Semoga ada manfaatnya untuk urang awak, jangan hanya sampahnya saja yg tinggal, 
untuk Pemda Sumbar semoga berfikir lebih tajam untuk kepentingan umat di 
Miangkabau ini, jangan hanya berfikir untuk diri sendiri, karena kami sudah 
muak dengan celoteh Birokrat yang tak ada juntrungannya dan menguntungan pihak 
lain ....... maaf kalau agak pesimis.
 
salam,

Jo Febri
www.instaprofx.com

 

________________________________
 Dari: Nofendri T. Lare <[email protected]>
Kepada: [email protected] 
Dikirim: Selasa, 8 Oktober 2013 8:22
Judul: [R@ntau-Net] Blok Mentawai Segera Dieksplorasi
  


Tanggal 08 October 2013

PADANG — Perusahaan migas asal Prancis, Total E&P Indonesie bersiap-siap 
melakukan eksplorasi Blok Mentawai tahun depan. Gubernur Irwan Prayitno yang 
dihubungi Singgalang tadi malam menyebutkan, eksplorasi tersebut akan menambah 
pendapatan bagi Sumatera Barat. “Pengaturan perimbangan keuangan diatur 
pemerintah pusat,” katanya. 
Dijelaskan Irwan, Sumbar dan Bengkulu sama-sama diuntungkan oleh eksplorasi 
minyak itu.
Eksplorasi
Perusahaan penghasil gas terbesar di Indonesia itu, menurut Kepala Departemen 
Hubungan Media Total Kristanto Hartadi, sedang menghitung nilai investasinya 
yang diperkirakan besar.
“Eksplorasi di laut dalam lebih mahal daripada di darat,” kata dia yang 
dilansir republikaonline, Senin (7/10).
Total E&P Indonesia Mentawai B.V menargetkan pengeboran untuk eksplorasi di 
lepas pantai Blok Bengkulu I Mentawai dapat dilakukan pada Oktober 2014.
District Manager Total E&P Indonesia Mentawai B.V Avep Disasmita mengatakan 
pengeboran itu guna melihat kandungan yang ada di perut bumi Bengkulu.
Jika terbukti mengandung minyak dan gas (migas) maka akan dilakukan pemetaan 
yang lebih dalam.
“Pengeboran di lepas pantai itu akan dilakukan di kedalaman kurang lebih 950 
meter. Operasinya sekitar 60-90 hari,” katanya.
Tahapan eksplorasi yang direncanakan perusahaan akan memakan waktu selama tiga 
tahun mulai dari environmental baseline assessment (EBA), survei geofisika, 
pengeboran sampai survey seismik 3 dimensi di lepas pantai Bengkulu itu.
Dari beberapa tahapan itu, menurut  Avep, investasi yang paling mahal ada pada 
tahap pengeboran. Pengeboran ini sendiri nantinya dapat dilakukan dengan dua 
jenis anjungan, drillship dan semi submersible rig.
“Investasi yang paling mahal di situ [pengeboran] karena butuh sewa anjungan. 
Nilai total investasi untuk eksplorasi selama tiga tahun ke depan sebesar US$40 
juta atau sekitar Rp400 miliar,” katanya.
Menurut Avep Blok Bengkulu I, Mentawai ini merupakan tantangan bagi Total E&P 
Indonesia karena belum ada perusahaan migas yang beroperasi di pesisir Bengkulu.
“Kami ingin membuktikan dari segi geologi, berdasarkan umur batuan, apakah ada 
oil and gas yang terjebak di sana,” ujarnya.
Total optimistis eksplorasi ini dapat berhasil karena pihaknya sudah memiliki 
pengalaman kegiatan migas di laut dalam Afrika, yaitu di Nigeria dan Angola.
Menurutnya, kali ini adalah kesempatan Total untuk membawa teknologi yang 
diterapkan di laut dalam Afrika ke Indonesia.
Blok Bengkulu I Mentawai sendiri merupakan blok yang dipegang Total sejak 
ditandatanganinya kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) antara 
perusahaan dengan pemerintah lewat SKK Migas pada Oktober 2012.
Total sendiri menjadi pemegang 100 persen participating interest dari PSC ini.
Blok eksplorasi ini terletak di kawasan lepas pantai Selat Bengkulu yang 
