Pak Abimanyu dan teman-teman yang lain, Saya tidak membela bu marie, tetapi setahu saya istilah industri kreatif itu awalnya karena berkembangnya industri yang berkaitan dengan IT yakni mereka yang menciptakan perangkat-perangkat lunak ataupun memanfaatkan komputer membuat animasi dan games. Tetapi pada dasarnya industri kreatif bukan bertumpu pada produksi masalnya namun pada kemampuan manusia menciptakan sesuatu atau berkreasi. Arsitektur termasuk industri kreatif karena hasil produksi dari seorang "arsitek". sedangkan pengrajin yang kata pak risfan disainnya itu-itu saja bisa tidak termasuk industri kreatif. Industri tekstil bukan industri kreatif tetapi industri fashion termasuk industri kreatif. Demikian juga dengan pencipta lagu, pembuat film, pembuat iklan, penyiaran radio maupun tv, semuanya mengandalkan manusia-manusia yang kreatif. Janganlah tersinggung dengan istilah industri kreatif yang dipaparkan oleh Bu Marie, karena kreatifitas teman-teman arsitek telah membawa perubahan pada suatu kawasan dan menimbulkan pertumbuhan ekonomi dan itulah industri kreatif Salam Aunur Rofiq
----- Original Message ---- From: risfano <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Saturday, June 14, 2008 7:08:17 PM Subject: [referensi] Acak-acak? Re: Industri Kreatif Sbg Ekonomi Perkotaan Bernilai Tambah Tinggi Rekans, Maaf saya tidak mengikuti diskusi ini sejak awal. Tapi saya tertarik dengan potongan alinea dibawah ini (ini tulisan Ninuk atau pak Aby Pak?). Komentar saya, kalau sekala Kapet ya terlalu luas lah. Saya pikir industri kreatif ini bisa dikembangkan, dan sudah berkembang di level sentra, atau klaster. Ada di Jepara (ukir, troso), Plered (tembikar), di Pandai Sikek Sumbar (songket, sulaman), di Wajo Sulsel (sutera), dst, dst. Yang mana daerah tersebut masih bisa dikatakan rural. Memang umumnya masih bersifat 'perajin' saja, sementara desainnya masih itu-itu saja. Dalam memfasilitasi klaster ekonomi lokal di beberapa daerah saya upayakan untuk mengaitkannya dengan sekolah desain terdekat, ada ada kontak, syukur-syukur kalau komunikasinya berlanjut. Jika ada mahasiswa desain tiap tahun magang sebentar untuk memberikan contoh desain, atau melatih mereka. Sehingga tiap tahun ada beberapa desain baru, modifikasi desain yang ada. Sehingga corak desainnya akan lebih kaya. Kesimpulannya, klaster industri kreatif itu bisa didorong, difasilitasi pertumbuhannnya. Tidak harus skala nasional dulu, mulai saja dari klaster tingkat lokal. Komersialisasi seni? Sejauh saya tahu, dalam seni termasuk desain, umumnya ada tiga ketegori: (1) yang klasik, (2) yang eksperimental, dan (3) yang populer, mungkin bisa dibilang komersial. Ini menurut saya pengertian yang netral, ketiganya syah dan selalu hadir. Tapi seperti kita amati selalu ada beda pendapat dalam hal ini. Ada yang menganggap wajar, ada yang mengharamkan komersialisasi. Tapi menurut saya kecuali yang dibiayai/disponsori oleh "keluarga kerajaan, keluarga borjuis" (jaman dulu), atau yang dibiayai oleh "konglomerat, MNC, TV/media komersial, atau merek rokok atau real-estate" (jaman sekarang), rasa-rasanya seni tanpa memperhatikan aspek ekonominya kok sombong amat. Salam, Risfan Munir > > > > * * * > > Melihat karakteristik industri kreatif ini... jelas bahwa ia tak semudah > > itu dapat dikembangkan didaerah dengan pembangunan berbasis utama > > agrarian.... dan utamanya didaerah yang tak jelas strategi pengembangan > > urbannya.....seperti pada umumnya strategi 'Kapet' yang sudah lalu....... > > > > Salam, > > aby > > > > *(bahan dari Ninuk M. Pambudy/ Kompas)* > > > > > > > > > > > > ------------------------------ > > Always-on security tools provide safer ways to connect and share anywhere. > > Find out more. Windows Live <http://get.live.com/familysafety/overview> > > > > > > > > > ------------------------------------ Komunitas Referensi http://groups.yahoo.com/group/referensi/Yahoo! Groups Links

