Halo pak Eka ysh, Sepertinya bicara 'planning' Bapak itu sudah jagonya lho, sebaiknya 'sersan' saja, biar kita tidak stressss... Betul Bu Reny, kita perlu undang Bung Aswir (menterinya Kapet), beliau narasumber sekaligus 'dalang' he he ... Banyak para 'teoritikus' yang mungkin bisa diundang juga, biar rame berdebat tetapi tetap dengan kepala dingin ya .. Syukur ada yang punya pengalaman lapangan yang bisa menyampaikan 'best & bad practices' ngelola Kapet .. Okey, semoga pak Eka ada waktu luang untuk mengundang kita-kita, anggap saja amal ibadah ya ... pasti ada hikmahnya. Wassalam, Onnos
To: [EMAIL PROTECTED]: [EMAIL PROTECTED]: Mon, 2 Jun 2008 23:37:58 +0000Subject: [referensi] Re: Diskusi Mezzogiorno dan Kapet (1) Pak Onnos ysh,Sebenarnya topik Kapet ini sangat menarik untuk dibahas, dan saya sangatbanyak bersesuaian dengan pendapat bapak. Namun kemampuan danpengetahuan saya sangat terbatas untuk persoalan yang sangat berat ini.Diharapkan pandangan banyak pakar dan senior yang bersentuhan langsungdengan Kapet di milis ini.Angka 171M itu kelihatannya hanya untuk anggaran pengelolaan kebijakan,baik di tingkat pusat hingga ke badan pengelola. Pada tahun 2003 sayapernah 'menghitung' dukungan pembangunan infrastruktur (ke-pu-an) hanyauntuk 1 Kapet saja dan 1 tahun saja, yaitu Kapet Mbay Flores, sebesar330M. Secara teori seharusnya Mbay hari ini sudah menjadi pusat ekonomibaru di Indonesia Timur-Selatan. Salam.-ekadj--- In [email protected], Sugiono Ronodihardjo <[EMAIL PROTECTED]>wrote:>> Sepertinya 'seminar online' tentang Kapet ini cukup menarik dan banyakpeminatnya, mungkin perlu segera 'dicopy daratkan' biar tidakngawang-ngawang atau sekedar jadi angan-angan belaka.> Ditunggu undangannya dari pak Eka untuk ngobrol santai sambil salingkenalan, jangan lupa musti ada yang bisa 'komat-kamit' baca doa, agarkita semua selamat dan sejahtera, amin.> Wassalam,> Onnos _________________________________________________________________ NEW! Get Windows Live FREE. http://www.get.live.com/wl/all