meliputi wilayah seluas 8.034 kilometer persegi dengan kedalaman laut berkisar 
400-1.000 meter.
GM Total E&P Indonesia Mentawai B.V mengatakan pihaknya bangga Total 
mendapatkan blok eksplorasi yang merupakan blok pertama perusahaan untuk 
wilayah lepas pantai Sumatra Barat.
“Hal ini menunjukkan kompetensi kami yang kuat untuk menghadapi tantangan yang 
unik yang ada di kawasan ini,” katanya.
Kepala SKK Migas Perwakilan Sumatra Bagian Selatan Setia Budi mengatakan 
Bengkulu memang baru memulai kegiatan operasi migas pada 2012.
Dia mengatakan wilayah kerja KKKS Migas dan CBM banyak tersebar di Sumsel dan 
Jambi. Sedangkan sebaran di Lampung, Bengkulu dan Bangka Belitung yang dibawah 
pengawasan SKK Migas Sumbagsel relatif sedikit.
“Jumlah KKKS Migas dan CBM serta mitra Pertamina di wilayah kami terdapat 79 
perusahaan. 43 sudah berproduksi dan sisanya masih status eksplorasi,” katanya.
Di bawah kuota
Pemerintah memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak bersubsidi sampai akhir 
2013 berada di bawah kuota APBN Perubahan yang ditetapkan 48 juta kiloliter.
Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo mengatakan, sampai akhir 2013, pihaknya 
memprediksi konsumsi BBM subsidi mencapai 47,4 juta-47,5 juta kiloliter. “Masih 
di bawah kuota APBN sebesar 48 juta kiloliter,” katanya.
Menurut dia, per jenis BBM, konsumsi solar memang kemungkinan di atas kuota 
yang ditetapkan. Namun, untuk premium dan minyak tanah diperkirakan di bawah 
kuota sehingga secara keseluruhan juga lebih rendah dari 48 juta kiloliter.
Susilo mengatakan, penyebab konsumsi BBM subsidi di bawah target, antara lain 
kenaikan harga dan konversi ke biodiesel, selain juga penegakan hukum.
Vice President Fuel Retail Marketing PT Pertamina (Persero) Muchamad Iskandar 
mengatakan realisasi konsumsi BBM subsidi sampai September 2013 adalah 34,3 
juta kiloliter.
Realisasi itu naik satu juta kiloliter dibandingkan periode sama tahun lalu 
sebesar 33,3 juta kiloliter. “Sekitar tiga persen naiknya,” katanya.
Kenaikan terbesar terjadi pada jenis premium yakni 4,4 persen dengan konsumsi 
sampai September 2013 sebesar 21,82 juta kiloliter, dibandingkan 2012 sebanyak 
20,9 juta kiloliter. Disusul solar naik 1,4 persen dengan konsumsi 11,68 juta 
kiloliter, sementara pada tahun 2012 sebesar 11,52 juta kiloliter. Konsumsi 
minyak tanah turun 0,06 persen dari 0,88 juta menjadi 0,83 juta kiloliter. 
(006) 
http://hariansinggalang.co.id/blok-mentawai-segera-dieksplorasi/

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
1. Email besar dari 200KB;
2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet~ 
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, yang melanggar akan dimoderasi:
* DILARANG:
  1. Email besar dari 200KB;
  2. Email attachment, tawarkan & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. Email One Liner.
* Anggota WAJIB mematuhi peraturan (lihat di http://goo.gl/MScz7) serta 
mengirimkan biodata!
* Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
* Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
* Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/
--- 
Anda menerima pesan ini karena Anda berlangganan grup "RantauNet" dari Grup 
Google.
Untuk berhenti berlangganan dan berhenti menerima email dari grup ini, kirim 
email ke rantaunet+berhenti [email protected] .
Untuk opsi lainnya, kunjungi https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke