Terimakasih kembali Ibu, tapi aduh saya tidak menyangka kalau tanggapan iseng 
saya ibu forward ke nama2 "serem" tsb... aduh moga2 saya tidak digebukin 
beliau2 kalau suatu saat bertemu nanti 
 
salam,
 
Eko.
 


--- On Sun, 6/29/08, Reny ansih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Reny ansih <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [referensi] Re: Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan"
To: [email protected]
Date: Sunday, June 29, 2008, 3:52 AM











Pak Hengky yang baik,
Hehe... saya nggak menyangka tanggapan tentang si Aa Gym datang dari seorang 
lelaki, dan bersyukur banget seorang lelaki justru menanggapi yang dari/tentang 
si Aa itu.
Tadinya pengantar dari milis tetangga itu mau saya hapus, yang mau disampaikan 
hanya attachmentnya, tapi ga enak kalau ga lengkap ya terkirim juga. Saya juga 
aneh kenapa temanku itu pake intronya si Aa...hehe.

Saya malah memforwardkan juga email ini ke tetangga biar kita mendapat 
pencerahan lain selain si Aa yang sudah basi itu, sebagai pembanding renung 
merenung dipagi hari minggu ini. 
Saya sangat setuju dengan pendapat pak Hengky. Malah kalau saya punya anak 
lelaki tentu tidak akan saya sarankan berguru sama si Aa itu...hehe
Terima kasih pak Hengky

Terima kasih juga buat pak Eko tentang pencerahannya yang menarik juga kami 
ketahui sebagai WI. 

Salam - 2ny



--- On Sat, 6/28/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

From: hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: [referensi] Re: Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan"
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Cc: [EMAIL PROTECTED] ups.com, [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Saturday, June 28, 2008, 6:04 PM









   
Bu Reny ysh, 
 
Bu.... kebetulan hari libur.... menyambung posting mas Eko ganteng..... izinkan 
saya iseng ingin ngomentarin juga posting judul tsb diatas...... .
Menurut pendapat saya yang agak ngawur ....... apa yang diajarkan oleh Aa’ Gym 
tentang "mengubah bangsa" dengan “3 M” itu 
1. Mulailah dari diri sendiri; 
2. Mulailah dari yang kecil2: 
3. Mulailah saat ini juga. 
sepertinya  apa gak “terlampau standar” dan “terlampau minimalis” ya?.........

Coba deh bayangkan bu .... kalau anak segede Mas Eko baru mau mulai dengan ”3M” 
itu....... lalu yang mau “untuk bangsa” lalu mulainya kapan?...... .....
Belum lagi kalau  anak segede mas Eko lalu salah menerapkan .....seperti dari 
no.2 yang nampaknya sudah dipraktekkan sendiri oleh Aa’ Gym.... “Mulai dengan 
yang kecil2”..... nanti lalu prakteknya  .... “mulai dengan 1 istri dulu dan 7 
anak dulu”.... lalu kalau sudah sukses ... lalu meningkat jadi 2? .......Lalu 
kalau sudah sukses. apa terus mau meningkat lagi jadi 3?....... Waa?...  
Sepertinya “3M” itu .....  lebih cocok untuk diajarkan pada anak ‘lepas balita’ 
deh...... sampai kira-kira lepas SD atau SMP ........ itu untuk penanaman paham 
dasar  dan prakteknya .... 
Kalau sudah SLA .. atau bahkan  baru SLP sekalipun... . tentunya diharapkan 
ajaran  pemahaman “3M” itu sudah lumayan meresap... dan pada usia SLA... 
sepertinya lebih patut diberikan ’porsi’ tambahan ajaran paham lain lebih 
intermediate. .... seperti misalnya  saja "3B" atau “3-BuB”... katakanlah :
1.      berpikir untuk bangsa
2.      berbuat untuk bangsa
3.      berbela untuk bangsa...... ... 
Walau prakteknya kala di SLA dan S1 masih baru menuju “akan ngurus nasib masa 
depan diri sendiri”.....   tetapi dengan penanaman paham “3B” itu disamping 
“3M”...... saya kira si SLA bisa terbiasa berpikir bahwa “selain untuk diri 
sendiri” yang sudah cukup berat/ keras  itu ......masih menunggu agenda lain 
lebih utama... ialah “3B” itu.........
Dengan demikian SDM bangsa ini terbiasa untuk tidak “merasa asing” dengan paham 
“bela bangsa”...... .. dan bukan dengan “3B” lainnya..... ialah Bandana (ikat 
kepala), Bakar Ban dan Batu.... dan kadang-kadang maap ...plus Bayaran-nya kalo 
sudah/ sebelum berangkat demo  jangan sampe  lupa ngasihnya... ..hehe..
Satu lagi ...... dari Andri Wongso atau siapa tuh..... katanya ... kalau anda 
biasa ‘lunak’ dengan diri sendiri’ .....maka  alam akan berlaku ‘keras’ kepada 
anda........ ..tapi kalau anda terbiasa ‘keras’ pada diri sendiri ....... alam 
akan berlaku  ‘lunak’ kepada anda........ ....
Maap satu lagi terakhir beneran..... katanya ...kalo engkau berpikir dan 
berbuat membela bangsa demi atas nama Tuhanmu.... maka Tuhanmu itu tak akan 
sekali-sekali pernah merugikanmu barang sesenpun.... ..itu artinya Tuhanmu akan 
memuliakanmu. . dunia dan akhirat..... ..   
Salam ngawur dihari libur,
aby
2008/6/26 Eko Budi KURNIAWAN <[EMAIL PROTECTED] com>:

Bu Reny ysh, 

Saya tentu setuju dgn prinsip2 yg diuraikan dalam presentasi yg Bu Reny 
forward. Namun saya hendak mohon ijin mengkritisi beberapa hal dlm presentasi 
tsb. (mungkin karena saya saat ini sedang rewel sehingga semua hal dikritisi): 

1. disebutkan bahwa kekayaan negara tidak terkait dengan umur karena Mesir dan 
India yg sudah 2000 tahun tetap miskin sementara negara2 baru seperti 
Australia, NZ dan Spore justru kaya. Premis ini menurut saya tidak tepat:
  - Mesir Kuno bukan Mesir saat ini, Mesir saat ini didominasi ras Arab, Mesir 
masa lalu oleh ras Mesir. Jadi Mesir saat ini adalah negara baru karena 
pemerintah republiknya baru dideklarasikan tahun 1953.
  - Negara India pun merupakan negara baru karena sebelumnya tidak ada negara 
India, yg ada hanyalah kerajaan2 yg tersebar.
  - Diakui bahwa perubahan pergeseran kekuatan politik dan ekonomi dunia 
terjadi sejak revolusi Perancis dan revolusi industri di Inggris. Menjadi 
pertanyaan mengapa kedua revolusi tsb terjadi di kedua negara. Mengapa tidak di 
Balkan atau Cina misalkan? David Landes misalnya memberikan argumen bahwa 
kondisi geografik dan historik masa itu mendukung semua faktor2 yg membuat 
kedua revolusi tsb terjadi di bagian barat Eropa. Balkan, Hongaria hingga ke 
Austria, misalkan telah lama dalam kondisi perang dengan Turki yg tidak 
memungkinkan terjadi proses ke arah tsb.
- Australia, NZ, Canada dan Spore, walaupun negara baru namun merupakan anak2 
dari bangsa Inggris yg menerima legacy revolusi politik dan industri. India dan 
Mesir hanyalah anak2 tiri.
- Selain itu Australia, NZ, dan Canada adalah negara kaya sumber alam. AUS dan 
Can adalah eksportir mineral alam terbesar di dunia. 

2. Kemiskinan Jepang akan sumber daya alam juga separuh mitos karena mereka 
punya banyak batu bara di selatan yg mereka pakai di awal2 pembangunan industri 
dan habis karena kecepatan industrialisasi mereka... Seingat saya walau lahan 
pertanian terbatas namun pada jaman dahulu Jepang tidak pernah impor beras. 
Kebutuhan dalam negeri Jepang tercukupi ketika rezim Tokugawa menutup pintu 
dari hubungan dg asing. 

