Pak Hengky yang baik, Hehe... saya nggak menyangka tanggapan tentang si Aa Gym datang dari seorang lelaki, dan bersyukur banget seorang lelaki justru menanggapi yang dari/tentang si Aa itu. Tadinya pengantar dari milis tetangga itu mau saya hapus, yang mau disampaikan hanya attachmentnya, tapi ga enak kalau ga lengkap ya terkirim juga. Saya juga aneh kenapa temanku itu pake intronya si Aa...hehe.
Saya malah memforwardkan juga email ini ke tetangga biar kita mendapat pencerahan lain selain si Aa yang sudah basi itu, sebagai pembanding renung merenung dipagi hari minggu ini. Saya sangat setuju dengan pendapat pak Hengky. Malah kalau saya punya anak lelaki tentu tidak akan saya sarankan berguru sama si Aa itu...hehe Terima kasih pak Hengky Terima kasih juga buat pak Eko tentang pencerahannya yang menarik juga kami ketahui sebagai WI. Salam - 2ny --- On Sat, 6/28/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [referensi] Re: Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan" To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] Date: Saturday, June 28, 2008, 6:04 PM Bu Reny ysh, Bu.... kebetulan hari libur.... menyambung posting mas Eko ganteng..... izinkan saya iseng ingin ngomentarin juga posting judul tsb diatas...... . Menurut pendapat saya yang agak ngawur ....... apa yang diajarkan oleh Aa’ Gym tentang "mengubah bangsa" dengan “3 M” itu 1. Mulailah dari diri sendiri; 2. Mulailah dari yang kecil2: 3. Mulailah saat ini juga. sepertinya apa gak “terlampau standar” dan “terlampau minimalis” ya?......... Coba deh bayangkan bu .... kalau anak segede Mas Eko baru mau mulai dengan ”3M” itu....... lalu yang mau “untuk bangsa” lalu mulainya kapan?...... ..... Belum lagi kalau anak segede mas Eko lalu salah menerapkan .....seperti dari no.2 yang nampaknya sudah dipraktekkan sendiri oleh Aa’ Gym.... “Mulai dengan yang kecil2”..... nanti lalu prakteknya .... “mulai dengan 1 istri dulu dan 7 anak dulu”.... lalu kalau sudah sukses ... lalu meningkat jadi 2? .......Lalu kalau sudah sukses. apa terus mau meningkat lagi jadi 3?....... Waa?... Sepertinya “3M” itu ..... lebih cocok untuk diajarkan pada anak ‘lepas balita’ deh...... sampai kira-kira lepas SD atau SMP ........ itu untuk penanaman paham dasar dan prakteknya .... Kalau sudah SLA .. atau bahkan baru SLP sekalipun... . tentunya diharapkan ajaran pemahaman “3M” itu sudah lumayan meresap... dan pada usia SLA... sepertinya lebih patut diberikan ’porsi’ tambahan ajaran paham lain lebih intermediate. .... seperti misalnya saja "3B" atau “3-BuB”... katakanlah : 1. berpikir untuk bangsa 2. berbuat untuk bangsa 3. berbela untuk bangsa...... ... Walau prakteknya kala di SLA dan S1 masih baru menuju “akan ngurus nasib masa depan diri sendiri”..... tetapi dengan penanaman paham “3B” itu disamping “3M”...... saya kira si SLA bisa terbiasa berpikir bahwa “selain untuk diri sendiri” yang sudah cukup berat/ keras itu ......masih menunggu agenda lain lebih utama... ialah “3B” itu......... Dengan demikian SDM bangsa ini terbiasa untuk tidak “merasa asing” dengan paham “bela bangsa”...... .. dan bukan dengan “3B” lainnya..... ialah Bandana (ikat kepala), Bakar Ban dan Batu.... dan kadang-kadang maap ...plus Bayaran-nya kalo sudah/ sebelum berangkat demo jangan sampe lupa ngasihnya... ..hehe.. Satu lagi ...... dari Andri Wongso atau siapa tuh..... katanya ... kalau anda biasa ‘lunak’ dengan diri sendiri’ .....maka alam akan berlaku ‘keras’ kepada anda........ ..tapi kalau anda terbiasa ‘keras’ pada diri sendiri ....... alam akan berlaku ‘lunak’ kepada anda........ .... Maap satu lagi terakhir beneran..... katanya ...kalo engkau berpikir dan berbuat membela bangsa demi atas nama Tuhanmu.... maka Tuhanmu itu tak akan sekali-sekali pernah merugikanmu barang sesenpun.... ..itu artinya Tuhanmu akan memuliakanmu. . dunia dan akhirat..... .. Salam ngawur dihari libur, aby 2008/6/26 Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED] com>: Bu Reny ysh, Saya tentu setuju dgn prinsip2 yg diuraikan dalam presentasi yg Bu Reny forward. Namun saya hendak mohon ijin mengkritisi beberapa hal dlm presentasi tsb. (mungkin karena saya saat ini sedang rewel sehingga semua hal dikritisi): 1. disebutkan bahwa kekayaan negara tidak terkait dengan umur karena Mesir dan India yg sudah 2000 tahun tetap miskin sementara negara2 baru seperti Australia, NZ dan Spore justru kaya. Premis ini menurut saya tidak tepat: - Mesir Kuno bukan Mesir saat ini, Mesir saat ini didominasi ras Arab, Mesir masa lalu oleh ras Mesir. Jadi Mesir saat ini adalah negara baru karena pemerintah republiknya baru dideklarasikan