Hehehe.... silahkan saja pak Eko, saya kirimkan lagi kepada yang ngirimin saya, sesekali jadi penghubung kan ga apa-apa. Salam - 2ny
--- On Thu, 6/26/08, Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [referensi] Re: renungan "refleksi & tindakan": negara kaya vs miskin To: [email protected] Date: Thursday, June 26, 2008, 12:57 AM Bu Reny ysh, Saya tentu setuju dgn prinsip2 yg diuraikan dalam presentasi yg Bu Reny forward. Namun saya hendak mohon ijin mengkritisi beberapa hal dlm presentasi tsb. (mungkin karena saya saat ini sedang rewel sehingga semua hal dikritisi): 1. disebutkan bahwa kekayaan negara tidak terkait dengan umur karena Mesir dan India yg sudah 2000 tahun tetap miskin sementara negara2 baru seperti Australia, NZ dan Spore justru kaya. Premis ini menurut saya tidak tepat: - Mesir Kuno bukan Mesir saat ini, Mesir saat ini didominasi ras Arab, Mesir masa lalu oleh ras Mesir. Jadi Mesir saat ini adalah negara baru karena pemerintah republiknya baru dideklarasikan tahun 1953. - Negara India pun merupakan negara baru karena sebelumnya tidak ada negara India, yg ada hanyalah kerajaan2 yg tersebar. - Diakui bahwa perubahan pergeseran kekuatan politik dan ekonomi dunia terjadi sejak revolusi Perancis dan revolusi industri di Inggris. Menjadi pertanyaan mengapa kedua revolusi tsb terjadi di kedua negara. Mengapa tidak di Balkan atau Cina misalkan? David Landes misalnya memberikan argumen bahwa kondisi geografik dan historik masa itu mendukung semua faktor2 yg membuat kedua revolusi tsb terjadi di bagian barat Eropa. Balkan, Hongaria hingga ke Austria, misalkan telah lama dalam kondisi perang dengan Turki yg tidak memungkinkan terjadi proses ke arah tsb. - Australia, NZ, Canada dan Spore, walaupun negara baru namun merupakan anak2 dari bangsa Inggris yg menerima legacy revolusi politik dan industri. India dan Mesir hanyalah anak2 tiri. - Selain itu Australia, NZ, dan Canada adalah negara kaya sumber alam. AUS dan Can adalah eksportir mineral alam terbesar di dunia. 2. Kemiskinan Jepang akan sumber daya alam juga separuh mitos karena mereka punya banyak batu bara di selatan yg mereka pakai di awal2 pembangunan industri dan habis karena kecepatan industrialisasi mereka... Seingat saya walau lahan pertanian terbatas namun pada jaman dahulu Jepang tidak pernah impor beras. Kebutuhan dalam negeri Jepang tercukupi ketika rezim Tokugawa menutup pintu dari hubungan dg asing. 3. Tidak ada perbedaan hal yg signifikan dalam hal kecerdasan antar bangsa? ini memang hal yg debatable. Ada sebuah buku controversial yg berjudul "IQ and the wealth of nations", dari studi tsb tampak bahwa negara2 kaya mendominasi peringkat IQ yg tinggi, pertama negara2 Asia Timur: Jepang, Korsel, HK, diikuti negara2 Kaukasian, dan paling buncit negara2 Afrika.. Sekrg mari kita bandingkan beberapa prinsip dasar kehidupan yg diajukan oleh si penulis di negara maju dan negara berkembang: 1. Kejujuran dan integritas. Kejahatan besar dan canggih banyak dilakukan di negara maju. Sementara negara berkembang mayoritas kejahatannya nyolong ayam. 2. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat. Pelanggaran rambu lalu lintas, membuang sampah sembarangan, tidak membayar publik transport, dsb banyak sekali dilakukan warga Paris. 3. Hormat pada hak orang atau warga lain. Mungkin Inggris lebih disiplin soal antri, tapi kalau di Prancis ini menyerobot antrian rasanya bukan hal aneh. Sekarang ini naik bus pun sering tampak orang2 tua harus meminta tempat duduk ke anak2 muda, kalau tidak mereka tdk dipedulikan dibiarkan berdiri. 4. Cinta pada pekerjaan. Sebuah survey beberapa waktu lalu menghasilkan bahwa lebih dari 60% warga Perancis tidak puas dan tidak cocok dgn pekerjaan sekarang. 5. Mau bekerja keras. Bila saya amati para pedagang kaki lima, saya terpukau betapa keras kerja mereka: pagi belanja, siang masak, sore mulai jualan sampai tengah malam, dan tetap miskin. Sekali lagi saya sependapat dengan prinsip2 yg diajukan si penulis, tetapi tidak semuanya juga dimiliki oleh negara maju dan tidak kita miliki. Banyak juga yg kita juga miliki atau negara maju tidak miliki. Penyebab suatu negara kaya atau miskin saya kira sangat kompleks tidak dapat direduksi hanya pada satu faktor saja (faktor etika/pola hidup). Namun maksud baik si penulis tentu patut diapresiasi. salam, Eko. --- On Thu, 6/26/08, Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: [referensi] Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan" To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Thursday, June 26, 2008, 6:47 AM Halo para Referenster ...(bener ya istilahnya nih?) Ini ada suatu pencerahan dari seorang Widyaiswara (gurunya Pegawai Negeri) yang kebetulan menyebut-nyebut tentang 'kemiskinan' dll itu. Mungkin bisa direnungkan bersama tentang kebenarannya. Salam - 2ny --- On Tue, 6/24/08, pad <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: From: pad <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: bahan renungan "refleksi & tindakan" To: "widyaiswara_ pu Moderator" <widyaiswara_ pu-owner@ yahoogroups. com> Date: Tuesday, June 24, 2008, 8:20 AM Yth Rekan2 WI Dept PU KH AA Gym pernah mengutarakan bahwa untuk dapat mengubah bangsa ini a.l diperlukan kiat 3 M. 1. Mulailah dari diri sendiri; 2. Mulailah dari yang kecil2: 3. Mulailah saat ini juga. Apa memang demikiankah? Beberapa waktu yll, saya menerima Fwd dari seorang rekan yang judulnya "refleksi & tindakan" katanya dari terjemahan bahasa inggris "to reflect & to act". Mungkin dapat dijadikan sebagai tambahan bahan renungan.... silakan. Padyo