3. Tidak ada perbedaan hal yg signifikan dalam hal kecerdasan antar bangsa? ini 
memang hal yg debatable. Ada sebuah buku controversial yg berjudul "IQ and the 
wealth of nations", dari studi tsb tampak bahwa negara2 kaya mendominasi 
peringkat IQ yg tinggi, pertama negara2 Asia Timur: Jepang, Korsel, HK, diikuti 
negara2 Kaukasian, dan paling buncit negara2 Afrika.. 

Sekrg mari kita bandingkan beberapa prinsip dasar kehidupan yg diajukan oleh si 
penulis di negara maju dan negara berkembang: 

1. Kejujuran dan integritas. Kejahatan besar dan canggih banyak dilakukan di 
negara maju. Sementara negara berkembang mayoritas kejahatannya nyolong ayam. 

2. Hormat pada aturan dan hukum masyarakat. Pelanggaran rambu lalu lintas, 
membuang sampah sembarangan, tidak membayar publik transport, dsb banyak sekali 
dilakukan warga Paris. 

3. Hormat pada hak orang atau warga lain. Mungkin Inggris lebih disiplin soal 
antri, tapi kalau di Prancis ini menyerobot antrian rasanya bukan hal aneh. 
Sekarang ini naik bus pun sering tampak orang2 tua harus meminta tempat duduk 
ke anak2 muda, kalau tidak mereka tdk dipedulikan dibiarkan berdiri. 

4. Cinta pada pekerjaan. Sebuah survey beberapa waktu lalu menghasilkan bahwa 
lebih dari 60% warga Perancis tidak puas dan tidak cocok dgn pekerjaan 
sekarang. 

5. Mau bekerja keras. Bila saya amati para pedagang kaki lima, saya terpukau 
betapa keras kerja mereka: pagi belanja, siang masak, sore mulai jualan sampai 
tengah malam, dan tetap miskin. 

Sekali lagi saya sependapat dengan prinsip2 yg diajukan si penulis, tetapi 
tidak semuanya juga dimiliki oleh negara maju dan tidak kita miliki. Banyak 
juga yg kita juga miliki atau negara maju tidak miliki. Penyebab suatu negara 
kaya atau miskin saya kira sangat kompleks tidak dapat direduksi hanya pada 
satu faktor saja (faktor etika/pola hidup). Namun maksud baik si penulis tentu 
patut diapresiasi.
salam,

Eko.
--- On Thu, 6/26/08, Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] ........> wrote:

From: Reny ansih <[EMAIL PROTECTED] ......>
Subject: [referensi] Fw: bahan renungan "refleksi & tindakan"
To: [EMAIL PROTECTED] ps.com
Date: Thursday, June 26, 2008, 6:47 AM








Halo para Referenster ...(bener ya istilahnya nih?)
Ini ada suatu pencerahan dari seorang Widyaiswara (gurunya Pegawai Negeri) yang 
kebetulan menyebut-nyebut tentang 'kemiskinan' dll itu. 
Mungkin bisa direnungkan bersama tentang kebenarannya. 
Salam - 2ny

--- On Tue, 6/24/08, pad <[EMAIL PROTECTED] ......> wrote:

From: pad <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: bahan renungan "refleksi & tindakan"
To: "widyaiswara_ pu Moderator" <widyaiswara_ pu-owner@ yahoogroups. com>
Date: Tuesday, June 24, 2008, 8:20 AM



Yth Rekan2 WI Dept PU
 
KH AA Gym pernah mengutarakan bahwa untuk dapat mengubah bangsa ini a.l 
diperlukan kiat 3 M. 
1. Mulailah dari diri sendiri; 
2. Mulailah dari yang kecil2: 
3. Mulailah saat ini juga. 
Apa memang demikiankah? 
Beberapa waktu yll, saya menerima Fwd dari seorang rekan yang judulnya 
"refleksi & tindakan" katanya dari terjemahan bahasa inggris "to reflect & to 
act".
Mungkin dapat dijadikan sebagai tambahan bahan renungan.... silakan.
 
Padyo


 














      

Kirim email ke