Pelabuhan Kapal Terbang Gadut, Bukittinggi dibangun oleh Jepang di Masa Jepang 
kan? Saya melihat Kapal Terbang pertama kali di Gadut waktu masih anak-anak. 
Waktu itu masih dalamtaraf pembangunan. Saya ingat baling-balingnya diengkol 
(diputar) untuk start. Sudah itu mereka terbang ke udara keliling untuk test 
dan kemudian mendarat. Kami bersorak sorai. Alangkah bahagianya saya ikut 
bersama ayahanda dengan pengalaman melihat kapal terbang pertama itu dari dekat.

Salam,
-- MakNgah
Sjamsir Sjarif
Santa Cruz, CA Mar 11, 2013


--- In [email protected], muhammad syahreza <muhammadsyahreza@...> 
wrote:
>
> Assalamu'alaikum wr.wb.
> 
> .......
> 
> Agresi Militer I Belanda sangat dirasakan akibatnya  oleh Republik
> Indonesia.  Untuk menembus blokade  Belanda terhadap daerah Republik
> Indonesia, telah ditempuh berbagai cara.   Salah satu adalah lewat udara.
> Republik Indonesia berhasil  menarik simpati dunia luar  antara lain dengan
> datangnya pesawat-pesawat  asing ke Indonesia.  Selain itu dirasakan pula
> betapa pentingnya  perhubungan antara Jawa dan Sumatera.   Kedunya
> merupakan daerah terpisah  yang harus dapat dihubungi satu sama lain.
> Baru pada tahun 1947 dilakukan usaha nyata  ke arah itu.  Pesawat-pesawat
> bermotor  satu buatan Jepang tidak sesuai untuk Sumatera.   Daerahnya masih
> berhutan rimba luas, jarak satu kota dengan kota lainnya jauh, penduduk
> jarang dan jalan-jalan buruk.  Berhubungan dengan itu  pada permulaan tahun
> 1947 disewa sebuah pesawat pengangkut  Dakota dari luar negeri.  Ibukota
> Sumatera waktu itu Bukittinggi harus mempunyai hubungan langsung dengan
> Yogyakarta.  Sesudah lapangan terbang disiapkan secara gotong royong oleh
> rakyat, tepat pada hari yang telah ditentukan  mendarat sebuah pesawat
> Dakota yang pertama  di Bukittinggi.  Akan tetapi berhubung dengan suasana
> politik, perhubungan udara itu tidak dapat diselenggarakan  secara tetap.
> Karena kesulitan perhubungan itu konsolidasi di lingkungan AURI sulit pula
> dilaksanakan.  Namun oleh Pemimpin Tertinggi Tentara telah digariskan,
> bagaimana pun juga AURI harus dibangun di Sumatera.  Keputusan  ini
> diambil  mengingat situasi politik semakin genting, dimana Belanda
> sewktu-waktu dapat merebut dan menduduki pangkalan-pangkalan udara yang
> berada di Jawa.   Apabila hal tersebut terjadi, maka Sumatera dijadikan
> basis perjuangan dan persiapan ke arah itu harus dilakukan jauh-jauh
> sebelumnya.
> 
> Tugas untuk membangun AURI di Sumatera  dipercaya kepada Komodor Muda Udara
> Halim Perdanakusuma.   Beliau sangat erat berhubungan dengan Panglima Besar
> Jenderal Soedirman.  Pendapat dan sarannya  tentang Angkatan Udara sering
> diminta oleh Jenderal Soedirman.   Pemerintah menugaskan Halim ke Sumatera
> dan  diangkat sebagai  pejabat AURI di Komandemen  Tentara Sumatera .
> Selama melaksankan tugas , Halim berhasil menjalin kerjasama  dengan
> Panglima Tentara di Sumatera dan masyarakat di daerah itu.   Bahkan lebih
> daripada itu ia berhasil menghimpun dana mengumpulkan emas dari rakyat
> untuk kemudian digunakan membeli pesawat.   Salah satu bukti hasil
> pengumpulan dana adalah dengan berhasil dibelinya sebuah pesawt Avro Anson
> dengan registrasi VH-BBY.  Pesawat itu dibeli dengan harga 12 kg emas murni
> yang kemudian diberi nomor registrasi RI-003.
> 
> Usaha pembinaan keluar dan ke dalam terus ditingkatkan. Setelah
>  Bukittinggi menyusul perbaikan beberapa buah pangkalan lain.  Satu konsep
> yang akan dipakai sebagai dasar bagi pembangunan AURI khususnya di
> Sumatera  telah disusunnya pula. Juga usaha membuka hubungan dengan luar
> negeri untuk mendapatkan bantuan senjata dan logistik lainnya untuk
> keperluan perjuangan, terus dilakukan.  Dalam kaitan usaha mencari bantuan
> ke luar negeri inilah Halim bersama Opsir Udara I Iswahjudi pergi ke
> Bangkok pada bulan Desember 1947.
> ......
> 
> 
> Detail silahkan baca di link berikut :
> http://tni-au.mil.id/content/halim-perdanakusuma
> 
> 
> Salam
> Reza
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://rantaunet.wordpress.com/2011/01/01/tata-tertib-adat-salingka-palanta-rntaunet/
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke