Pak Aby ysh, (ada konteks diskusi yang terlupakan dalam tulisan sebelumnya....)
Walaupun ibukota dipindah, masalah Jakarta sebagai kota besar tetap ada...dan harus dicari solusinya...dan pasti semakin besar biayanya karena perkembangan kota besar seringkali tak terbendung lagi... Ibukota baru atau kota-kota "baru" lainnya bukan solusi kota lama, karena ia akan melahirkan masalah baru yang tidak kalah uniknya dengan kota yang di-"lama"-kannya...Apalagi selama ini "kota baru" cuma komoditi pasar, yang tidak pernah terwujud manfaatnya terhadap peningkatan kualitas hidup dan keberlanjutan penyejahteraan "masyarakat asal" ditempat semula ataupun peningkatan daya dukung lingkungan alam yang ditempatinya maupn sekitarnya... On 12/10/08, abimanyu takdir alamsyah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Pak Aby ysh, > > kalau "ketinggalan 100 tahun" selalu ditanamkan dalam hati kita, kita tidak > usah berharap apa-apa....sama seperti bisnis MLM yang menempatkan peserta > level terakhir ...harus siap sebagai pelengkap penderita.... > > Banyak negara "lebih baru berkembang" dari kita yang mulai meninggalkan > kita.... > Intin inovasi termasuk jualan baru, bukan hanya komoditas pasar yang sudah > terstruktur sistem lama tetapi juga nilai-nilai baru yag dapat lebih kita > kendalikan sendiri.... > > Seberapa kecilpun sumbangan awalnya, selama kualitas temuan semdiri dapat > selalu meningkat, dikenal, diakui dan dijaga kekhasannya secara > internasional, suatu saat akan mencapai puncak juga...(termasuk siap > mengantisipasi pesaing baru tentunya) > > Inovasi termasuk selalu memperbarui temuan lama kita....termasuk mengoreksi > temuan di pasar lama... > Jadi tidak selalu meng-copy yang sudah ada di pasaran.... > > Artinya, saya setuju "inovasi" merupakan kata kunci kemajuan kita... > > Salam, > Abimanyu > > > On 12/10/08, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: >> >> >> >> >> >> Bambang Tata Samiadji [EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>wrote: >> >> >> >> *"…..**Menurut teman-teman lulusan S-3 yang baru, Regional Planning tidak >> lagi pola pikir semacam "counter magnet", "tricling down", membuat >> tandingan-tandingan , memindah-mindahkan, atau semacamnya. Membangun daerah, >> kata kuncinya adalah INOVASI…**….".* >> >> >> >> Saya tidak komen utk masalah pemindahan ibukota.... tapi tertarik utk >> masalah 'paradigma regional planning'.... >> >> Pertama… sependengaran saya…. Yg namanya inovasi itu adalah kata kunci >> perubahan kehidupan manusia bahkan sejak zaman neolitikum…. Seperti bahwa >> semula manusia memakai alat2 dari batu… lalu meningkat menjadi alat2 dari >> logam….. lalu ketika pada 1769 mesin uap yg pertama dipatenkan…. Lalu >> kehidupan manusia seluruh duniapun berubah drastis dst… dst… >> >> Kedua…. jadi pengin tahu…. Itu pola pikir global campuran negara maju dan >> miskin atau khusus negara maju saja ya?..... dan yang disebut para S3 baru… >> atau setengah baru atau setengah lama itu yg pada injak kakinya pada >> dimana ya?..... >> >> sebab sependengaran saya … negeri2 seperti Indonesia ini tertinggalnya >> setidaknya selalu 100 tahun dalam hal apa saja (entah kalo soal kurupsi, >> tipu dan KKN) dari negeri2 maju…. dan nggak levellah untuk masalah 'inovasi' >> mau bersanding sama negeri2 maju itu…. >> >> Kalau dinegeri maju yg namanya paradigma regional planning sudah tak lagi >> ngomong contermagnet, trickling down segala…. Tentu saja… wong dari hasil >> dari kolonialisasi diera pertanian saja yg berabad2 mereka sudah kelewat >> makmur…. Dan AS pada 1950 pantai baratnya sengaja atau tidak sudah >> berkembang sebagai countermagnet utk megalopolis (deretan metropolis pantai >> timurnya Bos-NY-Ph-Bal-Was)… dan Perancis pada 1960 sudah bikin 8 >> countermagnet coba mengurangi dominasi Paris….. >> >> Jepang yg hanya 3 thn menjajah Indonesia saja juga berhasil mengangkut >> segala rupa barang besi bekas kita…. Sampai para pemuda dan bapak2 kita >> pakai celananya saja dari karung sampai ada kutunya segala yang dinamai >> 'tumo katok (kutu celana)….karena segala sabun cuci juga tidak ada….. >> >> Belum lagi dari revolusi industri…. Negeri2 maju juga berpuluh tahun ada >> didepan kita untuk urusan industri manufaktur dan inovasinya….. >> >> Kalau sekedar untuk acara bagi daging kurban saja bangsa kita masih >> berdesakan hingga jatuh pingsan… menyerbu pembagian uang 20 ribuan di >> Pasuruan mati 12 orang …. di Petak Sembilan Jkt Kota utk hari raya Imlek >> ratusan orang2 yg pada dasarnya bukan agama budha berjejer jongkok mengantri >> menerima saweran dari kelenteng juga (setidaknya malu2in agama saya)….. >> hasil dari national family planning dan regional devlpmnt yg gagal…. >> Sementara Jepang misalnya penduduknya hari ini 120 juta (pada 1950 80 juta) >> lalu pada th 2100 akan menjadi hanya 65 juta….. dan primacy disegitiga >> Tokyo-Yokohama-Chiba >> pelan2 juga diimbangi dengan pertumbuhan Kinki megapolitan Region >> (Kyoto-Osaka-Kobe)…. Selain inovasi ipteknya.. belum lagi overseas >> economic investmentnya….. >> >> Pada 1994 (maaf data kuno)…. Perekonomian dari pulau Hokaido (pulau paling >> utara paling 'tertinggal') saja disebutkan sebagai masih lebih besar dari >> perkonomian Indonesia plus Thailand…. Atau perkonomian pulau sangat minor >> Shikoku ditenggara Osaka disebutkan sebagai lebih besar daripada >> Hongkong, Malaysia atau Singapura…. >> >> Jepang pun tida serta merta melejit menyamai budaya perkonomian barat…. >> tetapi juga melewati masa2 'primitip'nya .. seperti pada setting cerita >> Oshin pada sekitar 1907 dimana orang desa di Jepang sana pada musim dingin >> masih memakai alas kaki dari jerami …… nyangkul masih pakai sekop…. >> >> Ketika perekonomian negara maju terus melejit kedepan.. kita lihat >> televisi kita yg belasan channel banyaknya hanya banyak menyajikan acara2 >> goyang pinggul dan cengengesan serta kisah2 murahan selebritis lokal kita >> saja…. >> >> Dengan angka pengangguran setinggi ini dan ketimpangan serta keterpencilan >> dan ketertinggalan wilayah Jawa-luar Jawa yg dipisah2kan oleh laut2 luas >> sedahsyat itu (jauh dari kondisi laut dan jarak antar pulau di Jepang dan >> Pilipina).... Bagaimana kita mau mendadak sontak sok sama dan sok selevel >> dengan pola pikir atau paradigma pembangunan hari ini dari para negeri maju >> itu?.... >> >> >> >> Salam, >> >> aby >> --- On *Tue, 12/9/08, Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]>*wrote: >> >> From: Bambang Tata Samiadji <[EMAIL PROTECTED]> >> Subject: Re: [referensi] ibukota RI >> To: [email protected] >> Date: Tuesday, December 9, 2008, 1:42 AM >> >> Pemikiran Andrinof sih oke-oke saja. Banyak awam yang mempunyai >> pemahaman yang seperti itu. Menurut saya pandangan seperti itu >> adalah pandangan Ilmu Regional Planning paradigma yang lama yang dan tidak >> melihat fenomena empiris dan perubahan-perubahan yang terjadi. Menurut >> teman-teman lulusan S-3 yang baru, Regional Planning tidak lagi pola pikir >> semacam "counter magnet", "tricling down", membuat tandingan-tandingan , >> memindah-mindahkan, atau semacamnya. Membangun daerah, kata kuncinya adalah >> INOVASI. >> >> Yang rada nggak ngerti itu penggampangan tentang biaya pemindahan ibukota >> sebesar Rp 50 triliun. Pertanyaan awam adalah bagaimana memobilisasi uang >> sebesar itu? Lucunya lagi dibandingkan dengan kerugian akibat kemacetan >> sebesar Rp 43 triliun pertahun. Memangnya siapa yang rugi Rp 43 triliun itu? >> >> Thanks. CU. BTS. >> >> --- On *Tue, 12/9/08, arinynta <[EMAIL PROTECTED] com>* wrote: >> >> >> From: arinynta <[EMAIL PROTECTED] com> >> Subject: [referensi] ibukota RI >> To: [EMAIL PROTECTED] ps.com >> Date: Tuesday, December 9, 2008, 8:37 AM >> >> Wacananya sudah ramai dibicarakan di milis ini beberapa waktu lalu, eh >> sekarang ada yg mengangkat ke publik... apa yg mengangkatnya di milis ini >> memberi bocoran ke andrianof??? >> >> salam, >> nita >> >> Pindahkan Ibu Kota RI ke Kalimantan >> >> /<http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/15212286/Pindahkan.Ibu.Kota.RI.ke.Kalimantan.> >> Selasa, 9 Desember 2008 | 15:21 WIB >> *JAKARTA, SELASA *- Pembangunan Indonesia yang terjadi saat ini tidak >> seimbang. Sekitar 80 persen industri terkonsentrasi di Pulau Jawa, yang >> luasnya hanya 6,8 persen dari daratan Indonesia. Padahal, daya dukung >> lingkungan dan sumber daya air di Jawa sudah mencapai titik yang >> memprihatikan dan tidak layak memenuhi kebutuhan penduduknya yang mencapai >> 59 persen dari total populasi Indonesia. >> >> Demikian juga dengan Jakarta, yang masih didera oleh berbagai masalah, >> seperti banjir, kemacetan, urbanisasi, serta tingkat kriminalitas yang >> tinggi. Biaya yang harus ditanggung akibat kemacetan di Jakarta mencapai Rp >> 43 triliun per tahun. >> >> Maka itu, pengajar ekonomi politik di jurusan Politik Fakultas Ilmu Sosial >> dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Andrinof Chaniago, kembali >> mengangkat wacana perlunya pemindahan ibu kota Indonesia ke wilayah >> Kalimantan Timur atau Kalimantan Tengah. >> >> "Pemindahan ibu kota dapat turut menggerakkan tumbuhnya keseimbangan >> pembangunan antarwilayah dan mencegah semakin parahnya dampak kongesti >> pemakaian prasarana transportasi di Jawa," ujar Andrinof dalam peluncuran >> Visi Indonesia 2033, Selasa (9/12) di Jakarta. >> >> Menurutnya, Kalimantan memiliki posisi yang strategis di Indonesia, karena >> tidak terlalu ke Barat maupun Timur. Andrinof melanjutkan, program-program >> pemercepatan pemerataan, seperti program transmigrasi, percepatan >> pembangunan daerah tertinggal tidak efektif, serta hanya menimbulkan >> pemborosan anggaran, sepanjang pemerintah hanya fokus melakukan pembangunan >> di pulau Jawa, yang hanya memberikan manfaat kepada segelintir pihak. >> >> Ia menambahkan, berdasarkan perhitungannya, biaya memindahkan ibu kota >> dapat mencapai Rp 50 triliun. Pihak yang mengatakan bahwa angka tersebut >> terlalu tinggi, kata Andrinof, terlalu menyederhanakan masalah. "Biaya >> pembangunan tersebut memang tinggi, tapi ini sekali lempar. Sedangkan biaya >> kemacetan di Jakarta, Rp 43 triliun, harus ditanggung setiap tahun," kata >> Andrinof. >> >> Dengan biaya tersebut, pemerintah dapat melakukan efisiensi dan >> menggerakkan pertumbuhan moda transportasi udara dan laut nasional, >> memperkuat ekonomi, menghilangkan faktor penyebab struktural urbanisasi, dan >> migrasi penduduk ke Jawa. >> >> ------------------------------ >> Get your new Email address! >> <http://sg.rd.yahoo.com/aa/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/> >> Grab the Email name you've always wanted before someone else does! >> >> >> >> >> >> >> > >

