Milisters semuanya ysh,
   
  Alhamdullillah pertemuan Kamis Komunitas Referensi  kemarin di RM. Bundo Sati 
kawasan Patung Pak Tani Menteng Raya berjalan amat berkesan.........
  Walau diujung hari libur panjang 4 hari  Kamis sampai Minggu ... Dimana itu 
adalah kesempatan  langka berlibur bersantai bersama keluarga .......  Namun 
tetap hadir juga  para Bapak yang belum pernah diganyang istri seperti selain 
Prof. Waworoentoe ...  ada pak Risman Maris.... pak Abdul Alim Salam.... pak 
Wishnuwijaya ... pak Ekadj... Dr. Nuzul Achjar, pakar geoekonomi dari 
LPEM-FEUI...... Dr. Jahja Hanafie yang arsitek dan planner......
   
  Dari pagi saya sengaja tidak sarapan supaya pas jam makan siang bisa lapar 
betul .... Dan bisa menikmati sedapnya masakan minang ..... 
  Semula saya masih  mengikuti  sahut-menyahut diskusi yang hangat ..... Tapi 
ketika  acara risjtafel  tiba... Dan meja telah penuh dengan aneka macam 
masakan  khas  Sumatera Barat itu... Lalu saya lihat pak Risman yang duduk 
disamping saya  hanya mengambil sate Padang saja ... Sementara didepan beliau  
saya lihat ayam bakar dengan bumbu kuning yang menantang ... Langsung saja saya 
sambar .... Lalu saya padu dengan rebus daun singkong ... Tak lupa sop buntut 
juga saya geser mendekat ...... Dan entahlah ... Setelah itu saya lalu tak lagi 
mendengar lagi apa-apa yang masih didiskusikan para beliau itu....... Masa 
bodo.........
  Barulah setelah perut kenyang .... Pendengaran saya pulih kembali ....  
   
  *           *           *
  Dari pertemuan kemarin... Muncul satu event  yang barangkali akan menjadi 
satu tonggak penting sejarah perkembangan  peran  perencanaan dalam pembangunan 
nasional di Indonesia.........
  Melihat masalah-masalah kebenaran teknik keruangan  demikian mudahnya 
dikalahkan oleh pertimbangan-pertimbangan politik..... Tak jarang pula lebih 
sekedar kepentingan politik golongan tertentu ......
  Pak Jahja yang tamu baru milis referensi ....  Beliau melontarkan pemikiran 
tentang perlunya masyarakat planning masuk dalam politik ...... 
  Maksudnya kurang lebih bukan mau menjadi politikus.......  Tapi agar planner 
mengerti apa yang ada dikepalanya politikus .... dan dapat mempengaruhi para 
politikus dengan pertimbangan-pertimbangan perencanaan yang sehat dan benar 
bermanfaat bag kesejahteraan masyarakat............ 
  Mengingat 60% masyarakat perencanaan berada dibirokrasi ..... Dan tentu akan 
kagok untuk berbicara bebas .... Maka pak Jahja  ini tentu akan menjadi satu 
new outboard machine dengan horse power besar untuk motorboat masyarakat 
perencanaan dalam  pelayaran  menuju cita-cita kesejahteraan masyarakat melalui 
penataan ruang dan politik.........   
  Beliau sepakat bahwa untuk menuju langkah “planning dan politik” ... Pada 
saat yang sekitar sama ....  Perlu muncul pula ... “planning dan 
demokrasi”.......  Sebab bagaimana kita akan bicara politik tanpa bicara 
demokrasi?.........
  Putera Bugis yang sangat energetik itu rupanya tak biasa bekerja alon-alon 
waton kelakon.... Beliau mematok agenda kerja 3 bulan..... Dan ingin melihat 
suatu langkah nyata telah muncul.......wah asyik......
   
  Sementara demikian dan salam,
  aby

       
---------------------------------
Looking for last minute shopping deals?  Find them fast with Yahoo! Search.

Kirim email ke