Pengalaman ambo beberap waktu tingga di Batam, ambo menangkap kesan, memang isu lingkungan iko indak menjadi prioritas disinan, prioritasnyo adolah bagaimana mengakumulasi profit secepatnya dan sebanyak-banyaknya.
Salam andiko ----- Original Message ----- From: "Dasriel Noeha" <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, March 10, 2011 11:55:23 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta Subject: Bls: [R@ntau-Net] Tanjung Pinggir yang terpinggirkan Saya yakin semua industri di Batam didirikan tanpa ada kajian dampak linkungan (Andal) sebelumnya, sehingga untuk monitoring nya pasti susah karena tidak ada tujukan RKL/RPL-nya. Dan juga alat untuk Oil Spill Containting apakah memadai di Batam? Untuk mengatasi polusi hydrocarbon di Pantai yang indah seperti kata Rina ini?? -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
