh Abu Bakar Lubis. Untuk melakukan pembelian panitia berangkat ke Singapura menemui Perwakilan RI di sana yang juga orang awak minang Dick Tamimi dan anak “nyiak” H.Agussalim bernama Ferdi Salim yang bertugas sebagai Supply Mission AURI di negara singa itu. Bersama dengan petinggi RI di Singapura dan melalui H.Savega seorang broker dari Birma ditawar pesawat avro anson milik H.Kegan seorang warga Australia, pemilik bersedia menjualnya dan disepakati bahwa transaksi akan dilakukan di Bukittinggi, namun pembayarannya di Songkhla(Thailand) dengan harga 12 kg emas. Awal Desember 1947 pesawat avro anson yang akan dibeli itu mendarat di lapangan udara Gadut, kedatangannya disambut antusias warga masyarakat. Pada 9 Desember 1947 Avro Anson diterbangkan oleh Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma ke Songhkla Tailand, penumpangnya termasuk Dick Tamimi dan H.Kegan sendiri, tiba di negeri gajah itu sore hari, namun naas avro anson diusir pejabat setempat karena dituduh melakukan penyeludupan barang perhiasan, penumpangnya turun melanjutkan perjalanan ke Penang. Sementara Iswahyudi dan Halim Perdanakusuma diperintahkan menerbangkan pesawat menuju tanah air, namun naas lagi, tak lama berselang pejabat di Malaka menyatakan avro anson jatuh di Tanjung Hantu negara bagian Perak. Dalam kejadian itu jenazah Halim Perdanakusuma diketemukan namun Iswahyudi tidak diketahui nasibnya sampai sekarang. Penyebab jatuhnya pesawat juga tidak diketahui secara pasti, apakah karena kerusakan, cuaca buruk atau karena sabotase. Sebagai pejuang pilot avro anson Iswahyudi diabadikan menjadi nama pelabuhan udara di Jawa Tengah dan nama navigatornya Halim Perdanakusuma diabadikan menjadi nama lapangan udara di Jakarta. Sedangkan bagi amai-amai minang jatuhnya pesawat avro anson nasib mereka bagaikan sudah jatuh ditimpa tangga, emas perhiasan sudah dikorbankan, pesawat yang diidamkan tidak dapat digunakan, namun kadang ya begitulah perjuangan itu, penuh onak duri dan pengorbanan. Sebagai pembangkit kenangan dan bukti pisik perjuangan replika avro anson dipajang sebagai monumen sejarah berskala nasional di Gadut kecamatan Tilatang Kamang*(Kasra Scorpi)* http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=21825:pesawat-avro-anson-sumbangan-amai-amai&catid=21:khas&Itemid=190 Pada 11 Maret 2013 15.51, muhammad syahreza <[email protected]>menulis: > Assalamu'alaikum wr.wb. > > ....... > > Agresi Militer I Belanda sangat dirasakan akibatnya oleh Republik > Indonesia. Untuk menembus blokade Belanda terhadap daerah Republik > Indonesia, telah ditempuh berbagai cara. Salah satu adalah lewat udara. > Republik Indonesia berhasil menarik simpati dunia luar antara lain dengan > datangnya pesawat-pesawat asing ke Indonesia. Selain itu dirasakan pula > betapa pentingnya perhubungan antara Jawa dan Sumatera. Kedunya > merupakan daerah terpisah yang harus dapat dihubungi satu sama lain. > Baru pada tahun 1947 dilakukan usaha nyata ke arah itu. Pesawat-pesawat > bermotor satu buatan Jepang tidak sesuai untuk Sumatera. Daerahnya masih > berhutan rimba luas, jarak satu kota dengan kota lainnya jauh, penduduk > jarang dan jalan-jalan buruk. Berhubungan dengan itu pada permulaan tahun > 1947 disewa sebuah pesawat pengangkut Dakota dari luar negeri. Ibukota > Sumatera waktu itu Bukittinggi harus mempunyai hubungan langsung dengan > Yogyakarta. Sesudah lapangan terbang disiapkan secara gotong royong oleh > rakyat, tepat pada hari yang telah ditentukan mendarat sebuah pesawat > Dakota yang pertama di Bukittinggi. Akan tetapi berhubung dengan suasana > politik, perhubungan udara itu tidak dapat diselenggarakan secara tetap. > Karena kesulitan perhubungan itu konsolidasi di lingkungan AURI sulit pula > dilaksanakan. Namun oleh Pemimpin Tertinggi Tentara telah digariskan, > bagaimana pun juga AURI harus dibangun di Sumatera. Keputusan ini > diambil mengingat situasi politik semakin genting, dimana Belanda > sewktu-waktu dapat merebut dan menduduki pangkalan-pangkalan udara yang > berada di Jawa. Apabila hal tersebut terjadi, maka Sumatera dijadikan > basis perjuangan dan persiapan ke arah itu harus dilakukan jauh-jauh > sebelumnya. > > ...... > > > Detail silahkan baca di link berikut : > http://tni-au.mil.id/content/halim-perdanakusuma > > > Salam > Reza > > -- -- * * *Wassalam * *Nofend St. Mudo 36Th/Cikarang | Asa Nagari Pauah Duo Nan Batigo - Solok Selatan Tweet: @nofend <http://twitter.com/#!/@nofend> | YM: rankmarola * -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/ - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ --- Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup Google. Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim email ke rantaunet+berhenti [email protected] . Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.
