Selamat pagi...kawan.
Setelah beberapa hari membaca ramal meramal dan dongeng KAPET, rasanya ingin 
juga ikut nyeletak-nyeletuk, kebetulan saya sempat ditugaskan dulu ngurusin 
hampir 3 tahun. Rasanya ada yg kurang untuk diajak diskusi disini dan karena 
milis ini saya rasa cukup terbuka, sebenarnya beberapa posting sudah saya 
forward kepada yang dari awal KAPET itu diurus PU sampai sekarangpun beliau 
masih mengurusnya yaitu pak Azwir. Pasti pak Onno kenal betul ya dengan beliau 
itu. Kita kalau urusan KAPET selalu menyebutnya Menteri KAPET. Beliaulah yang 
ngurus KAPET serasa ngurus 13 anak.... hehehe yang rasanya seperti 'cilaka 13' 
juga ya?
Singkatnya saya merasa  urusan KAPET ini  adalah contoh bagaimana melaksanakan 
ide dengan tidak konsisten. Ga usahlah  urusan koordinasi lintas sektornya,  
yang jelas sering kusutnya itu, namanya juga  'lintas' jadi ada yang lintas 
sana-lintas sini, ga ada yang jadi pulisi lalu-lintasnya. 
Yang diurus oleh Dep.PU juga untuk KAPET ini ga konsisten. Mustinya kan kembali 
bertanya, kenapa dan apa yang harus diurus oleh PU. Kalau boleh dijawab, yaitu 
supaya infrastrukturnya bisa segera dibangun. Apa yang terjadi? Ya ini contoh 
dulu ya, saya ga tau yang 171 M itu. Dulu... ibaratnya KAPET minta 100 juta 
buat dibangunkan prasarana...eh yang disetujui cuma 10 juta... cuma 10%, 
katanya KAPET itu pilar pembangunan, kalau cuma 10% pertahun ya keburu rusak ya 
yang sekarang dibangun. Mau diterima... salah, ga diterima.... ya disalahkan 
juga. ...hikhik. 
Contoh lain yang lintas sektor adalah tidak terlibatnya (ga merasa harus 
terlibat mungkin ya?) Dep.LN waktu kita mau promosi ke suatu negara lain 
(padahal sudah dijelaskan maksud kita kepada Dep.LN itu bahwa kita mau jualan 
agar ada yang mau berinvestasi di 13 KAPET itu).... eeeh kok malah kita sampai 
di negeri lain itu kok kita yang diminta beli barang dia..... hehehe rasanya 
seperti yang satu jualan 'jeruk', yang satunya lagi jualan 'asem'... seru khan? 
mungkin biasanya orang Indonesia itu kalau ke LN biasa belanja bukan jualan ya.
Saya pernah denger pak Dorodjatun (waktu beliau masih Menko) cerita bahwa 
beliau pernah katanya pengalaman kerja di TVA, itu proyek baru terasa berhasil 
setelah 30 tahun. Ini untuk memberi rasa optimis mungkin ya.... KAPET kan belum 
ada 10 tahun waktu itu, juga sudah dihujat ga ada hasilnya. PU kerjasama dengan 
UNHAS pernah bikin Program S-2 KAPET, cuma berjalan 2 tahun kayaknya sudah ga 
bergaung lagi apa sekolah itu masih ada atau tidak. 
Kayaknya memang kita itu semua urusan 'angek-angek cirik ayam'.... tanya bung 
Eka aja apa itu artinya ya..... 
Banyak dari kita sangat berorientasi proyek, contohnya banyak dan karena ini 
khusus KAPET, itu cerita lain kali ya. Kalau ga berkenan maaf dan delete saja 
lupakan, kita bikin proyek baru...eh topik baru ya....
Salam 2ny


Sugiono Ronodihardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
Terima kasih pak Aby atas usulannya mengangkat saya jadi Kepala Dit 'Humor in 
Planning' he he .. semoga nantinya merupakan bagian dari 'embrio' Departement 
of Planning di kabinet 2010 hasil Pemilu y a d. 
 Memang omong-omong tentang 'planning' sebaiknya jangan terlalu 'kaku', karena 
kegiatan ini mirip 'peramal' juga kan... bisa sambil entertainment ya...
 Sepertinya 'seminar online' tentang Kapet ini cukup menarik dan banyak 
peminatnya, mungkin perlu segera 'dicopy daratkan' biar tidak ngawang-ngawang 
atau sekedar jadi angan-angan belaka. 
 Ditunggu undangannya dari pak Eka untuk ngobrol santai sambil saling kenalan, 
jangan lupa musti ada yang bisa 'komat-kamit' baca doa, agar kita semua selamat 
dan sejahtera, amin.
 Wassalam,
 Onnos  




 
 
---------------------------------
 To: [email protected]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Mon, 2 Jun 2008 00:23:00 -0700
Subject: [referensi] Re : Diskusi Mezzogiorno dan Kapet (1)

      Bpk2 Onno, Rofiq, Nuzul, EkoBudi, BTS, Dwi, Hesthi,  dan milisters 
semuanya ysh,
  
 Sambil setengah main-main izinkan saya merangkum beberapa diskusi terakhir 
kita menyangkut  topik  seputar ‘Prospek Pengembangan Kapet’  sebagai semacam 
satu  ‘seminar online’ yang murah, mudah,  praktis dan merakyat ... tapi ya itu 
dia... jangan kecil hati... walau nggak ada lunch, snack dan amplopnya ... tapi 
nanti kapan waktu biasanya pak Eka adakan acara copy darat.... kita boleh harap 
bisa entertainmen setidaknya makan nasi padang atau nasi goreng,  sate atau 
gule tunjang.....hehe... 
  
 Pertama untuk pak Onno, berandai milis referensi nanti sekali diundang  acara 
parodi republik mimpi...... pak Onno sepertinya cukup tepat  merangkap menjabat 
Kepala Dit Humour in Planning.....  ini terlihat dari kepiawaian  beliau 
memainkan kata Kapet menjadi  anak kata ‘Kopat-Kapit’  yang menggambarkan gerak 
riang kiri-kanan ekor dari scooby doo atau si kitty kalau sedang optimistik 
akan memperoleh  makanan kesukaannya dari tuannya .........Yah Kapet tentu tak 
harus menjadi  cerita muram terus... sekali nanti pasti berubah jadi  cerita 
ceria bukan?.... hehe..
  
 Mezzogiorno (dan kasus di Jerman)  yang kemarin disinggung pak Nuzul sebagai 
contoh kebijakan regional yang tidak efektif ... memang cukup relevan dan 
menarik  untuk kita coba-coba bandingkan dengan proyek Kapet kita .......
 Ada beberapa persamaannya ... tetapi sangat banyak juga perbedaannya antara 
Mezzo dan Kapet itu .. tetapi bagaimanapun juga semua pengalaman pembangunan 
wilayah berskala besar didunia ini adalah merupakan pelajaran berharga bagi 
banyak negara didunia....... termasuk juga  bahwa riwayat Kapet kita juga 
bagaimanapun menjadi monitoring studi banyak sekolah pembangunan regional dunia 
......
  
 Sementara demikian dan salam,
 aby
 


       



---------------------------------
Enrich your blog with Windows Live Writer. Windows Live Writer 
     
                                       

       

Kirim email ke