tahun 1953. - Negara India pun merupakan negara baru karena sebelumnya tidak ada negara India, yg ada hanyalah kerajaan2 yg tersebar. - Diakui bahwa perubahan pergeseran kekuatan politik dan ekonomi dunia terjadi sejak revolusi Perancis dan revolusi industri di Inggris. Menjadi pertanyaan mengapa kedua revolusi tsb terjadi di kedua negara. Mengapa tidak di Balkan atau Cina misalkan? David Landes misalnya memberikan argumen bahwa kondisi geografik dan historik masa itu mendukung semua faktor2 yg membuat kedua revolusi tsb terjadi di bagian barat Eropa. Balkan, Hongaria hingga ke Austria, misalkan telah lama dalam kondisi perang dengan Turki yg tidak memungkinkan terjadi proses ke arah tsb. - Australia, NZ, Canada dan Spore, walaupun negara baru namun merupakan anak2 dari bangsa Inggris yg menerima legacy revolusi politik dan industri. India dan Mesir hanyalah anak2 tiri. - Selain itu Australia, NZ, dan Canada adalah negara kaya sumber alam. AUS dan Can adalah eksportir mineral alam terbesar di dunia. 2. Kemiskinan Jepang akan sumber daya alam juga separuh mitos karena mereka punya banyak batu bara di selatan yg mereka pakai di awal2 pembangunan industri dan habis karena kecepatan industrialisasi mereka... Seingat saya walau lahan pertanian terbatas namun pada jaman dahulu Jepang tidak pernah impor beras. Kebutuhan dalam negeri Jepang tercukupi ketika rezim Tokugawa menutup pintu dari hubungan dg asing. 3. Tidak ada perbedaan hal yg signifikan dalam hal kecerdasan antar bangsa? ini memang hal yg debatable. Ada sebuah buku controversial yg berjudul "IQ and the wealth of nations", dari studi tsb tampak bahwa negara2 kaya mendominasi peringkat IQ yg tinggi, pertama negara2 Asia Timur: Jepang, Korsel, HK, diikuti negara2 Kaukasian, dan paling buncit negara2 Afrika.. Sekrg mari kita bandingkan beberapa prinsip dasar kehidupan yg diajukan oleh si penulis di negara maju dan negara berkembang: 1. Kejujuran dan integritas. Kejahatan besar dan canggih banyak dilakukan di negara maju. Sementara negara berkembang mayoritas kejahatannya nyolong ayam. 2. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat. Pelanggaran rambu lalu lintas, membuang sampah sembarangan, tidak membayar publik transport, dsb banyak sekali dilakukan warga Paris. 3. Hormat pada hak orang atau warga lain. Mungkin Inggris lebih disiplin soal antri, tapi kalau di Prancis ini menyerobot antrian rasanya bukan hal aneh. Sekarang ini naik bus pun sering tampak orang2 tua harus meminta tempat duduk ke anak2 muda, kalau tidak mereka tdk dipedulikan dibiarkan berdiri. 4. Cinta pada pekerjaan. Sebuah survey beberapa waktu lalu menghasilkan bahwa lebih dari 60% warga Perancis tidak puas dan tidak cocok dgn pekerjaan sekarang. 5. Mau bekerja keras. Bila saya amati para pedagang kaki lima, saya terpukau betapa keras kerja mereka: pagi belanja, siang masak, sore mulai jualan sampai tengah malam, dan tetap miskin. Sekali lagi saya sependapat dengan prinsip2 yg diajukan si penulis, tetapi tidak semuanya juga dimiliki oleh negara maju dan tidak kita miliki. Banyak juga yg kita juga miliki atau negara maju tidak miliki. Penyebab suatu negara kaya atau miskin saya kira sangat kompleks tidak dapat direduksi hanya pada satu faktor saja (faktor etika/pola hidup). Namun maksud baik si penulis tentu patut diapresiasi. salam, Eko.--- On Thu, 6/26/08, Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] ........> wrote: From: Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] ......> Subject: [referensi] Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan" To: [EMAIL PROTECTED] ps.com Date: Thursday, June 26, 2008, 6:47 AM Halo para Referenster ...(bener ya istilahnya nih?) Ini ada suatu pencerahan dari seorang Widyaiswara (gurunya Pegawai Negeri) yang kebetulan menyebut-nyebut tentang 'kemiskinan' dll itu. Mungkin bisa direnungkan bersama tentang kebenarannya. Salam - 2ny --- On Tue, 6/24/08, pad <[EMAIL PROTECTED] ......> wrote: From: pad <[EMAIL PROTECTED] com> Subject: bahan renungan "refleksi & tindakan" To: "widyaiswara_ pu Moderator" <widyaiswara_ pu-owner@ yahoogroups. com> Date: Tuesday, June 24, 2008, 8:20 AM Yth Rekan2 WI Dept PU KH AA Gym pernah mengutarakan bahwa untuk dapat mengubah bangsa ini a.l diperlukan kiat 3 M. 1. Mulailah dari diri sendiri; 2. Mulailah dari yang kecil2: 3. Mulailah saat ini juga. Apa memang demikiankah? Beberapa waktu yll, saya menerima Fwd dari seorang rekan yang judulnya "refleksi & tindakan" katanya dari terjemahan bahasa inggris "to reflect & to act". Mungkin dapat dijadikan sebagai tambahan bahan renungan.... silakan. Padyo

