Memang tidak tiap pejabat cari.uang sampingan, namun fakta yg terungkap di 
sidang tipikor, banyak pejabat terlibat malah bbrp ex menteri sudah terbukti 
dan sdh dibui. Kayaknya ini tidak punya.efek jera. Mungkin sistem yg 
menjamurkan korupsi ini. Kita tentu boleh2 aja menduga, sengaja tidak sengaja, 
anggota pembuat sistem, DPR yg anggotanya perlu miliaran rupiah sekali 5 tahun, 
dengan sangat pintar membuat celah halus utk korupsi dalam sistem ini.

Mak Sati (L. 76+4+16)
asa Galuang, Sungai Pua, Agam
Jl. Sitawa 25, Tabiang
0852 63000 868 As 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke