Wah,.. satu konvergensi feeling  yang sama pak,.. .saya juga agak eneg
dengan duo tersebut,... huehehehhehe...

Di tunggu Ngobrol (2)-nya,..

 

Cheers,.

 

Benedictus Dwiagus S.

http://bdwiagus.blogspot.com

http://bdwiagus.multiply.com 

 

"The most difficult thing in the world is to know how to do a thing and to
watch somebody else doing it wrong, without comment."  - T. H. White

 

:::... Indo-MONEV ...:::

Indo-MONEV is a mailing list to build a network of Indonesian People
anywhere in the world who are interested, dedicated, and profesionalised to
the work on monitoring and evaluation and other related development issues
including development aid works, particularly in Indonesia.

Join in by sending an email to:  [email protected] 

Find also Indo-MONEV in facebook:
<http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts>
http://www.facebook.com/group.php?gid=34091848127&ref=ts 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of hengky abiyoso
Sent: 09 January 2009 07:41
To: [email protected]
Subject: [referensi] Re: Jkt Gak Macet

 


Ngobrol (1) Bersama Mas Dwi 

 

+++: Saya rasa ada konvergensi pemahaman kalau yang dibenci bukan
Pembangunan Jakartanya,. tapi primacy-nya. Bukan begitu,Pak? 

>>>: Utk bbrp hal itu betul .. tapi saya juga sangat membenci dan eneg
sekali pada sikap "ego kedaerahan" dari para Gub dan wagub DKI  dlm sok
hebat tahu caranya mengurangi kemacetan jkt (yg dlm hal ini dpt menjadi
berarti ego inward looking to only "daerah"  DKI's privilege dan nonetheless
to  think importance and betterment of national system of integrated urban
devlpmnt  and  how to intervening trend of national migration flow
especially di/ keluar jawa. spt ttg perlunya dibuat countermagnet utk pusat
baru lain migrasi/ urbanisasi utk  menandingi primacy jkt itu yg at the same
time and for the long term  itu jg foundamentally artinya mengurangi
kemacetan  jkt juga)..... 

Lihatlah wagub DKI Prijanto yg dgn amat bangganya memamerkan 'hasil
signifikannya' mengurangi kemacetan jkt ala abunawas dgn memajukan jam masuk
anak2 sekolah.. yg lalu dgn  'keberhasilannya' itu lalu prijanto berpaling
pula utk mau  mengutak-atik pula  jam masuk orang kantoran... 

Spt yg disitir oleh pak Rofiq... itu semua bukankah dlm rangka  agar duo
bersama sikumis dpt 'terpilih kembali' nanti dlm pilkada berikutnya... 

Kalau setelah 5  thn jam masuk anak sekolah digeser ternyata mulai macet
lagi (maklum dlm 5 thn angka migrasi masuk jabodetabek setidaknya 5 x
300.000 jiwa, belum lagi angka kelahirannya).. Saya pikir Wagub Prijanto
tinggal memajukan lagi jam masuk anak sekolah tepat seusai bedug subuh yg
itu juga kata prijanto  menyehatkan tubuh.. dn katanya lagi.. Tuh khaaan? ..
Kemacetan sgr berkurang amat signifikan khaan?.... 

Perkara sesudah 10 thn duo bersama sikumis berakhir dan ternyata anak
sekolah sudah berangkat seusai bedug subuh dan tetap saja jkt macet (krn jkt
sdh nambah 10 x 300.000 jiwa pendatang).. Wagub prijanto tinggal bilang ...
salahnya konstitusi siih.. salahnya kenapa kami hanya boleh memrintah
sebanyak 2 kali masa jabatan saja siiih... coba kalo nggak...  Wooo... kami
pasti punya cara jitu lain berikutnya yg tak kalah mencengangkan..... 

  

Salam, 

aby 

 

 

 

Kirim email ke